Kunci Bilal Masuk Surga: Selalu Menjaga Wudhu dan Sholat Sunnah 2 Rakaat
Selasa, 09 November 2021 - 07:28 WIB
loading...
A
A
A
Sedangkan Imam Nawawi dalam Kitab Matan Al Idhoh menyatakan, “Disunnahkan menjaga wudhu atau diri dalam keadaan suci. Termasuk juga kala tidur dalam keadaan suci.”
Hadits yang agung ini menjelaskan betapa besar keutamaan orang yang selalu menjaga wudhunya dengan selalu membaruinya setiap kali batal dan keutamaan mengerjakan sholat sunnah setelahnya. Karena ini termasuk sebab yang bisa memudahkan orang tersebut untuk masuk surga dengan rahmat dan karunia Allah ta'ala.
Imam an-Nawawi dalam Kitab Syarhu Shahih Muslim juga berkata, “Dalam hadits ini terdapat keutamaan sholat setelah berwudhu dan ini adalah sholat sunnah (tidak wajib). Sholat ini boleh dikerjakan di waktu-waktu larangan; ketika matahari terbit, ketika tegak lurus (di tengah-tengah langit) dan ketika terbenam, juga setelah sholat Subuh dan Ashar, karena sholat ini adalah sholat yang ada sebabnya, inilah pendapat kami”.
Anjuran untuk mengerjakan sholat sunnah setelah berwudhu, supaya wudhu tersebut tidak luput dari tujuannya.
Anjuran untuk selalu dalam keadaan suci dan menjaga wudhu, karena orang yang selalu menjaga wudhunya maka dia akan melewati malam dalam keadaan suci, dan barangsiapa yang melewati malam dalam keadaan suci maka dia selalu di atas kebaikan.
Hadits ini juga menunjukkan keutamaan amal shalih yang dikerjakan secara tersembunyi dan itu lebih utama daripada amal saleh yang dikerjakan secara terang-terangan.
Baca juga: Batalkah Wudhu Jika Makan dan Minum?
Hadits yang agung ini menjelaskan betapa besar keutamaan orang yang selalu menjaga wudhunya dengan selalu membaruinya setiap kali batal dan keutamaan mengerjakan sholat sunnah setelahnya. Karena ini termasuk sebab yang bisa memudahkan orang tersebut untuk masuk surga dengan rahmat dan karunia Allah ta'ala.
Imam an-Nawawi dalam Kitab Syarhu Shahih Muslim juga berkata, “Dalam hadits ini terdapat keutamaan sholat setelah berwudhu dan ini adalah sholat sunnah (tidak wajib). Sholat ini boleh dikerjakan di waktu-waktu larangan; ketika matahari terbit, ketika tegak lurus (di tengah-tengah langit) dan ketika terbenam, juga setelah sholat Subuh dan Ashar, karena sholat ini adalah sholat yang ada sebabnya, inilah pendapat kami”.
Anjuran untuk mengerjakan sholat sunnah setelah berwudhu, supaya wudhu tersebut tidak luput dari tujuannya.
Anjuran untuk selalu dalam keadaan suci dan menjaga wudhu, karena orang yang selalu menjaga wudhunya maka dia akan melewati malam dalam keadaan suci, dan barangsiapa yang melewati malam dalam keadaan suci maka dia selalu di atas kebaikan.
Hadits ini juga menunjukkan keutamaan amal shalih yang dikerjakan secara tersembunyi dan itu lebih utama daripada amal saleh yang dikerjakan secara terang-terangan.
Baca juga: Batalkah Wudhu Jika Makan dan Minum?
(mhy)
Lihat Juga :