Mereka yang Meninggalkan Tahta dan Larut dalam Pertobatan
Senin, 27 Desember 2021 - 17:44 WIB
loading...
A
A
A
Dalam tidurnya dia bermimpi melihat seseorang yang sedang memegang buku, kemudian dia memberikan buku itu kepadanya, dan dia pun membukanya.
Buku itu tertulis dengan huruf emas, sebagai berikut: Janganlah mementingkan sesuatu yang fana dibandingkan yang kekal, janganlah engkau tertipu dengan kerajaanmu, kedudukanmu, kekuasaanmu, banyaknya pembantumu, hamba-hamba sahayamu, dan kenikmatan syahwatmu. Karena yang engkau rasakan itu memang terasa nyata, padahal hakikatnya adalah fatamorgana.
Baca juga: Ibrahim bin Adham Bertemu Malaikat Jibril, Ini Permintaannya
Benar dia adalah kerajaan, namun setelahnya adalah kebinasaan. Dia adalah kegembiraan dan kebahagiaan, namun dia hanyalah permainan dan tipu daya, dia adalah satu hari jika memang dia terikat dengan hari esok. Karena itu, segeralah kembali kepada perintah Allah. Karena Allah berfirman:
“Dan bersegeralah engkau kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang orang yang bertakwa.” ( QS Ali Imran : 133)
Maka, sang raja pun tersentak kaget. Dia berkata, ini adalah peringatan dari Allah SWT, dan nasihat. Lalu, dia segera meninggalkan kekuasaannya tanpa diketahui orang-orang. Selanjutnya, dia naik ke gunung ini dan beribadah di sini.
Saat saya mendengar kisahnya, saya pun mendatanginya dan menanyakan keadaannya. Dia pun menceritakan kepadaku tentang awal perjalanan ibadahnya. Saya pun bercerita kepadanya tentang awal perjalanan ibadahku. Dan saya sering mengunjunginya, hingga dia meninggal dunia. Kemudian dia dikuburkan di sini. Dan ini adalah kuburnya, semoga Allah merahmatinya.”
Baca juga: KIsah Sufi Ibrahim bin Adham: Menginap di Rumah Pemuda yang Dirasuki Setan
Buku itu tertulis dengan huruf emas, sebagai berikut: Janganlah mementingkan sesuatu yang fana dibandingkan yang kekal, janganlah engkau tertipu dengan kerajaanmu, kedudukanmu, kekuasaanmu, banyaknya pembantumu, hamba-hamba sahayamu, dan kenikmatan syahwatmu. Karena yang engkau rasakan itu memang terasa nyata, padahal hakikatnya adalah fatamorgana.
Baca juga: Ibrahim bin Adham Bertemu Malaikat Jibril, Ini Permintaannya
Benar dia adalah kerajaan, namun setelahnya adalah kebinasaan. Dia adalah kegembiraan dan kebahagiaan, namun dia hanyalah permainan dan tipu daya, dia adalah satu hari jika memang dia terikat dengan hari esok. Karena itu, segeralah kembali kepada perintah Allah. Karena Allah berfirman:
“Dan bersegeralah engkau kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang orang yang bertakwa.” ( QS Ali Imran : 133)
Maka, sang raja pun tersentak kaget. Dia berkata, ini adalah peringatan dari Allah SWT, dan nasihat. Lalu, dia segera meninggalkan kekuasaannya tanpa diketahui orang-orang. Selanjutnya, dia naik ke gunung ini dan beribadah di sini.
Saat saya mendengar kisahnya, saya pun mendatanginya dan menanyakan keadaannya. Dia pun menceritakan kepadaku tentang awal perjalanan ibadahnya. Saya pun bercerita kepadanya tentang awal perjalanan ibadahku. Dan saya sering mengunjunginya, hingga dia meninggal dunia. Kemudian dia dikuburkan di sini. Dan ini adalah kuburnya, semoga Allah merahmatinya.”
Baca juga: KIsah Sufi Ibrahim bin Adham: Menginap di Rumah Pemuda yang Dirasuki Setan
(mhy)
Lihat Juga :