Bolehkah Mengucapkan Selamat Natal? Begini Penjelasan Quraish Shihab

loading...
Bolehkah Mengucapkan Selamat Natal? Begini Penjelasan Quraish Shihab
Ilustrasi Nabi Isa: Al-Quran mengabadikan dan merestui ucapan selamat Natal pertama dari dan untuk Nabi Isa as. (Foto/Ilustrasi: Ist)
Beberapa hari lagi hari Natal.Umat Nasrani lazimnya merayakan dan memperingati hari yang diyakini sebagai hari kelahiran Isa Al-Masih. Biasanya pula, di kalangan umat Islam muncul perbedaan pendapat mengenai boleh tidaknya mengucapkan hari Natal pada 25 Desember tersebut. Prof Dr Quraish Shihab dalam bukunya berjudul "Membumikan Al-Qur'an" berpendapat Al-Quran mengabadikan dan merestui ucapan selamat Natal pertama dari dan untuk Nabi Isa as. Quraish mengawali penjelasannya masalah ini dengan cuplikan kisah Natal dari Al-Quran Surah Maryam ayat 34 .

Baca juga: Kisah Nabi Isa Menangis, Berdoa Meminta Hidangan dari Langit

Berikut penjelasannya:

Sakit perut menjelang persalinan, memaksa Maryam bersandar ke pohon kurma. Ingin rasanya beliau mati, bahkan tidak pernah hidup sama sekali. Tetapi Malaikat Jibril datang menghibur: "Ada anak sungai di bawahmu, goyanghan pangkal pohon kurma ke arahmu, makan, minum dan senangkan hatimu. Kalau ada yang datang katakan: 'Aku bernazar tidak bicara.'"

"Hai Maryam, engkau melakukan yang amat buruk. Ayahmu bukan penjahat, ibumu pun bukan penzina," demikian kecaman kaumnya, ketika melihat bayi di gendongannya. Tetapi Maryam terdiam.

Beliau hanya menunjuk bayinya. Dan ketika itu bercakaplah sang bayi menjelaskan jati dirinya sebagai hamba Allah yang diberi Al-Kitab, sholat, berzakat serta mengabdi kepada ibunya. Kemudian sang bayi berdoa: "Salam sejahtera (semoga) dilimpahkan kepadaku pada hari kelahiranku, hari wafatku, dan pada hari ketika aku dibangkitkan hidup kembali."

Quraish bertanya, terlarangkah mengucapkan salam semacam itu? Bukankah Al-Quran telah memberikan contoh? Bukankah ada juga salam yang tertuju kepada Nuh, Ibrahim, Musa, Harun, keluarga Ilyas, serta para nabi lainnya?

Quraish menjelaskan setiap Muslim harus percaya kepada Isa as seperti penjelasan ayat di atas, juga harus percaya kepada Muhammad SAW, karena keduanya adalah hamba dan utusan Allah.

"Kita mohonkan curahan shalawat dan salam untuk mereka berdua sebagaimana kita mohonkan untuk seluruh nabi dan rasul," katanya.

"Tidak bolehkah kita merayakan hari lahir (natal) Isa as?" lanjut Quraish. "Bukankah Nabi SAW juga merayakan hari keselamatan Musa as dari gangguan Fir'aun dengan berpuasa 'Asyura, seraya bersabda, 'Kita lebih wajar merayakannya daripada orang Yahudi pengikut Musa AS'," jelasnya.
halaman ke-1
cover top ayah
اِنَّ هٰذِهٖ تَذۡكِرَةٌ ‌ۚ فَمَنۡ شَآءَ اتَّخَذَ اِلٰى رَبِّهٖ سَبِيۡلًا
Sungguh, (ayat-ayat) ini adalah peringatan, maka barangsiapa menghendaki (kebaikan bagi dirinya) tentu dia mengambil jalan menuju kepada Tuhannya.

(QS. Al-Insan:29)
cover bottom ayah
preload video