Kisah Al-Musta'shim Billah, Khalifah yang Syahid Diinjak-injak Kuda Pasukan Mongol

Senin, 22 November 2021 - 05:15 WIB
loading...
Kisah Al-Mustashim Billah,...
Al-Mustasim menyerahkan Baghdad ke Hulagu Khan pada 10 Februari 1258 M. Tiga hari kemudian, pasukan Mongol menghancurkan Baghdad. (Foto/Ilustrasi : Ist)
A A A
Al-Musta'shim Billah bergelar Abu Ahmad dan bernama lengkap Abdullah bin al-Mustanshir Billah. Beliau lahir pada tahun 1213 dan meninggal pada 20 Februari 1258. Al-Musta'shim adalah khalifah terakhir Bani Abbasiyah, berkuasa dari 1242 hingga 1258. Beliau syahid setelah dieksekusi Hulagu Khan dengan cara diinjak-injak kuda pasukan Mongol atau Tartar.

Baca juga: Siasat Licik Aria Wiraraja Hancurkan Jayakatwang, Usir Pasukan Mongol dari Tanah Jawa

Pada saat pasukan Mongol menyerbu Baghdad, Al-Musta'shim tidak melakukan perlawanan berarti. Di sisi lain, pimpinan pasukan Mongol, Hulagu Khan, mendapat nasihat para peramal bahwa darah Khalifah Abbasiyah tidak boleh tumpah ke bumi. Bila itu terjadi, maka bumi akan menolaknya, dan bencana alam pun akan terjadi.

Menyiasati nasihat ini, maka Hulagu Khan mengeluarkan perintah mengeksekusi khalifah dengan cara menggulungnya dengan karpet tebal, kemudian secara bersama-sama diinjak oleh barisan pasukan kuda Hulagu sampai syahid.

Fungsi karpet itu tidak lain untuk menghindari darah sang khalifah agar tidak jatuh ke bumi.

Ini adalah bagian dari kisah kekejaman tentara Mongol di bawah pimpinan Hulagu Khan, selain membunuh ribuan warga muslim Baghdad dan mengakhiri kekhalifahan Abbasiyah.

Eamon Gearond dalam bukunya berjudul Turning Points in Middle Eastern History menulis penaklukan kota Baghdad oleh tentara Mongol terjadi pada tahun 1258. Peristiwa ini dikenal sebagai titik balik kejadian yang mengubah wajah peradaban Islam hingga hari ini.

Baca juga: Kisah Hulagu Khan, Pembantai Ribuan Muslim yang Menghapus Dinasti Abbasiyah

Eksekusi Brutal
Eksekusi brutal atas Khalifah Al-Mustasim terjadi setelah Hulagu Khan dan pasukannya menjarah, membunuh, dan memperkosa perempuan Baghdad di bawah tatapan mata sang khalifah.

Patut dicatat, Al-Mustasim menyerahkan Baghdad ke Hulagu Khan pada 10 Februari 1258 M. Tiga hari kemudian, pasukan Mongol memasuki Baghdad.

Mereka melakukan pemerkosaan, penjarahan, dan pembunuhan sepuas-puasnya untuk merayakan kemenangan mereka. Maka tak pelak, Baghdad berubah menjadi arena pembantaian paling brutal.

Selama berhari-hari, baik pria, wanita, maupun anak-anak, masyarakat sipil ataupun tentara dikejar dan dibunuh oleh pasukan Hulagu. Jumlah korban tewas dalam peristiwa ini tidak terhitung dengan pasti.

Para ahli menyebut jumlah 1 juta. Tapi dalam suratnya yang ditujukan kepada Raja Perancis, Louis IX, Hulagu mengklaim membunuh 200.000 orang Baghdad dalam invasi ini.

Di level para ningrat, sekitar 3.000 tokoh terkemuka Baghdad – termasuk pejabat, anggota keluarga Abbasiyah, dan khalifah sendiri – memohon grasi. Tapi semua 3.000 orang tersebut dihukum mati, kecuali khalifah, yang ditahan untuk waktu yang tidak terlalu lama.

Khalifah dibiarkan hidup sementara, sambil menyaksikan kebrutalan ini. Melihat orang-orang nomaden itu menjarah dan membakar khasanah peradaban dinasti Abbasiyah, serta menikmati detik-detik kehancuran kekhalifahan yang sudah disusun oleh nenek moyangnya selama lebih dari 500 tahun.

Sejarawan Islam, Abdullah Wassaf memperkirakan pembantaian warga kota Baghdad sampai beberapa ratus ribu orang.

Ian Frazier dari majalah The New York Worker memberi perkiraan sekitar 200 ribu sampai dengan 1 juta orang. Setelah kehancuran ini, kota Baghdad tidak pernah lagi menjadi pusat norma budaya istiadat dan ilmu-ilmu alam.

Baca juga: Kehebatan Mpu Nala Panglima Angkatan Laut Majapahit Penguasa Lautan yang Gentarkan Kekaisaran Mongol

Khalifah yang Religius
Dalam buku Ensiklopedi Sejarah Islam karya Tim Riset dan Studi Islam Mesir disebutkan dalam rangkaian Dinasti Abbasiyah terdapat 17 khalifah. Dengan terbunuhnya khalifah terakhir, maka berakhirlah kekhilafahan Abbasiyah di Baghdad.

Menurut buku tersebut, Al Mustashim Billah merupakan khalifah yang baik, religius, dan selalu menjaga lidah dan kemaluannya. Ia juga pandai membaca Al-Qur'an, baik hafalan maupun tajwid.

Asy-Syaraf Ad-Dimyathi mentakhrij 40 haditsnya. Ia juga memperoleh ijazah hadits darinya. Al Mu'tashim Billah juga memberikan ijazah hadits kepada sekelompok ulama. Hanya saja Khalifah Al Mustashim Billah lemah akalnya dan kurang perkasa.

Sementara itu, menterinya bernama Muayyiduddin Muhammad bin Al Alqami, pemilik kecenderungan kepada Syiah, adalah orang yang menyimpan dendam kepada Daulah Abbasiyah. Ada pendapat mengatakan bahwa ia keturunan Yahudi. Dialah orang yang membocorkan informasi mengenai kaum muslimin kepada pasukan Tartar, dan menyembunyikan kabar kedatangan mereka dari Al Mustashim.

Baca juga: Ekspedisi Pamalayu, Ambisi Raja Kertanegara Taklukkan Sumatera dan Adang Invasi Mongol
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Benarkah Islam Agama...
Benarkah Islam Agama Perang? Simak Sejarah Turunnya Perintah Berperang dalam Al-Qur'an
Sejarah Kiswah Kakbah:...
Sejarah Kiswah Kakbah: Dari Beragam Warna hingga Hitam yang Mendunia
Dibangun Lebih dari...
Dibangun Lebih dari Rp1.500 Triliun! 20 Fakta Menakjubkan Masjidil Haram
Jejak Para Singa Allah:...
Jejak Para Singa Allah: Deretan Panglima Perang Terhebat dalam Sejarah Islam
Inilah Penyebab Utama...
Inilah Penyebab Utama Iran Menjadi Negara Syiah
Kisah Runtuhnya Kekaisaran...
Kisah Runtuhnya Kekaisaran Sassaniyah: Transformasi Jati Diri Bangsa Persia di Bawah Islam
Rekomendasi
Tulang Rahang Keturunan...
Tulang Rahang Keturunan Manusia Pertama di Bumi Ditemukan
Imam Masjidil Haram...
Imam Masjidil Haram dari Indonesia Cuma 3 Ulama Sepanjang Sejarah, Ini Penyebabnya
Myanmar dan Bangladesh...
Myanmar dan Bangladesh Diminta Bersiap Hadapi Topan Mocha Hari Minggu Ini
Artikel Terkini
Rahasia Keharmonisan...
Rahasia Keharmonisan Rumah Tangga Menurut Kisah Umar bin Khattab
Hak Asuh Anak setelah...
Hak Asuh Anak setelah Perceraian : Siapa yang Paling Berhak Menurut Syariat?
Apakah Islam Mengenal...
Apakah Islam Mengenal Harta Gono-gini? Begini Penjelasan Hukum Kepemilikan Suami dan Istri
Nafkah Setelah Cerai...
Nafkah Setelah Cerai dalam Islam: Hak Mantan Istri dan Anak yang Wajib Dipenuhi
Masyarakat Indonesia...
Masyarakat Indonesia Bangun Islamic Centre Pertama dan Terbesar di Melbourne dari Eks Kantor Polisi
Pernikahan Membuka Pintu...
Pernikahan Membuka Pintu Rezeki, Benarkah?
Infografis
10 Kota Israel Dihuni...
10 Kota Israel Dihuni Banyak Umat Islam, Ada yang 99% Muslim
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved