Keperkasaan Daulah Fathimiyah, Penjaga dan Penguasa Perairan Laut Mediterania
Senin, 08 November 2021 - 05:15 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Jihad Laut Daulah Aghlabiyah di Afrika Sukses Invasi ke Wilayah Eropa
Kota Pelabuhan Strategis
Wilayah kekuasaan Daulah Fathimiyah memiliki kota-kota pelabuhan yang strategis. Garis pantai Tunisia dan Aljazair, misalnya, sangat panjang. Di sebelah timur, garis pandai tersebut tersambung dengan pantai Burgah dan Tripoli. Di sebelah barat tersambung dengan pantai-pantai Maghrib Al-Agsha.
Kondisi geografi ini menyebabkan banyaknya pelabuhan yang berfungsi sebagai pelabuhan utama dan penting. Selain itu, wilayah-wilayah tersebut memiliki banyak teluk yang masuk hingga wilayah terdalam daratan. Kondisi ini juga menyebabkan pelabuhan-pelabuhan yang ada aman dari embusan angin kencang dan arus air deras.
Perairan Laut Putih juga memiliki banyak pulau kecil dan besar. Keberadaan pulau-pulau tersebut berdampak positif bagi armada laut Islam dalam menghadapi armada Byzantium dan Eropa.
Daulah Fathimiyah menguasai sejumlah besar pulau-pulau di bagian barat wilayah negeri. Pulau-pulau tersebut menjadi benteng terdepan untuk menghadang gerakan armada musuh yang hendak merapat ke pantai-pantai Maghribi.
Di sisi lain, pulau-pulau tersebut juga menjadi garda depan untuk melakukan ekspansi ke wilayah musuh yang berada di selatan Eropa.
Daulah Fathimiyah berhasil menguasai Sicilia, Sardinia, Garsyagah (Carseca), Malta, Gushirah, Oarganah, Malthiyah, Jarbah, Qimlariyah, pulau-pulau Kreta, Jamurfi, Zarga, Ahasi, dan pulau-pulau lain yang berada di Laut Mediterania bagian barat.
Baca juga: Catatan Emas Jihad Laut Daulah Thuluniyah Bendung Serangan Byzantium
Siasat Daulah Fathimiyah
Setelah memindahkan pusat pemerintahan ke Mesir dan menggabungkan wilayah Syam yang mencakup Aleppo dan Antiokia di utara ke dalam wilayah kekuasaannya, batas wilayah Daulah Fathimiyah memanjang dari batas Asia Kecil hingga wilayah Tilmisan (Tlemcen).
Daulah ini membagi wilayahnya menjadi enam sektor:
Kota Pelabuhan Strategis
Wilayah kekuasaan Daulah Fathimiyah memiliki kota-kota pelabuhan yang strategis. Garis pantai Tunisia dan Aljazair, misalnya, sangat panjang. Di sebelah timur, garis pandai tersebut tersambung dengan pantai Burgah dan Tripoli. Di sebelah barat tersambung dengan pantai-pantai Maghrib Al-Agsha.
Kondisi geografi ini menyebabkan banyaknya pelabuhan yang berfungsi sebagai pelabuhan utama dan penting. Selain itu, wilayah-wilayah tersebut memiliki banyak teluk yang masuk hingga wilayah terdalam daratan. Kondisi ini juga menyebabkan pelabuhan-pelabuhan yang ada aman dari embusan angin kencang dan arus air deras.
Perairan Laut Putih juga memiliki banyak pulau kecil dan besar. Keberadaan pulau-pulau tersebut berdampak positif bagi armada laut Islam dalam menghadapi armada Byzantium dan Eropa.
Daulah Fathimiyah menguasai sejumlah besar pulau-pulau di bagian barat wilayah negeri. Pulau-pulau tersebut menjadi benteng terdepan untuk menghadang gerakan armada musuh yang hendak merapat ke pantai-pantai Maghribi.
Di sisi lain, pulau-pulau tersebut juga menjadi garda depan untuk melakukan ekspansi ke wilayah musuh yang berada di selatan Eropa.
Daulah Fathimiyah berhasil menguasai Sicilia, Sardinia, Garsyagah (Carseca), Malta, Gushirah, Oarganah, Malthiyah, Jarbah, Qimlariyah, pulau-pulau Kreta, Jamurfi, Zarga, Ahasi, dan pulau-pulau lain yang berada di Laut Mediterania bagian barat.
Baca juga: Catatan Emas Jihad Laut Daulah Thuluniyah Bendung Serangan Byzantium
Siasat Daulah Fathimiyah
Setelah memindahkan pusat pemerintahan ke Mesir dan menggabungkan wilayah Syam yang mencakup Aleppo dan Antiokia di utara ke dalam wilayah kekuasaannya, batas wilayah Daulah Fathimiyah memanjang dari batas Asia Kecil hingga wilayah Tilmisan (Tlemcen).
Daulah ini membagi wilayahnya menjadi enam sektor:
Lihat Juga :