Mengenal Sosok Ummu Ruman: Potret Ibu dan Mertua Bijaksana

loading...
Mengenal Sosok Ummu Ruman: Potret Ibu dan Mertua Bijaksana
Ummu Ruman adalah seorang ibu yang paling berbahagia di dunia dan akhirat, karena manusia terbaik dan mulia dalam sejarah manusia yakni Rasulullah shallalahu alaihi wa sallam meminang putrinya. Foto ilustrasi/ist
Ummu Ruman adalah seorang ibu yang paling berbahagia di dunia dan akhirat. Bagaimana tidak, manusia terbaik dalam sejarah manusia meminang putrinya. Rasul paling utama dari semua rasul menjadi menantunya. Namanya tercatat dalam kisah pernikahan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam dengan Aisyah.

Ummu Ruman juga dicatat sebagai salah satu perempuan istimewa di masa awal sejarah Islam. Ia merupakan istri dari manusia terbaik setelah para nabi, Abu Bakar ash-Shiddiq radhiyallahu'anhu. Nasabnya adalah Ummu Ruman binti Amir bin Uwaimir bin Abdusy Symas bin ‘Itab. Terdapat perbedaan pendapat di kalangan sejarawan tentang nasabnya. Namun mereka sepakat bahwa ia berasal dari Bani Ghanam bin Malik bin Kinanah (Tadzhib al-Kamal).

Baca juga: 25 Wanita Cerdas di Zaman Rasulullah Layak Diteladani (1)

Dari pernikahannya dengan Abu Bakar ash-Shiddiq, Ummu Ruman melahirkan dua orang anak. Seorang perempuan dan seorang laki-laki. Yang perempuan dinamai Aisyah dan yang laki-laki diberi nama Abdurrahman.

Ummu Ruman patut berbangga dengan keluarganya ini. Selain sang putri yang menjadi istri Rasulullah. Sang suami pun adalah orang yang paling dekat dengan Rasulullah. Kedekatan tersebut terlihat dari kebiasaan Rasulullah yang sering berkunjung ke rumah Abu Bakar. Setiap hari pasti Nabi berkunjung ke rumahnya. Di pagi atau di sore hari.

Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata, “Nabi menikahiku saat aku berusia enam tahun. Lalu kami hijrah ke Madinah. Kami tinggal di tengah Bani al-Harits bin Khazraj. Saat itu tubuhku telah gempal. Rambutku telah pecah. Dan telah cukup usia. Ibuku, Ummu Ruman, menemuiku. Sungguh saat itu aku masih belia sekali. Aku sedang bermain bersama teman-temanku. Lalu ibuku memanggilku. Aku pun menemuinya dan aku tidak tahu apa yang ia inginkan dariku. Ia gandeng tanganku. Dan membawaku ke depan pintu hingga nafasku terengah-engah. Saat tubuhku tak tenang (tak lagi terguncang karena tarikan nafas), ia ambil air dan basukan di wajahku dan kepalaku. Lalu ia membawaku masuk ke dalam rumah. Saat masuk, ternyata kudapati banyak wanita Anshar di dalamnya. Mereka berkata, ‘Semoga dalam kebaikan dan keberkahan. Semoga dalam kebaikan yang langgeng’. Lalu ibu menyerahkanku pada mereka. Mereka mendandaniku. Lalu mereka menyerahkanku kepada Rasulullah. Saat itu usiaku sembilan tahun (Shahih al-Bukhari)

Ibu dan Mertua Bijaksana

Di antara peristiwa besar yang terjadi pada Aisyah adalah fitnah bahwa dirinya selingkuh dan berzina. Dalam sirah nabi, peristiwa ini dikenal dengan 'haditsul ifki'. Fitnah besar ini sempat membuat rumah tangga Rasulullah dengan Aisyah geger. Dan Aisyah sangat terpukul dengan fitnah ini.

Di saat-saat berat seperti itu, sang ibu, Ummu Ruman, hadir menyertai putrinya. Ummu Ruman radhiyallahu ‘anha bercerita tentang kisah fitnah tersebut. Katanya, “Saat aku sedang duduk bersama Aisyah, tiba-tiba seorang wanita Anshar masuk menemui kami. Ia berkata, ‘Semoga Allah melakukan demikian dan demikian terhadap si Fulan’. Aku berkata, ‘Kenapa memangnya’? Ia menjawab, ‘Ia menceritakan suatu kejadian’. ‘Kejadian apa’? tanya Aisyah. Wanita itupun menceritakannya. Aisyah menanggapi ceritanya dengan bertanya, ‘Apakah Abu Bakar dan Rasulullah telah mendengar berita itu’? ‘Iya’, jawabnya. Aisyah pun pingsan. Dan saat bangun ia dalam kondisi demam dan wajahnya pucat.

Baca juga: Kriteria Pasangan Hidup yang Berkarakter Surgawi
halaman ke-1
cover top ayah
وَاَنَّهٗ هُوَ اَضۡحَكَ وَاَبۡكٰىۙ
Sesungguhnya Allah-lah yang menjadikan orang bisa tertawa dan menangis. 

(QS. An-Najm:43)
cover bottom ayah
preload video