Iman Kepada Allah: Ibadah Hati yang Paling Dicintai Allah
Selasa, 09 Juni 2020 - 08:42 WIB
loading...
A
A
A
Di antaranya ada yang termasuk amal hati , di antara adalah amal anggota tubuh, dan yang lebih wajib adalah amal hati, ia lebih wajib dalam setiap waktu dan kepada semua mukallaf. Apabila sirna amal hati sirnalah iman.
Sebagaimana kebaikan semua amal iman yang nampak –maksudnya amal anggota tubuh- diterima dan baiknya tergantung kebaikan iman hati yang merupakan dasar. Karena itulah, Ibnul Qayyim berkata dalam kitabnya ‘Bada`iul Fawaid’: Mengenal hukum-hukum hati lebih penting dari pada mengenal hukum-hukum anggota tubuh, karena ia adalah dasar dan hukum-hukum anggota tubuh merupakan cabang darinya.
Ibnu Taimiyah dalam Majmu’ Al Fatawa juga menyebut amalan badan tidak akan diterima tanpa perantara amalan hati. Karena hati adalah raja, sedangkan anggota badan ibarat prajuritnya. Bila Sang Raja buruk, maka akan buruk pula seluruh prajuritnya. (Baca juga: Hati Adalah Raja, Amalan Hati Lebih Penting Ketimbang Amal Badan ).
Amalan hati memiliki kedudukan yang agung. Bisa dikatakan, pahala dari amalan hati lebih besar daripada amalan badan. Sebagaimana dosa hati lebih besar daripada dosa badan. Oleh karena itu kita dapati; dosa kufur dan kemunafikan lebih besar daripada dosa zina, riba, minum khamr, judi dst.
Dasar agama dan kaidahnya di sisi seorang mukmin bertolak dari amal hati yang dimulai dengan menerima keindahan ilmu dan berita-berita Rabbani yang berbuah darinya semua amal hati, seperti yakin kepada Allah SWT, mengikhlaskan agamanya bagi-Nya, mencintai-Nya, tawakkal kepada-Nya, bersyukur kepada-Nya, sabar terhadap hukumnya secara taqdir dan syar’i, takut dari-Nya, berharap kepada-Nya, loyal pada-Nya, hina, tunduk dan kembali kepada-Nya, tenang dengan-Nya, dan selain yang demikian itu sangat banyak.
Baca juga: Baca juga: Bukti-bukti Keniscayaan Hari Akhir Menurut Al-Qur'an
Dan manusia dalam amal iman secara lahir dan batin berbeda-beda dalam kedudukan dan derajat mereka menurut kadar menunaikannya secara jumlah dan cara.
Di antara mereka adalah zalim terhadap dirinya, di antara mereka ada yang pertengahan, dan di antara mereka ada yang terdahulu dengan kebaikan, dan setiap golongan dari tiga golongan ini ada kedudukan yang tidak bisa menghitungnya kecuali Allah SWT.
Ibnu Rajab rahimahullah berkata saat menerangkan hadis: ‘Sesungguhnya di dalam tubuh ada segumpal darah...al-Hadits: Padanya merupakan isyarat bahwa kebaikan gerakan hamba dengan anggota tubuhnya, menjauhinya bagi yang diharamkan, dan menjauhinya bagi yang syubhat adalah menurut kebaikan gerakan hatinya.
Baca juga: Al-Qur'an Menjawab Para Pengingkar Hari Kiamat
Sebagaimana kebaikan semua amal iman yang nampak –maksudnya amal anggota tubuh- diterima dan baiknya tergantung kebaikan iman hati yang merupakan dasar. Karena itulah, Ibnul Qayyim berkata dalam kitabnya ‘Bada`iul Fawaid’: Mengenal hukum-hukum hati lebih penting dari pada mengenal hukum-hukum anggota tubuh, karena ia adalah dasar dan hukum-hukum anggota tubuh merupakan cabang darinya.
Ibnu Taimiyah dalam Majmu’ Al Fatawa juga menyebut amalan badan tidak akan diterima tanpa perantara amalan hati. Karena hati adalah raja, sedangkan anggota badan ibarat prajuritnya. Bila Sang Raja buruk, maka akan buruk pula seluruh prajuritnya. (Baca juga: Hati Adalah Raja, Amalan Hati Lebih Penting Ketimbang Amal Badan ).
Amalan hati memiliki kedudukan yang agung. Bisa dikatakan, pahala dari amalan hati lebih besar daripada amalan badan. Sebagaimana dosa hati lebih besar daripada dosa badan. Oleh karena itu kita dapati; dosa kufur dan kemunafikan lebih besar daripada dosa zina, riba, minum khamr, judi dst.
Dasar agama dan kaidahnya di sisi seorang mukmin bertolak dari amal hati yang dimulai dengan menerima keindahan ilmu dan berita-berita Rabbani yang berbuah darinya semua amal hati, seperti yakin kepada Allah SWT, mengikhlaskan agamanya bagi-Nya, mencintai-Nya, tawakkal kepada-Nya, bersyukur kepada-Nya, sabar terhadap hukumnya secara taqdir dan syar’i, takut dari-Nya, berharap kepada-Nya, loyal pada-Nya, hina, tunduk dan kembali kepada-Nya, tenang dengan-Nya, dan selain yang demikian itu sangat banyak.
Baca juga: Baca juga: Bukti-bukti Keniscayaan Hari Akhir Menurut Al-Qur'an
Dan manusia dalam amal iman secara lahir dan batin berbeda-beda dalam kedudukan dan derajat mereka menurut kadar menunaikannya secara jumlah dan cara.
Di antara mereka adalah zalim terhadap dirinya, di antara mereka ada yang pertengahan, dan di antara mereka ada yang terdahulu dengan kebaikan, dan setiap golongan dari tiga golongan ini ada kedudukan yang tidak bisa menghitungnya kecuali Allah SWT.
Ibnu Rajab rahimahullah berkata saat menerangkan hadis: ‘Sesungguhnya di dalam tubuh ada segumpal darah...al-Hadits: Padanya merupakan isyarat bahwa kebaikan gerakan hamba dengan anggota tubuhnya, menjauhinya bagi yang diharamkan, dan menjauhinya bagi yang syubhat adalah menurut kebaikan gerakan hatinya.
Baca juga: Al-Qur'an Menjawab Para Pengingkar Hari Kiamat
Lihat Juga :