Keistimewaan Wanita yang Jarang Diketahui, Begini Sikap Nabi Terhadap Putrinya
Rabu, 29 Desember 2021 - 22:52 WIB
loading...
A
A
A
Perhatikan kehidupan Nabi terhadap istri-istrinya. Ketika mereka (orang lain) melihat Rasulullah menyayangi anak perempuannya, maka mereka berpikir bahwa beginilah cara memperlakukan perempuan.
Nabi memanggil Sayyidah 'Aisyah dengan sebutan 'Aish' (hidupku). Sayyidah 'Aisyah bercerita romantisnya Rasulullah, ketika aku minum kemudian meletakkannya, dan suamiku mencari bekas letak bibirku di gelas itu.
Nabi segitu romantisnya kepada Sayyidah Sofia, di saat Sayyidah tidak sampai untuk menaiki unta, maka Nabi duduk memberikan pahanya untuk jadi pijakan bagi Sayyidah Sofia untuk menaiki unta.
Kaum laki-laki kalau ingin romantis jangan ikuti orang-orang zaman sekarang, tapi teladanilah Rasulullah. Jika ingin belajar memperlakukan wanita, maka belajarlah dari Rasulullah.
Pelajari sejarah Islam, maka engkau akan tahu bagaimana Islam meninggikan derajat perempuan . Nabi berkata: "Perempuan adalah tiang negara. Jika baik perempuannya, maka baik negaranya, namun jika rusak perempuannya, maka rusak negaranya."
Kenapa tiang? Karena pada tiang seluruh yang ada padanya bertumpu. Selayaknya jika di rumah perempuannya senang, maka senang seisi rumah, begitupun sebaliknya.
Kalau dalam rumah suami dan anak-anak bahagia di situ dipastikan ada sosok ibu yang selalu memberikan semua kasih sayangnya untuk keluarga. Sebagai perempuan, mereka sangat berharga dan berpengaruh, dan kalau kamu melihat suamimu ambruk, anak-anakmu ambruk, maka yang harus dikuatkan adalah dirimu (perempuan) karena kamu adalah tiangnya.
Otak perempuan didesain sangat cerdas. Perempuan bisa mengerjakan berbagai kerjaan dalam satu waktu, beda dengan laki-laki yang butuh konsentrasi dalam mengerjakan satu hal.
Sebagai anak perempuan, maka kamu adalah bidadari kecil yang akan menarik tangan orang tuamu dari neraka. Namun jika kamu seorang istri, maka kamu adalah sekeping keindahan surga. Sesurga-surganya bumi, seindah-indahnya bumi adalah istri shalehah (perempuan salehah).
Sebagai perempuan, Nabi Muhammad menempatkan kelas surga sebagaimana sabda beliau: "Barang siapa mempunyai tiga anak perempuan, lalu bersikap sabar terhadap keluh kesah, suka duka, dan jerih payah mengasuh (mendidik) mereka, niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam surga berkat kasih sayangnya kepada mereka."
Nabi memanggil Sayyidah 'Aisyah dengan sebutan 'Aish' (hidupku). Sayyidah 'Aisyah bercerita romantisnya Rasulullah, ketika aku minum kemudian meletakkannya, dan suamiku mencari bekas letak bibirku di gelas itu.
Nabi segitu romantisnya kepada Sayyidah Sofia, di saat Sayyidah tidak sampai untuk menaiki unta, maka Nabi duduk memberikan pahanya untuk jadi pijakan bagi Sayyidah Sofia untuk menaiki unta.
Kaum laki-laki kalau ingin romantis jangan ikuti orang-orang zaman sekarang, tapi teladanilah Rasulullah. Jika ingin belajar memperlakukan wanita, maka belajarlah dari Rasulullah.
Pelajari sejarah Islam, maka engkau akan tahu bagaimana Islam meninggikan derajat perempuan . Nabi berkata: "Perempuan adalah tiang negara. Jika baik perempuannya, maka baik negaranya, namun jika rusak perempuannya, maka rusak negaranya."
Kenapa tiang? Karena pada tiang seluruh yang ada padanya bertumpu. Selayaknya jika di rumah perempuannya senang, maka senang seisi rumah, begitupun sebaliknya.
Kalau dalam rumah suami dan anak-anak bahagia di situ dipastikan ada sosok ibu yang selalu memberikan semua kasih sayangnya untuk keluarga. Sebagai perempuan, mereka sangat berharga dan berpengaruh, dan kalau kamu melihat suamimu ambruk, anak-anakmu ambruk, maka yang harus dikuatkan adalah dirimu (perempuan) karena kamu adalah tiangnya.
Otak perempuan didesain sangat cerdas. Perempuan bisa mengerjakan berbagai kerjaan dalam satu waktu, beda dengan laki-laki yang butuh konsentrasi dalam mengerjakan satu hal.
Sebagai anak perempuan, maka kamu adalah bidadari kecil yang akan menarik tangan orang tuamu dari neraka. Namun jika kamu seorang istri, maka kamu adalah sekeping keindahan surga. Sesurga-surganya bumi, seindah-indahnya bumi adalah istri shalehah (perempuan salehah).
Sebagai perempuan, Nabi Muhammad menempatkan kelas surga sebagaimana sabda beliau: "Barang siapa mempunyai tiga anak perempuan, lalu bersikap sabar terhadap keluh kesah, suka duka, dan jerih payah mengasuh (mendidik) mereka, niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam surga berkat kasih sayangnya kepada mereka."
Lihat Juga :