Keistimewaan Wanita yang Jarang Diketahui, Begini Sikap Nabi Terhadap Putrinya
Rabu, 29 Desember 2021 - 22:52 WIB
loading...
Sesurga-surganya bumi dan seindah-indahnya bumi adalah istri shalehah (perempuan salehah). Foto ilustrasi/dok pinterest
A
A
A
Perempuan adalah sekeping surga yang ada di dunia. Mereka punya keistimewaan di sisi Allah sehingga Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memperlakukan perempuan dengan akhlak mulia.
"Muslimah itu begitu berharga. Kita ditakdirkan sejak bayi dan wajib kita syukuri terlahir sebagai seorang muslimah. Menjadi seorang muslimah adalah suatu kenikmatan yang harus disyukuri," kata Ustazah Syarifah Halimah Alaydrus saat mengisi tausiyah di Masjid Raya Asmaul Husna, Kabupaten Tangerang, belum lama ini.
Dulu, wanita tidak dihargai, selalu dijadikan nomor 2 bahkan barang komoditas, na'udzbillaah. Setelah Islam datang, kaum perempuan sangat diistimewakan dan dihargai.
Kalau sekarang ada wanita yang berpakaian seksi itu bukan kemajuan, tetapi kemunduran. Kalau perempuan sekarang menjual diri untuk memenuhi gaya hidup itu bukan kemajuan, tetapi juga kemunduran yang hakikatnya sama dengan zaman jahiliyah.
Ustazah Halimah Alaydrus mengatakan, jika membuka aurat untuk dilihat yang bukan mahram maka itu kemunduran, bukan kemajuan. Sebab, dulu derajatnya rendah namun diangkat setelah datangnya Islam. Pada masa jahiliyah, Al-Qur'an menceritakan: "Apabila diberi kabar gembira apabila diberikan anak baik laki-laki ataupun perempuan, tapi ada di antara mereka yang wajahnya menghitam kalau anaknya perempuan."
Pada masa jahiliyah, Allah menceritakan pada zaman dulu apabila ada bayi perempuan yang lahir akan dikubur karena tidak diinginkan, yang diinginkan adalah bayi laki-laki. Itulah kehidupan sebelum Islam datang. Perempuan sangat tidak diharapkan, namun berbeda dengan ketika Islam datang, para wanita sangat dimuliakan.
Sikap Rasulullah Terhadap Putri dan Istri Beliau
Rasulullah mempunyai anak perempuan empat. Pada saat Rasulullah menerima wahyu mereka masih hidup semua tapi hanya Sayyidatuna Fatimah yang belum menikah. Sehingga Nabi menjadikan Sayyidah Fatimah sebagai sosok penghibur Rasulullah.
Kisah romantis Rasulullah dengan Sayyidah Fatimah, setiap bertemu mereka langsung saling memeluk dan mencium antar keningnya. Sayyidah Fatimah selalu dipeluk dan dicum oleh Nabi sekalipun Sayyidah Fatimah sudah menikah.
Ucapan Rasulullah dengan putrinya pun sangat romantis, Rasulullah menyebut Fatimah "Ummu Abiha" (Fatimah adalah ibu bagi ayahnya). Masyaa Allah segitu sayangnya Nabi kepada putrinya di mana kehidupan saat itu anak-anak perempuan lainnya yang lahir langsung dikubur hidup-hidup.
Segitu romantisnya Nabi kepada Sayyidah Fatimah sehingga Nabi berkata: "Fatimah adalah bagian dariku." Memilikimu Fatimah selayaknya aku memiliki anak juga, ibu juga bagi aku. Nabi begitu memperlakukan perempuan dengan sangat lembut.
"Muslimah itu begitu berharga. Kita ditakdirkan sejak bayi dan wajib kita syukuri terlahir sebagai seorang muslimah. Menjadi seorang muslimah adalah suatu kenikmatan yang harus disyukuri," kata Ustazah Syarifah Halimah Alaydrus saat mengisi tausiyah di Masjid Raya Asmaul Husna, Kabupaten Tangerang, belum lama ini.
Dulu, wanita tidak dihargai, selalu dijadikan nomor 2 bahkan barang komoditas, na'udzbillaah. Setelah Islam datang, kaum perempuan sangat diistimewakan dan dihargai.
Kalau sekarang ada wanita yang berpakaian seksi itu bukan kemajuan, tetapi kemunduran. Kalau perempuan sekarang menjual diri untuk memenuhi gaya hidup itu bukan kemajuan, tetapi juga kemunduran yang hakikatnya sama dengan zaman jahiliyah.
Ustazah Halimah Alaydrus mengatakan, jika membuka aurat untuk dilihat yang bukan mahram maka itu kemunduran, bukan kemajuan. Sebab, dulu derajatnya rendah namun diangkat setelah datangnya Islam. Pada masa jahiliyah, Al-Qur'an menceritakan: "Apabila diberi kabar gembira apabila diberikan anak baik laki-laki ataupun perempuan, tapi ada di antara mereka yang wajahnya menghitam kalau anaknya perempuan."
Pada masa jahiliyah, Allah menceritakan pada zaman dulu apabila ada bayi perempuan yang lahir akan dikubur karena tidak diinginkan, yang diinginkan adalah bayi laki-laki. Itulah kehidupan sebelum Islam datang. Perempuan sangat tidak diharapkan, namun berbeda dengan ketika Islam datang, para wanita sangat dimuliakan.
Sikap Rasulullah Terhadap Putri dan Istri Beliau
Rasulullah mempunyai anak perempuan empat. Pada saat Rasulullah menerima wahyu mereka masih hidup semua tapi hanya Sayyidatuna Fatimah yang belum menikah. Sehingga Nabi menjadikan Sayyidah Fatimah sebagai sosok penghibur Rasulullah.
Kisah romantis Rasulullah dengan Sayyidah Fatimah, setiap bertemu mereka langsung saling memeluk dan mencium antar keningnya. Sayyidah Fatimah selalu dipeluk dan dicum oleh Nabi sekalipun Sayyidah Fatimah sudah menikah.
Ucapan Rasulullah dengan putrinya pun sangat romantis, Rasulullah menyebut Fatimah "Ummu Abiha" (Fatimah adalah ibu bagi ayahnya). Masyaa Allah segitu sayangnya Nabi kepada putrinya di mana kehidupan saat itu anak-anak perempuan lainnya yang lahir langsung dikubur hidup-hidup.
Segitu romantisnya Nabi kepada Sayyidah Fatimah sehingga Nabi berkata: "Fatimah adalah bagian dariku." Memilikimu Fatimah selayaknya aku memiliki anak juga, ibu juga bagi aku. Nabi begitu memperlakukan perempuan dengan sangat lembut.
Lihat Juga :