Anjuran Berhati-hati dalam Memilih Teman, Yuk Amalkan!

Senin, 22 November 2021 - 08:44 WIB
loading...
Anjuran Berhati-hati...
Selektif dalam memilih teman merupakan prinsip utama dalam Islam, Karena sosok teman sangat berpengaruh bagi kehidupan seseorang baik di dunia maupun di akhirat. Foto ilustrasi/istimewa
A A A
Dalam pandangan Islam , seorang teman itu layaknya cermin. Jika seorang muslimah ingin mengetahui dirinya sendiri, maka lihatlah dengan siapa muslimah berteman. Jika temannya suka dunia malam, dunia gemerlap, dan jauh dari agama, maka dipastikan muslimah juga terjebak di kehidupan seperti itu.

Sebaliknya, jika temannya adalah suka menuntut ilmu agama, suka kajian Islam, maka Insya Allah, seorang muslimah akan dekat dengan agama. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Seorang mukmin merupakan cerminan saudaranya yang mukmin.” (HR. Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad, Abu Dawud dalam Ash-Shahihah)

Baca juga: Ini Petunjuk Rasulullah Memilih Teman agar Selamat Dunia Akhirat

Karena itu, Islam menganjurkan kita untuk berhati-hati dalam memilih teman. Selektif dalam memilih teman merupakan prinsip utama dalam Islam. Sejarah pun menunjukkan bahwa para ulama terdahulu (as-salafush shalih ) benar-benar memerhatikan prinsip ini. Karena sosok teman sangat berpengaruh bagi kehidupan seseorang baik di dunia maupun di akhirat.

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
المرء على دين خليله فلينظر احدكم من يخالل

“Seseorang itu berada pada agama teman karibnya, maka hendaklah salah seorang di antara kalian melihat siapakah yang dia jadikan teman karibnya.” (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi dan Ahmad)

Di dalam Shahih Al-Bukhari , disebutkan bahwa Alqamah rahimahullah seorang tabi’in yang mulia berkisah, bahwa ketika dia masuk ke Negeri Syam, maka dia (langsung menuju masjid dan) sholat dua rakaat. Kemudian dia memanjatkan sebuah doa: ‘Ya Allah, berilah aku kemudahan untuk mendapatkan teman yang baik (di negeri ini)’.

Usai berdoa dia mendatangi sekelompok orang yang sedang duduk-duduk dan turut bergabung bersama mereka. Lalu datanglah seorang syaikh dan duduk di sebelahku. Dia bertanya kepada mereka, ‘Siapakah orang ini?’

Mereka menjawab: ‘Beliau adalah Abu Darda’ (seorang sahabat Nabi Shalallahu alaihi wa sallam). Maka tabi'in itu mengatakan kepada beliau Abu Darda', "Aku telah berdoa kepada Allah Subhanahu wa ta'ala agar diberi kemudahan untuk mendapatkan teman yang baik (di negeri ini). Sungguh Allah Subhanahu wa ta'ala telah memudahkanku untuk bertemu denganmu." Lalu Abu Darda’ berkata, "Dari manakah engkau?". Maka dia mengatakan: "Aku dari negeri Kufah.”

Menukil pernyataan Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah, beliau mengatakan, "Memerhatikan atau memilih teman merupakan kewajiban setiap insan muslim. Jika mereka itu orang-orang yang buruk, maka hendaknya dijauhi, karena (penyakit) mereka itu lebih kuat penularannya daripada kusta. Atau jika mereka itu teman-teman yang baik, yang senantiasa memerintahkan kepada kebaikan, mencegah (anda) dari kemungkaran dan membimbing kepada pintu-pintu kebaikan, bergaullah (dengan mereka).”

Pernyataan Syaikh Utsaimin menegaskan bahwa umat Islam harus selektif memilih teman dan itu harus diupayakan sejak dini. Sebab pergaulan di masa muda sangat menentukan kelanjutan hidup pada fase-fase berikutnya.

Al-Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah berkata: “Jika engkau melihat seorang pemuda di awal pertumbuhannya bersama Ahlus Sunnah wal Jama’ah, maka harapkanlah kebaikannya (di kemudian hari). Jika engkau melihat di awal pertumbuhannya bersama ahlul bid’ah, maka berputusasalah akan kebaikannya (di kemudian hari).” [Kitab Al-Adab Asy-Syar’iyyah karya Al-Imam Ibnu Muflih]

Demikian halnya yang dikatakan Al-Imam Amr bin Qais Al-Mula’i rahimahullah, namun ada sedikit tambahan: “… karena (perjalanan) seorang pemuda sangat ditentukan oleh masa awal pertumbuhannya.” (Al-Ibanah karya Al-Imam Ibnu Baththah rahimahullah)

Bahkan ulama mengingatkan adalah tidak kalah pentingnya selektif dalam teman saat menuntut ilmu. Al-Imam Badruddin Ibnu Jama’ah Al-Kinani rahimahullah berkata: “Bila dia (seorang penuntut ilmu) membutuhkan teman, hendaknya memilih orang yang shalih, beragama, bertakwa, wara’, cerdas, banyak kebaikannya lagi sedikit keburukannya, santun dalam bergaul, dan tak suka berdebat. Bila dia lupa, teman tersebut bisa mengingatkannya. Bila dalam keadaan ingat (kebaikan), teman tersebut mendukungnya. Bila dia butuh bantuan, teman tersebut siap membantunya. Dan bila dia sedang marah, maka teman tersebut pun menyabarkannya.” (Tadzkiratus Sami’ wal Mutakallim).

Baca juga: Mencontoh Adab Berkomunikasi Sesuai Tuntunan Rasul

Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam bersabda:
.الرَّجُلُ عَلَى دِيْنِ خَلِيْلِهِ، فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ

“Seseorang tergantung agama teman akrabnya. Maka hendaknya salah seorang dari kalian memerhatikan siapa yang dijadikan sebagai teman akrab.” (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan Ahmad dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu. (Al-Ahadits Ash-Shahihah)

Sahabat Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu 'anhu berkata: “Seseorang akan berjalan dan berteman dengan orang yang dicintainya dan sejenis dengannya.” (Al-Ibanah karya Al-Imam Ibnu Baththah rahimahullah)

Al-Imam Qatadah rahimahullah berkata: “Demi Allah Subhanahu wa ta'ala, sungguh tidaklah kami melihat seseorang berteman kecuali dengan yang sejenisnya. Maka bertemanlah dengan orang-orang shalih dari hamba-hamba Allah subhanahu wa ta'ala, semoga kalian senantiasa bersama mereka atau menjadi seperti mereka.” (Al-Ibanah karya Al-Imam Ibnu Baththah rahimahullah).

Baca juga: Hak-hak Tetangga dalam Islam yang Tidak Boleh Diabaikan

Wallahu A'lam
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Panduan Berteman dalam...
Panduan Berteman dalam Islam, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Tipe Pertemanan Menurut...
Tipe Pertemanan Menurut Al Quran, Simak di Sini Saja!
Haruskah Selektif Memilih...
Haruskah Selektif Memilih Teman? Begini Penjelasan Islam!
Hukum Mendiamkan Teman...
Hukum Mendiamkan Teman dalam Islam
Hukum Memilih Pertemanan...
Hukum Memilih Pertemanan dalam Islam, Begini Penjelasannya
Agar Tidak Salah Bergaul,...
Agar Tidak Salah Bergaul, Perhatikan 4 Kriteria Ini
Rekomendasi
Mereka yang Menolak...
Mereka yang Menolak Hadiah Nobel, Ada Terpaksa maupun Sukarela
Ilmuwan Temukan Tanda-tanda...
Ilmuwan Temukan Tanda-tanda Awal Kepunahan Ganda di Bumi
Fenomena Alam Juli 2025:...
Fenomena Alam Juli 2025: Matahari Lambat Terbenam hingga Jarak Bumi Semakin Menjauh
Artikel Terkini
Doa Agar Allah Menutupi...
Doa Agar Allah Menutupi Aib Kita, Lengkap Arab, Latin, Artinya, dan Hadis Nabi
4 Cara Mengetahui Aib...
4 Cara Mengetahui Aib Diri Sendiri Menurut Islam, Jangan Sibuk Mencari Aib Orang
Tanda Allah Menutup...
Tanda Allah Menutup Aib Seseorang, Ini Pesan Mendalam Habib Umar bin Hafizh
Bahaya Mengumbar Aib...
Bahaya Mengumbar Aib di Media Sosial, Ini Penjelasan Islam Berdasarkan Al-Qur'an
Komisi VIII DPR Beri...
Komisi VIII DPR Beri Sinyal Ongkos Haji 2027 Naik
Tata Cara Menguburkan...
Tata Cara Menguburkan Jenazah Sesuai Syariat Islam, Lengkap dari Awal hingga Akhir
Infografis
Gunung Pelangi China,...
Gunung Pelangi China, Fenomena Alam yang Disebut dalam Al-Quran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved