Surat Yasin Ayat 36: Hikmah Allah SWT Ciptakan Semua Berpasang-pasangan
Kamis, 23 Desember 2021 - 12:22 WIB
loading...
A
A
A
Lebih luas lagi, Tim penulis Tafsir al-Muntakhab sebagaimana yang dikutip oleh Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Misbah, mengatakan bahwa kata “min” dalam ayat ini berfungsi sebagai penjelas. Bahwa Allah telah mencipatakan pejantan dan betina pada semua makhluk cipataan-Nya, baik itu tumbuh-tumbuhan, hewan, manusia ataupun makhluk hidup lain yang tak kasat mata (seperti jin) dan yang belum diketahui oleh manusia (wa mimma la ya’lamun).
Menurut Quraish, pendapat ini sejalan dengan makna kebahasaan serta kenyataan ilmiah pada saat ini. Dari segi bahasa, kata azwaj menurut pakar bahasa al-Qur’an ar-Raghib al-Ashfahani, digunakan untuk menunjukan dua hal, yakni; yang berpasangan dan bersamaan. Misalnya, yang berpasangan seperti betina-pejantan, pria-wanita. Di saat yang sama ia juga berfungsi menunjukkan pada sesuatu yang sama misalnya “alas kaki”, namun hal yang sama ini bisa diakibatkan karena “kesamaan” atau karena “bertolak belakang”.
Buya Hamka dalam tafsir Al-Azhar mengilustrasikan yang bertolak belakang seperti positif-negatif, menurutnya dengan keduanya itu mampu melahirkan penemuan baru, sebut saja seperti listrik, yang sampai saat ini menjadi kebutuhan manusia hingga saat ini.
Oleh karena itu, tidak heran jika Allah menciptakan segala sesuatu itu berpasang-pasangan, seperti; pria, wanita, senang, sedih, resah, gembira, cinta, dilema, optimis, pesimis, kaya, miskin, dan sebagainya. Bayangkan jika Allah hanya mencipatkan satu macam saja, apa yang bisa kita nikmati?
Maka, melalui ayat ini, seharusnya menjadikan kita menjadi hamba yang lebih bersyukur dan legowo atas nikmat serta kehendak yang telah Allah limpahkan, niscaya ia akan menambahkan nikmat lain yang mungkin belum pernah kita rasakan sebelumnya.
Allah juga berfirman:
Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan agar kamu mengingat (kebesaran Allah). ( QS Adz-Dzariyat : 49)
Baca juga: Surat Yasin Ayat 28-29: Satu Teriakan Menghabisi Penduduk Antokiah
Menurut Quraish, pendapat ini sejalan dengan makna kebahasaan serta kenyataan ilmiah pada saat ini. Dari segi bahasa, kata azwaj menurut pakar bahasa al-Qur’an ar-Raghib al-Ashfahani, digunakan untuk menunjukan dua hal, yakni; yang berpasangan dan bersamaan. Misalnya, yang berpasangan seperti betina-pejantan, pria-wanita. Di saat yang sama ia juga berfungsi menunjukkan pada sesuatu yang sama misalnya “alas kaki”, namun hal yang sama ini bisa diakibatkan karena “kesamaan” atau karena “bertolak belakang”.
Buya Hamka dalam tafsir Al-Azhar mengilustrasikan yang bertolak belakang seperti positif-negatif, menurutnya dengan keduanya itu mampu melahirkan penemuan baru, sebut saja seperti listrik, yang sampai saat ini menjadi kebutuhan manusia hingga saat ini.
Oleh karena itu, tidak heran jika Allah menciptakan segala sesuatu itu berpasang-pasangan, seperti; pria, wanita, senang, sedih, resah, gembira, cinta, dilema, optimis, pesimis, kaya, miskin, dan sebagainya. Bayangkan jika Allah hanya mencipatkan satu macam saja, apa yang bisa kita nikmati?
Maka, melalui ayat ini, seharusnya menjadikan kita menjadi hamba yang lebih bersyukur dan legowo atas nikmat serta kehendak yang telah Allah limpahkan, niscaya ia akan menambahkan nikmat lain yang mungkin belum pernah kita rasakan sebelumnya.
Allah juga berfirman:
وَمِنْ كُلِّ شَيْءٍ خَلَقْنَا زَوْجَيْنِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ
Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan agar kamu mengingat (kebesaran Allah). ( QS Adz-Dzariyat : 49)
Baca juga: Surat Yasin Ayat 28-29: Satu Teriakan Menghabisi Penduduk Antokiah
(mhy)
Lihat Juga :