Inilah Waktu-waktu yang Tepat untuk Membaca Shalawat Nabi
Senin, 22 November 2021 - 18:01 WIB
loading...
Salah satu cara mengekspresikan kecintaan terhadap Baginda Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam adalah dengan bershalawat. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Salah satu cara mengekspresikan kecintaan terhadap Baginda Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam adalah dengan bershalawat . Bahkan, Allah Ta'ala memerintahkan secara langsung agar senantiasa bershalawat kepada Rasulullah ini, seperti dalam firmanNya :
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk nabi, Wahai orang-orang mukmin, bershalawatlah kamu semua untuk nabi dan beri salamlah olehmu kepadanya dengan sebenar-benarnya.” (QS Al Ahzab : 56)
Baca juga: Tiga Salawat yang Dianjurkan untuk Diamalkan di Hari Jumat
Lalu kapan waktu yang tepat untuk bershalawat ini? Ternyata ada waktu-waktu yang sangat dianjurkan bahkan diharuskan kita membaca shalawat atas Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam. Dirangkum dari beberapa sumber, berikut waktu-waktu yang dianjurkan membaca shalawat tersebut:
1. Sesudah adzan
Rasulullah bersabda: “Apabila kamu mendengar muadzin (orang yang adzan) melantunkan adzan , sambutlah ucapannya. Sesudah menyambut adzan, maka bershalawatlah kamu untukku.” (HR. Muslim)
2.Ketika hendak keluar dan memasuki masjid
Hal ini berdasarkan hadis nabi: “Apabila salah seorang dari kalian masuk masjid, maka hendaklah ia membaca “Salam” kepadaku (membaca shalawat dan salam). Selepas itu hendaklah ia membaca: Allahummaftah lie abwaba rahmatika, (Ya Allah, bukakanlah untukku segala pintu rahmatmu). Dan apabila ia hendak keluar, hendaklah ia membaca (sesudah bershalawat): Allahumma inni as’aluka min fadlika. (Ya Allah, aku memohon kepadaMu limpahan rahmatMu).” (HR. Abu Daud
3. Sesudah membaca tasyahhud akhir
Rasulullah bersabda: “Apabila salah seorang kamu kamu bertasyahhud di dalam shalat maka hendaklah ia mengucapkan: Allahumma shalli ‘ala muhammadin wa’ala ali muhammadin, kama shallaita wa barakta watarohmata ‘ala ibrahima wa ali ibrahim, innaka hamidun majied.” (HR. al-Baihaqi)
4. Membaca shalawat di dalam sholat jenazah
Imam As-Syafi’i dalam kitabnya Al-Musnad menjelaskan, “Sunnah nabi di dalam salat jenazah ialah, di awali dengan bertakbir, selepas itu membaca al-fatihah tanpa mengeraskan suara, kemudian setelah takbir kedua membaca shalawat, setelah takbir ketiga membaca do’a dengan sepenuh keikhlasan untuk jenezah itu. Dalam salat jenazah tidak tidak dibacakan surat (ayat-ayat al-quran). Sesudah itu bertakbir dan memberi salam dengan suara yang tidak dikeraskan.”
5.Membaca shalawat di antara takbir-takbir Salat ‘Ied
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk nabi, Wahai orang-orang mukmin, bershalawatlah kamu semua untuk nabi dan beri salamlah olehmu kepadanya dengan sebenar-benarnya.” (QS Al Ahzab : 56)
Baca juga: Tiga Salawat yang Dianjurkan untuk Diamalkan di Hari Jumat
Lalu kapan waktu yang tepat untuk bershalawat ini? Ternyata ada waktu-waktu yang sangat dianjurkan bahkan diharuskan kita membaca shalawat atas Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam. Dirangkum dari beberapa sumber, berikut waktu-waktu yang dianjurkan membaca shalawat tersebut:
1. Sesudah adzan
Rasulullah bersabda: “Apabila kamu mendengar muadzin (orang yang adzan) melantunkan adzan , sambutlah ucapannya. Sesudah menyambut adzan, maka bershalawatlah kamu untukku.” (HR. Muslim)
2.Ketika hendak keluar dan memasuki masjid
Hal ini berdasarkan hadis nabi: “Apabila salah seorang dari kalian masuk masjid, maka hendaklah ia membaca “Salam” kepadaku (membaca shalawat dan salam). Selepas itu hendaklah ia membaca: Allahummaftah lie abwaba rahmatika, (Ya Allah, bukakanlah untukku segala pintu rahmatmu). Dan apabila ia hendak keluar, hendaklah ia membaca (sesudah bershalawat): Allahumma inni as’aluka min fadlika. (Ya Allah, aku memohon kepadaMu limpahan rahmatMu).” (HR. Abu Daud
3. Sesudah membaca tasyahhud akhir
Rasulullah bersabda: “Apabila salah seorang kamu kamu bertasyahhud di dalam shalat maka hendaklah ia mengucapkan: Allahumma shalli ‘ala muhammadin wa’ala ali muhammadin, kama shallaita wa barakta watarohmata ‘ala ibrahima wa ali ibrahim, innaka hamidun majied.” (HR. al-Baihaqi)
4. Membaca shalawat di dalam sholat jenazah
Imam As-Syafi’i dalam kitabnya Al-Musnad menjelaskan, “Sunnah nabi di dalam salat jenazah ialah, di awali dengan bertakbir, selepas itu membaca al-fatihah tanpa mengeraskan suara, kemudian setelah takbir kedua membaca shalawat, setelah takbir ketiga membaca do’a dengan sepenuh keikhlasan untuk jenezah itu. Dalam salat jenazah tidak tidak dibacakan surat (ayat-ayat al-quran). Sesudah itu bertakbir dan memberi salam dengan suara yang tidak dikeraskan.”
5.Membaca shalawat di antara takbir-takbir Salat ‘Ied
Lihat Juga :