Kisah Nabi Khidir Dijual Pengemis dan Menjadi Budak

loading...
Kisah Nabi Khidir Dijual Pengemis dan Menjadi Budak
Nabi Khidir rela dijual seorang pengemis ketika ia tidak memiliki apa pun untuk sedekah. (Foto/Ilustrasi : Ist)
Pada suatu hari, Nabi Khidir tengah berjalan-jalan di tengah pasar Bani Israil . Beliau berpapasan dengan seorang pengemis. Tanpa mengenal Nabi Khidir, pengimis itu berbicara kepada beliau: “Sedekahlah padaku. Semoga Allah SWT memberkahimu."

“Atas nama Allah SWT, sayangnya aku tidak punya sesuatu yang dapat aku berikan untukmu," jawab Nabi Khidir.

“Aku memohon kepadamu wahai tuan. Atas nama Allah SWT aku melihat tanda-tanda kebaikan di wajah tuan. Dan aku mengharapkan berkah dari tuan," rengek pengemis itu lagi.

"Maafkan aku. Aku tidak punya sesuatu yang dapat aku berikan kepadamu kecuali engkau membawaku lalu engkau jual diriku ini,” jawab Nabi Khidir.

“Apakah engkau bersungguh-sungguh," tanya pengemis

“Betul. Sesuai perkataanku tadi. Kamu terus meminta dengan membawa-bawa nama tuhan yang mulia. Aku tidak enak hati untuk menolaknya. Jual saja aku ini," jawab Nabi Khidir tegas.

Baca juga: Nabi Khidir Putra Raja yang Lahir di Gua, Saat Bayi Disusui Kambing

Pengemis itu lalu menawarkan Nabi Khidir untuk dijual sebagai budak kepada orang-orang. Nabi Khidir pun terjual dengan harga 400 dirham.

Nabi Khidir kemudian tinggal bersama majikan yang baru saja membelinya. Namun sayangnya pada jangka waktu yang lama, majikannya itu tidak menyuruh apapun kepada Nabi Khidir. Hal inipun mengundang tanya di benak Nabi Khidir.

Beliaupun kemudian bertanya: “Kenapa engkau tidak mempekerjakanku. Padahal engkau membeli untuk mengambil manfaat dari diriku?"
halaman ke-1
cover top ayah
شَهۡرُ رَمَضَانَ الَّذِىۡٓ اُنۡزِلَ فِيۡهِ الۡقُرۡاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَ بَيِّنٰتٍ مِّنَ الۡهُدٰى وَالۡفُرۡقَانِۚ فَمَنۡ شَهِدَ مِنۡكُمُ الشَّهۡرَ فَلۡيَـصُمۡهُ ؕ وَمَنۡ کَانَ مَرِيۡضًا اَوۡ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنۡ اَيَّامٍ اُخَرَؕ يُرِيۡدُ اللّٰهُ بِکُمُ الۡيُسۡرَ وَلَا يُرِيۡدُ بِکُمُ الۡعُسۡرَ وَلِتُکۡمِلُوا الۡعِدَّةَ وَلِتُکَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰٮكُمۡ وَلَعَلَّکُمۡ تَشۡكُرُوۡنَ
Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu ada di bulan itu, maka berpuasalah. Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (dia tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur.

(QS. Al-Baqarah:185)
cover bottom ayah
preload video