Kisah Sufi Sayed Shah Qadiri: Jalan Gunung
Sabtu, 08 Januari 2022 - 16:54 WIB
loading...
Orang-orang menganggap kemampuan dan berkah para Sufi sulit dipercaya. (Foto/Ilustrasi: Ist)
A
A
A
Orang-orang menganggap kemampuan dan berkah para Sufi sulit dipercaya. Tetapi, orang-orang semacam itu tidak memiliki pengetahuan tentang kepercayaan yang sebenarnya. Mereka mempercayai segala hal yang tidak benar karena kebiasaan atau karena diberitahu oleh penguasa.
"Kepercayaan yang sebenarnya merupakan sesuatu yang lain. Mereka yang mampu memiliki kepercayaan yang sebenarnya adalah yang pernah mengalami sesuatu. Ketika mereka telah mengalami kemampuan dan berkah yang sekadar dikabarkan tidak ada artinya bagi mereka."
Kata-kata tersebut, menurut Sayed Shah (Qadiri, wafat tahun 1854) kadang-kadang mengawali kisah 'Jalan Gunung'. Berikut kisahnya yang dikutip dari Idries Shah dalam bukunya berjudul "Tales of The Dervishes".
Baca juga: Kisah Sufi Syaikh Qolandar Shah: Penyusunan Tradisi
Pada suatu hari, seorang yang cerdas, sarjana yang pikirannya terlatih, datang ke sebuah desa. Ia berikhtiar membandingkan, sebagai latihan dan pendalaman ilmunya, pandangan yang berbeda-beda yang mungkin ada di desa itu.
Ia mendatangi sebuah penginapan dan bertanya kepada seorang yang paling jujur dan yang paling bohong di desa itu. Orang-orang di penginapan itu sepakat bahwa orang yang bernama Kazzab adalah pembohong terbesar, dan Rastgu adalah orang yang paling jujur.
Secara bergantian ia pun menemui keduanya, dan mengajukan pertanyaan sederhana, "Jalan manakah yang terbaik untuk sampai ke desa tetangga?"
Rastgu Si Jujur berkata, "Jalan gunung."
Kazzab Si Pembohong juga berkata, "Jalan gunung."
Jawaban tersebut membingungkan musafir itu.
"Kepercayaan yang sebenarnya merupakan sesuatu yang lain. Mereka yang mampu memiliki kepercayaan yang sebenarnya adalah yang pernah mengalami sesuatu. Ketika mereka telah mengalami kemampuan dan berkah yang sekadar dikabarkan tidak ada artinya bagi mereka."
Kata-kata tersebut, menurut Sayed Shah (Qadiri, wafat tahun 1854) kadang-kadang mengawali kisah 'Jalan Gunung'. Berikut kisahnya yang dikutip dari Idries Shah dalam bukunya berjudul "Tales of The Dervishes".
Baca juga: Kisah Sufi Syaikh Qolandar Shah: Penyusunan Tradisi
Pada suatu hari, seorang yang cerdas, sarjana yang pikirannya terlatih, datang ke sebuah desa. Ia berikhtiar membandingkan, sebagai latihan dan pendalaman ilmunya, pandangan yang berbeda-beda yang mungkin ada di desa itu.
Ia mendatangi sebuah penginapan dan bertanya kepada seorang yang paling jujur dan yang paling bohong di desa itu. Orang-orang di penginapan itu sepakat bahwa orang yang bernama Kazzab adalah pembohong terbesar, dan Rastgu adalah orang yang paling jujur.
Secara bergantian ia pun menemui keduanya, dan mengajukan pertanyaan sederhana, "Jalan manakah yang terbaik untuk sampai ke desa tetangga?"
Rastgu Si Jujur berkata, "Jalan gunung."
Kazzab Si Pembohong juga berkata, "Jalan gunung."
Jawaban tersebut membingungkan musafir itu.
Lihat Juga :