Sayed Imam Ali Shah: Sufi Waktu, Tempat, dan Orang
Rabu, 29 Desember 2021 - 15:19 WIB
loading...
Kisah ini berasal dari ajaran Sayed Imam Ali Shah, yang wafat pada tahun 1860 dan dimakamkan di Gurdaspur, India. (Foto/Ilustrasi : Ist)
A
A
A
Idries Shah dalam bukunya berjudul "Tales of The Dervishes" menukil kisah berasal dari ajaran Sayed Imam Ali Shah, yang wafat pada tahun 1860 dan dimakamkan di Gurdaspur, India.
Guru dari tarekat Naqshbandi yang terkenal ini sering kali terganggu oleh para calon pengikut dari segala bangsa dan kepercayaan karena adanya fenomena 'psi' yang ganjil yang terus-menerus dikatakan tentang dirinya.
Ada orang mengatakan bahwa ia datang kepada mereka lewat mimpi, menyampaikan kabar penting, bahwa ia terlihat di beberapa tempat pada saat bersamaan; bahwa apa pun yang dikatakannya ternyata mempunyai kegunaan tertentu bagi kepentingan teman bicaranya. Tetapi ketika mereka bertatap muka dengannya, orang-orang itu tak mendapati sesuatu yang sifatnya supranatural atau ganjil pada dirinya.
Baca juga: Kisah Sufi Tarekat Asaaseen: Orang Berjalan di Atas Air
Berikut kisah tersebut:
Pada zaman dahulu, ada seorang raja yang memanggil seorang Darwis dan berkata kepadanya: "Jalan para darwis, melalui silih bergantinya para guru sejak zaman lampau hingga kini, telah senantiasa memancarkan cahaya yang menjadi pendorong nilai-nilai yang membuat martabatku tampak tak lebih dari suatu bayangan pudar."
Darwis itu menjawab, "Demikianlah adanya."
"Sekarang," kata raja itu, "karena aku sangat berhasrat untuk mengetahui fakta-fakta di masa lalu, dan ingin sekali mendapatkan kebenaran yang bisa kau tunjukkan, dalam kebijaksaanmu yang ulung itu, maka ajarilah aku!"
"Suatu perintahkah itu atau permintaan?" tanya si darwis.
"Terserah padamu," kata raja itu, "kalau dianggap suatu perintah, aku siap belajar. Kalau dianggap permintaan, aku siap belajar."
Dan, ia menunggu jawaban darwis itu.
Berpuluh-puluh menit berlalu, dan akhirnya darwis itu menengadahkan kepalanya yang sejak tadi tunduk merenung. Katanya, "Raja harus menantikan 'saat pewahyuan'."
Jawaban itu mengherankan Raja, sebab, bagaimanapun juga, manakala ia ingin mengetahui sesuatu ia merasa memiliki hak untuk diberitahu, atau ditunjukkan, sesuatu atau lainnya.
Guru dari tarekat Naqshbandi yang terkenal ini sering kali terganggu oleh para calon pengikut dari segala bangsa dan kepercayaan karena adanya fenomena 'psi' yang ganjil yang terus-menerus dikatakan tentang dirinya.
Ada orang mengatakan bahwa ia datang kepada mereka lewat mimpi, menyampaikan kabar penting, bahwa ia terlihat di beberapa tempat pada saat bersamaan; bahwa apa pun yang dikatakannya ternyata mempunyai kegunaan tertentu bagi kepentingan teman bicaranya. Tetapi ketika mereka bertatap muka dengannya, orang-orang itu tak mendapati sesuatu yang sifatnya supranatural atau ganjil pada dirinya.
Baca juga: Kisah Sufi Tarekat Asaaseen: Orang Berjalan di Atas Air
Berikut kisah tersebut:
Pada zaman dahulu, ada seorang raja yang memanggil seorang Darwis dan berkata kepadanya: "Jalan para darwis, melalui silih bergantinya para guru sejak zaman lampau hingga kini, telah senantiasa memancarkan cahaya yang menjadi pendorong nilai-nilai yang membuat martabatku tampak tak lebih dari suatu bayangan pudar."
Darwis itu menjawab, "Demikianlah adanya."
"Sekarang," kata raja itu, "karena aku sangat berhasrat untuk mengetahui fakta-fakta di masa lalu, dan ingin sekali mendapatkan kebenaran yang bisa kau tunjukkan, dalam kebijaksaanmu yang ulung itu, maka ajarilah aku!"
"Suatu perintahkah itu atau permintaan?" tanya si darwis.
"Terserah padamu," kata raja itu, "kalau dianggap suatu perintah, aku siap belajar. Kalau dianggap permintaan, aku siap belajar."
Dan, ia menunggu jawaban darwis itu.
Berpuluh-puluh menit berlalu, dan akhirnya darwis itu menengadahkan kepalanya yang sejak tadi tunduk merenung. Katanya, "Raja harus menantikan 'saat pewahyuan'."
Jawaban itu mengherankan Raja, sebab, bagaimanapun juga, manakala ia ingin mengetahui sesuatu ia merasa memiliki hak untuk diberitahu, atau ditunjukkan, sesuatu atau lainnya.
Lihat Juga :