Selamat Hari Ibu! Berikut 5 Hadis Keutamaan Berbakti kepada Ibu

loading...
Selamat Hari Ibu! Berikut 5 Hadis Keutamaan Berbakti kepada Ibu
Sosok ibu sangat dihormati dalam Islam dan diwajibkan untuk berbuat baik kepada mereka (birrul walidain). Foto ilustrasi/Ist
Ibu adalah orang yang paling layak untuk mendapatkan perlakuan paling baik. Islam menaruh perhatian khusus terhadap sosok ibu sehingga wajib untuk dimuliakan dan berbuat baik kepadanya.

Bukti bahwa Islam sangat memuliakan perempuan yaitu diabadikannya salah satu surat Al-Qur'an dengan nama Surat An-Nisa' (perempuan) terdiri atas 176 ayat. Banyak Hadis Nabi menerangkan keutamaan memuliakan Ibu dan berbakti kepadanya.

Di Indonesia, Hari Ibu diperingati setiap Tanggal 22 Desember yang tahun ini jatuh pada hari ini, Rabu (22/12/2021). Hari Ibu bermula dari Kongres Perempuan Indonesia III yang digelar di Bandung tanggal 22 Desember 1938. Melalui Kongres Perempuan itu akhirnya ditetapkan tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu untuk mengenang perjuangan dan jasa-jasa perempuan Indonesia dalam membantu kemerdekaan RI.

Dalam satu riwayat diceritakan satu kisah pemuda yang mengabdikan dirinya berbakti kepada ibunya. Sosok pemuda saleh ini diceritakan oleh Baginda Nabi karena namanya terkenal di langit. Beliau adalah Uwais Al-Qorni, pemuda miskin asal Yaman yang membuat Rasulullah senang kepadanya.

Sampai-sampai sahabat sekelas Umar bin Khathab radhiyallahu 'anhu dan lainnya diperintahkan Nabi untuk menemui Uwais. Hal ini disebabkan begitu hebatnya Birrul Walidain Uwais kepada ibunya. Nabi bersabda: "Sesungguhnya Tabi'in yang terbaik adalah seorang lelaki bernama Uwais. Ia memiliki seorang ibu, dan ia memiliki tanda putih di tubuhnya. Maka temuilah ia dan mintalah ampunan kepada Allah melalui dia untuk kalian." (HR Muslim)

Berikut 5 Hadis Nabi tentang Keutamaan Berbakti kepada Ibu dan Berbuat Baik kepadanya:

1. Ibu Lebih Berhak Diperlakukan Baik
Dari Mu'awiyah bin Haidah Al-Qusyairi radhiyallahu 'anhu, beliau bertanya kepada Nabi:

يا رسولَ اللهِ ! مَنْ أَبَرُّ ؟ قال : أُمَّكَ ، قُلْتُ : مَنْ أَبَرُّ ؟ قال : أُمَّكَ ، قُلْتُ : مَنْ أَبَرُّ : قال : أُمَّكَ ، قُلْتُ : مَنْ أَبَرُّ ؟ قال : أباك ، ثُمَّ الأَقْرَبَ فَالأَقْرَبَ

"Wahai Rasulullah, siapa yang paling berhak aku perlakukan dengan baik? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: Ayahmu, lalu yang lebih dekat setelahnya dan setelahnya" (HR Al Bukhari)

2. Kedudukan Ibu 3 Kali Lebih Mulia dari Ayah
Dari Miqdam bin Ma'di Yakrib radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

نَّ اللَّهَ يوصيكم بأمَّهاتِكُم ثلاثًا، إنَّ اللَّهَ يوصيكم بآبائِكُم، إنَّ اللَّهَ يوصيكم بالأقرَبِ فالأقرَبِ

"Sesungguhnya Allah berwasiat 3 kali kepada kalian untuk berbuat baik kepada ibu kalian, sesungguhnya Allah berwasiat kepada kalian untuk berbuat baik kepada ayah kalian, sesungguhnya Allah berwasiat kepada kalian untuk berbuat baik kepada kerabat yang paling dekat kemudian yang dekat." (HR Ibnu Majah)

3. Bakti Kepada Ibu Amalan Paling Mendekatkan Diri kepada Allah
Dari Atha bin Yassar, ia berkata:

عن ابنِ عبَّاسٍ أنَّهُ أتاهُ رجلٌ ، فقالَ : إنِّي خَطبتُ امرأةً فأبَت أن تنكِحَني ، وخطبَها غَيري فأحبَّت أن تنكِحَهُ ، فَغِرْتُ علَيها فقتَلتُها ، فَهَل لي مِن تَوبةٍ ؟ قالَ : أُمُّكَ حَيَّةٌ ؟ قالَ : لا ، قالَ : تُب إلى اللَّهِ عزَّ وجلَّ ، وتقَرَّب إليهِ ما استَطعتَ ، فذَهَبتُ فسألتُ ابنَ عبَّاسٍ : لمَ سألتَهُ عن حياةِ أُمِّهِ ؟ فقالَ : إنِّي لا أعلَمُ عملًا أقرَبَ إلى اللَّهِ عزَّ وجلَّ مِن برِّ الوالِدةِ

"Dari Ibnu 'Abbas, ada seorang lelaki datang kepadanya, lalu berkata kepada Ibnu Abbas: Saya pernah ingin melamar seorang wanita, namun ia enggan menikah dengan saya. Lalu ada orang lain yang melamarnya, lalu si wanita itu mau menikah dengannya. Aku pun cemburu dan membunuh sang wanita tersebut. Apakah saya masih bisa bertaubat? Ibnu Abbas menjawab: Apakah ibumu masih hidup? Lelaki tadi menjawab: Tidak, sudah meninggal. Lalu Ibnu Abbas mengatakan: Kalau begitu bertaubatlah kepada Allah dan dekatkanlah diri kepadaNya sedekat-dekatnya. Lalu lelaki itu pergi. Aku (Atha') bertanya kepada Ibnu Abbas: kenapa anda bertanya kepadanya tentang ibunya masih hidup atau tidak? Ibnu Abbas menjawab: aku tidak tahu amalan yang paling bisa mendekatkan diri kepada Allah selain Birrul Walidain (berbakti kepada orangtua)." (HR Al Bukhari)

4. Ridho Allah Terletak Pada Ridho Orangtua
Dalam bebera riwayat disebutkan bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

رِضَا اَللَّهِ فِي رِضَا اَلْوَالِدَيْنِ, وَسَخَطُ اَللَّهِ فِي سَخَطِ اَلْوَالِدَيْنِ

"Ridha Allah ada pada ridha kedua orangtua dan kemurkaan Allah ada pada kemurkaan kedua orang tua." (HR at-Tirmidzi, Ibnu Hibban, Hakim)

5. Berbakti kepada Ibu Menjadi Sebab Seseorang Masuk Surga
Hadis ini diriwayatkan oleh Imam An-Nasa'i, Ibnu Majah, Ahmad dan disahihkan oleh Imam Al-Hakim.

عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ جَاهِمَةَ السَّلَمِيِّ ، أَنَّ جَاهِمَةَ رضي الله عنه جَاءَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ : يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَدْتُ أَنْ أَغْزُوَ وَقَدْ جِئْتُ أَسْتَشِيرُكَ . فَقَالَ : هَلْ لَكَ مِنْ أُمٍّ ؟ قَالَ نَعَمْ . قَالَ: فَالْزَمْهَا فَإِنَّ الْجَنَّةَ تَحْتَ رِجْلَيْهَا
halaman ke-1
preload video