Kisah Umar bin Abdul Aziz Membebaskan Budak yang Meracuni Dirinya

loading...
Kisah Umar bin Abdul Aziz Membebaskan Budak yang Meracuni Dirinya
Umar bin Abdul Aziz memaafkan dan membebaskan budak yang meracunianya. (Foto/Ilustrasi : Ist)
Khalifah Umar bin Abdul Aziz membebaskan budak yang meracuni dirinya sebelum beliau wafat. “Alas, kau sudah meracuniku. Apa yang membuatmu tega melakukan hal itu?” tanya Khalifah kepada budaknya.

“Mereka menghadiahiku 1000 dinar dan menjanjikan kebebasan padaku,” jawab sang budak, sebagaimana dikutip Akbar Shah Najeebabadi dalam bukunya berjudul The History Of Islam.

Selanjutnya Umar bin Abdul Aziz memerintahkan agar uang tersebut diserahkan kepadanya. Alas menyerahkan uang tersebut, selanjutnya Umar bin Abdul Aziz memerintahkan agar uang tersebut dimasukkan dalam baitul mal. Setelah itu khalifah memerintahkan agar Alas segera pergi sebagai orang yang merdeka.

Umar bin Abdul Aziz akhirnya wafat pada 25 Rajab 101 H, setelah memerintah selama 2 tahun 5 bulan. Meski sebentar, tapi ia telah berhasil memberikan secercah harapan bahwa keadilan masih mungkin untuk ditegakkan di dunia Islam.

Baca juga: Duka Umar bin Abdul Aziz Ketika Diangkat Menjadi Khalifah

Khulafah Rasyidin Kelima
Kaum Muslimin hampir semua sepakat bahwa yang disebut sebagai Khulafah Rasyidin ada empat. Mereka adalah Abu Bakar Ash Shiddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib. Inilah pemimpin kaum Muslimin yang dianggap adil dan bijaksana.

Khalifah Umar bin Abdul Aziz dianggap memiliki derajat keadilan dan kebijaksanaan yang menyamai para pendahulunya itu, sehingga kerap dianggap sebagai Khulafah Rasyidin kelima.

Khalifah Dinasti Umayyah yang ke delapan ini didaulat pada bulan bulan Safar 99 H, di Dabiq, salah satu tempat di Suriah.

Segera setelah dinobatkan sebagai khalifah, Umar bin Abdul Aziz langsung melepaskan semua pakaian-pakaian mahalnya, dan menggantinya dengan pakaian murah.

Kepada istrinya ia memerintahkan untuk melepaskan semua perhiasan dan meletakkan di baitul mal. Ketika Umar selesai memimpin upacara pemakaman khalifah pendahulunya, Sulaiman bin Abdul Malik, anak buahnya langsung bergegas mempersilakan dirinya menggunakan kereta kencana yang merupakan kendaraan resmi khalifah. Tapi Umar menolaknya, dan memilih menunggangi keledai miliknya.
halaman ke-1
cover top ayah
وَمَا خَلَقۡتُ الۡجِنَّ وَالۡاِنۡسَ اِلَّا لِيَعۡبُدُوۡنِ
Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.

(QS. Az-Zariyat:56)
cover bottom ayah
preload video