Antara Dholaal dan Mudhill, Sesat dan Menyesatkan
Jum'at, 05 November 2021 - 17:37 WIB
loading...
Imam Shamsi Ali, Direktur/Imam Jamaica Muslim Center. Foto/Ist
A
A
A
Imam Shamsi Ali
Presiden Nusantara Foundation,
Imam/Direktur Jamaica Muslim Center
Baru saja saya dikirimi oleh teman rekaman wawancara Ade Armando dan Kiyai Khalil Nafis di salah televisi swasta nasioanl perihal respons saya ke Ade Armando tentang Syariah, dan khususnya kewajiban sholat lima waktu dalam Al-Qur'an (Islam).
Ada beberapa hal yang ingin saya klarifikasi:
Pertama, berkali-kali Armando menyebut saya marah atau emosi, bahkan dalam dianggap kurang luas berpikir. Sekali lagi ini nyanyian bersama kaum liberal yang selalu menganggap pendapat yang konsisten dengan Al-Qur'an dan Sunnah sebagai "kurang luwes". Dan berbeda dengannya dianggap emosi. Kita sudah paham dengan lagu lama yang membosankan itu.
Saya justru mengajak Armando untuk memakai "otak" karena Al-Qur'an sendiri menantang: "Afalaa Ta'qiluun" (tidakkah kalian berotak?). Dan itu ketika seseorang merasa pintar tapi menentang kebenaran Al-Qur'an dan Sunnah (Islam).
Saya tidak marah dan emosi. Kalau orang Makassar marah itu bukan lagi dengan kata-kata. Apalagi Putra Kajang. Heheā¦Santai saja man!
Kedua, Armando jelas licik dan bermuka ganda bahkan berkarakter "double standard". Di satu sisi tidak mengimani syairah, bahkan menuduh Syariah itu berbahaya bagi Indonesia dan dunia modern. Tapi di satu sisi mengakui kalau dia melaksanakan Syariah. Sholat 5 waktu itu, walau dia ingkari perintahnya dari Al-Qur'an, itu juga Syariah. Bahkan saya dengar istri Armando itu memakai jilbab. Allahu A'lam. Apakah itu sekadar fashion? Atau itu karena ajaran/aturan Islam?
Ketiga, waktu-waktu sholat dalam Al-Qur'an itu sendiri sesungguhnya disebutkan ada 5 waktu. Hanya saja sebagaimana narasi Al-Qur'an dalam banyak hal, tidak menyebutkan semua masalah secara berurutan. Satu contoh, iman kepada Qadar itu tidak disebutkan secara berurutan dengan rukun iman lainnya di satu ayat. Melainkan di beberapa ayat lainnya.
Di sinilah Urgensi belajar ilmu Al-Qur'an (uluum al-Qur'an) sebelum berbicara tentang Al-Qur'an. Armando saya dengar di bidang komunikasi. Karenanya wajar pintar memainkan komunikasi yang boleh jadi menyesatkan banyak orang.
Saya tidak bermaksud menafsirkan semua ayat-ayat yang berbicara tentang sholat 5 waktu. Tapi silakan merujuk salah satunya ke ayat-ayat berikut: Ar-Rum: 17-18: "Maka bertasbihlah kepada Allah pada sore/petang hari dan pada pagi hari. Dan segala puji (puja puji Allah) di langit dan di bumi, baik di waktu malam (isya) dan pada waktu siang (Zhuhur)."
Presiden Nusantara Foundation,
Imam/Direktur Jamaica Muslim Center
Baru saja saya dikirimi oleh teman rekaman wawancara Ade Armando dan Kiyai Khalil Nafis di salah televisi swasta nasioanl perihal respons saya ke Ade Armando tentang Syariah, dan khususnya kewajiban sholat lima waktu dalam Al-Qur'an (Islam).
Ada beberapa hal yang ingin saya klarifikasi:
Pertama, berkali-kali Armando menyebut saya marah atau emosi, bahkan dalam dianggap kurang luas berpikir. Sekali lagi ini nyanyian bersama kaum liberal yang selalu menganggap pendapat yang konsisten dengan Al-Qur'an dan Sunnah sebagai "kurang luwes". Dan berbeda dengannya dianggap emosi. Kita sudah paham dengan lagu lama yang membosankan itu.
Saya justru mengajak Armando untuk memakai "otak" karena Al-Qur'an sendiri menantang: "Afalaa Ta'qiluun" (tidakkah kalian berotak?). Dan itu ketika seseorang merasa pintar tapi menentang kebenaran Al-Qur'an dan Sunnah (Islam).
Saya tidak marah dan emosi. Kalau orang Makassar marah itu bukan lagi dengan kata-kata. Apalagi Putra Kajang. Heheā¦Santai saja man!
Kedua, Armando jelas licik dan bermuka ganda bahkan berkarakter "double standard". Di satu sisi tidak mengimani syairah, bahkan menuduh Syariah itu berbahaya bagi Indonesia dan dunia modern. Tapi di satu sisi mengakui kalau dia melaksanakan Syariah. Sholat 5 waktu itu, walau dia ingkari perintahnya dari Al-Qur'an, itu juga Syariah. Bahkan saya dengar istri Armando itu memakai jilbab. Allahu A'lam. Apakah itu sekadar fashion? Atau itu karena ajaran/aturan Islam?
Ketiga, waktu-waktu sholat dalam Al-Qur'an itu sendiri sesungguhnya disebutkan ada 5 waktu. Hanya saja sebagaimana narasi Al-Qur'an dalam banyak hal, tidak menyebutkan semua masalah secara berurutan. Satu contoh, iman kepada Qadar itu tidak disebutkan secara berurutan dengan rukun iman lainnya di satu ayat. Melainkan di beberapa ayat lainnya.
Di sinilah Urgensi belajar ilmu Al-Qur'an (uluum al-Qur'an) sebelum berbicara tentang Al-Qur'an. Armando saya dengar di bidang komunikasi. Karenanya wajar pintar memainkan komunikasi yang boleh jadi menyesatkan banyak orang.
Saya tidak bermaksud menafsirkan semua ayat-ayat yang berbicara tentang sholat 5 waktu. Tapi silakan merujuk salah satunya ke ayat-ayat berikut: Ar-Rum: 17-18: "Maka bertasbihlah kepada Allah pada sore/petang hari dan pada pagi hari. Dan segala puji (puja puji Allah) di langit dan di bumi, baik di waktu malam (isya) dan pada waktu siang (Zhuhur)."
Lihat Juga :