Ar-Rubayyi' binti Mu'awwidz : Mujahidah Cerdas Kebanggaan Rasulullah
Jum'at, 19 November 2021 - 07:28 WIB
loading...
Selain keberaniannya sebagai Mujahidah, Ar-Rubayyi juga dikenal karena kecerdasannya. Foto ilustrasi/istimewa
A
A
A
Ar-Rubayyi' binti Mu'awwidz adalah shahabiyat yang hidup dalam naungan Islam. Hidupnya didedikasikan di medan perang untuk melindungi Rasulullah Shallaallahu alaihi wa sallam. Selain keberaniannya sebagai Mujahidah, Ar-Rubayyi juga dikenal karena kecerdasannya.
Karena kecerdasan dan wawasan yang luas, ia dipercaya sebagai referensi hukum, sirah Nabi, dan juga berbagai hadis. Banyak hadis diriwayatkan Ar-Rubayyi. Salah satu hadisnya yang meriwayatkan secara detail bagaimana cara wudhu Rasulullah SAW .
Bagaimana sosok Ar-Rubayyi sebenarnya? Ia tumbuh besar dari sebuah pohon yang buahnya mudah dipetik dan rasanya manis. Ia adalah anak dari Mu'awwidz bin Aftra', satu dari para pembesar pasukan Badar yang telah mendapat jaminan surga.
Baca juga: Inilah Shahabiyah Nabi yang Ikut Berjuang di Medan Perang
Keluarga Afra' mempunyai dedikasi tinggi dalam Perang Badar . Mereka meninggalkan jejak penuh berkah dalam perang ini.Adalah Abu Walid (Utbah bin Rabi'ah) bersama dengan saudaranya yang bernama Syaibah, juga putranya Al-Walid bin Utbah tampil mewakili barisan pasukan kaum musyrikin. Mereka menantang kaum muslimin. Karena itu, majulah tiga pemuda Anshar menyambut tantangannya itu, yakni tiga bersaudara yang terdiri dari Mu'awwidz, Mu'adz dan Auf. Semuanya adalah putra-putra Afra'.
Dari jiwa keberanian dan mujahid inilah darah Ar-Rubayyi lahir. Seperti keturunannya, keberanian yang dimiliki Ar-Rubayyi’ menjadikannya sebagai sosok yang gandrung dengan perjalanan jihad Rasulullah dan para shahabatnya. Pengalamannya dengan amalan puncak dalam Islam ini (baca: jihad) dimulai ketika ayahnya berpartisipasi dalam Perang Badar .
Ar-Rubayyi’ berangkat bersama Rasulullah SAW untuk mengikuti berbagai peperangan dengan tujuan agar mendapatkan pahala dan balasan yang telah disediakan Allah Subhanahu wa Ta'ala untuk para mujahidin. Dia ikut berkontribusi dalam jihad dengan melayani pengobatan para mujahidin, serta menyiapkan perlengkapan logistik mereka. Ar-Rubayyi’ adalah wanita mulia yang memiliki keberanian dalam perlawanan terhadap kebatilan dan kemusyrikan.
Ibnu Katsir berkata mengenai Ar-Rubayyi’,
“Dia berangkat bersama Rasulullah SAW untuk mengikuti berbagai peperangan guna mengobati para mujahidin yang terluka dan memberi minuman bagi mereka yang kehausan.”
Al-Bukhari mentakhrij dari Ar-Rubayyi’ bahwa dia berkata, “Kami ikut peperangan bersama Rasulullah SAW untuk membantu, memberikan minum, dan mengobati mujahidin yang terluka, serta membawa pulang mujahidin yang gugur ke Madinah.”
Rubayyi' pun dikenal sebagai mujahidah kebanggaan Rasulullah SAW. Sosoknya tak kenal takut dan selalu maju ke medan perang bersama Rasulullah SAW dan para sahabatnya. Diriwayatkan ketika Rubayyi’ mengambil minyak wangi dari Asma’ binti Makhrabah, ibu Abu Jahal. Lalu Asma menanyakan nasab Rubayyi’. Lantas dia pun menyebutkan silsilah nasabnya. Kemudian Asma’ berkata, “Engkau adalah anak perempuan dari seorang pembunuh tuannya (Abu Jahal).”
Karena kecerdasan dan wawasan yang luas, ia dipercaya sebagai referensi hukum, sirah Nabi, dan juga berbagai hadis. Banyak hadis diriwayatkan Ar-Rubayyi. Salah satu hadisnya yang meriwayatkan secara detail bagaimana cara wudhu Rasulullah SAW .
Bagaimana sosok Ar-Rubayyi sebenarnya? Ia tumbuh besar dari sebuah pohon yang buahnya mudah dipetik dan rasanya manis. Ia adalah anak dari Mu'awwidz bin Aftra', satu dari para pembesar pasukan Badar yang telah mendapat jaminan surga.
Baca juga: Inilah Shahabiyah Nabi yang Ikut Berjuang di Medan Perang
Keluarga Afra' mempunyai dedikasi tinggi dalam Perang Badar . Mereka meninggalkan jejak penuh berkah dalam perang ini.Adalah Abu Walid (Utbah bin Rabi'ah) bersama dengan saudaranya yang bernama Syaibah, juga putranya Al-Walid bin Utbah tampil mewakili barisan pasukan kaum musyrikin. Mereka menantang kaum muslimin. Karena itu, majulah tiga pemuda Anshar menyambut tantangannya itu, yakni tiga bersaudara yang terdiri dari Mu'awwidz, Mu'adz dan Auf. Semuanya adalah putra-putra Afra'.
Dari jiwa keberanian dan mujahid inilah darah Ar-Rubayyi lahir. Seperti keturunannya, keberanian yang dimiliki Ar-Rubayyi’ menjadikannya sebagai sosok yang gandrung dengan perjalanan jihad Rasulullah dan para shahabatnya. Pengalamannya dengan amalan puncak dalam Islam ini (baca: jihad) dimulai ketika ayahnya berpartisipasi dalam Perang Badar .
Ar-Rubayyi’ berangkat bersama Rasulullah SAW untuk mengikuti berbagai peperangan dengan tujuan agar mendapatkan pahala dan balasan yang telah disediakan Allah Subhanahu wa Ta'ala untuk para mujahidin. Dia ikut berkontribusi dalam jihad dengan melayani pengobatan para mujahidin, serta menyiapkan perlengkapan logistik mereka. Ar-Rubayyi’ adalah wanita mulia yang memiliki keberanian dalam perlawanan terhadap kebatilan dan kemusyrikan.
Ibnu Katsir berkata mengenai Ar-Rubayyi’,
“Dia berangkat bersama Rasulullah SAW untuk mengikuti berbagai peperangan guna mengobati para mujahidin yang terluka dan memberi minuman bagi mereka yang kehausan.”
Al-Bukhari mentakhrij dari Ar-Rubayyi’ bahwa dia berkata, “Kami ikut peperangan bersama Rasulullah SAW untuk membantu, memberikan minum, dan mengobati mujahidin yang terluka, serta membawa pulang mujahidin yang gugur ke Madinah.”
Rubayyi' pun dikenal sebagai mujahidah kebanggaan Rasulullah SAW. Sosoknya tak kenal takut dan selalu maju ke medan perang bersama Rasulullah SAW dan para sahabatnya. Diriwayatkan ketika Rubayyi’ mengambil minyak wangi dari Asma’ binti Makhrabah, ibu Abu Jahal. Lalu Asma menanyakan nasab Rubayyi’. Lantas dia pun menyebutkan silsilah nasabnya. Kemudian Asma’ berkata, “Engkau adalah anak perempuan dari seorang pembunuh tuannya (Abu Jahal).”
Lihat Juga :