Akhlak Suami, Barometer Kebaikan Rumah Tangganya?

Rabu, 12 Januari 2022 - 09:11 WIB
loading...
Akhlak Suami, Barometer...
Akhlak adalah barometer kebaikan dalam rumah tangga, bahkan Rasulullah menegaskan bahwa sebaik-baik seorang muslim adalah yang paling baik terhadap keluarganya. Foto ilustrasi/ist
A A A
Para ulama memberikan panduan tentang arah kebenaran dalam kehidupan, termasuk jalan kebaikan dalam rumah tangga . Rumah tangga yang baik akan dipenuhi akhlak karimah dan kelembutan di dalamnya. Sehingga, setiap muslim dalam rumah tangganya haruslah instropeksi jika selama ini rumah tangganya dipenuhi hubungan saling durhaka. Baik antara suami dan istri atau antara anak dan orang tua.

Renungkanlah kondisi rumah tangga setiap muslim. Jika selalu dipenuhi dengan suara keras, lantang, kekasaran, atau teriak-teriak, maka harus muhasabah, cepat perbaiki diri. Atau di rumah tangga kerap ada bentakan, pukulan terhadap anak-anak, ditambah dengan jeritan anak-anakmu, bahkan istri berani mengangkat suara tinggi di hadapan suami, maka hal ini juga sangat tidak baik.

Baca juga: Kategori Dosa Suami pada Istri yang Dijelaskan dalam Al-Qur'an dan Hadis

Kondisi itu sangat jauh dari kebaikan. Segeralah mengubah sikap. Perbaiki kondisi rumah dengan akhlak dan kelembutan, penuhi dengan senyuman. Kalau sudah seperti itu, niscaya Allah menebar kebaikan dalam keluarga muslimin .

Bahkan menurut Asy Syaikh Abdul Malik Ar Ramdhani, yang dinukil dari buku Al Mau’izhah Al Hasanah fil Akhlaaqil Hasanah, akhlak itu barometer kebaikan dalam rumah tangga. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
“خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهْلِي”

“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya. Dan akulah yang paling baik di antara kalian terhadap keluargaku.” (H.R. Tirmidzi).

Mungkin sebagian orang bertanya, kenapa Rasulullah menjadikan hubungan seorang kepala keluarga dengan anak istrinya menjadi barometer baiknya seseorang? Penjelasannya adalah watak asli seseorang itu akan lebih ketahuan ketika dia berada di rumahnya. Ini adalah sebuah kaidah yang tidak diragukan lagi.

Seseorang bisa saja berpura-pura berakhlak baik di luar rumah, kemudian bersabar mempertahankan kepura-puraannya itu. Karena interaksi dia di luar rumah itu hanya sedikit saja. Mungkin interaksinya bersama si A cuma setengah jam, bersama si B satu jam, bersama si C bisa jadi lebih atau kurang daripada itu.

Di dalam interaksi yang cuma sebentar itu, dia bisa saja bersandiwara, tampil dengan akhlak yang baik. Mereka menampakkan karakter dan etika yang baik dan menyembunyikan akhlaq mereka yang jelek. Akan tetapi, seseorang tidak akan bisa bersandiwara terus-menerus sepanjang waktunya. Dia pasti akan kembali kepada watak aslinya.

Demikian juga ketika berhubungan dengan orang di luar rumah, karena intensitas bercampurnya tidak terlalu sering, maka orang-orang akan lebih menjaga adab, saling menghormati dan memuliakan. Namun orang yang sudah akrab, maka dia tidak akan malu-malu lagi untuk menunjukkan wataknya yang asli.

Oleh karena itu, ketika seseorang berada di tengah keluarganya, maka dia akan menunjukkan wataknya yang asli. Kalau dia memperlakukan anak istrinya dengan baik, maka itulah karakternya memang baik. Sebaliknya kalau dia memperlakukan anak istrinya dengan buruk, maka itulah wataknya yang sebenarnya. Karena itu, bangunlah rumah tangga dengan akhlak dan kelembutan.

Baca juga: Salah Satu Hak Istri adalah Mendapatkan Ilmu Agama, Begini Penjelasannya

Wallahu a’lam.
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Ramai Kasus Perebutan...
Ramai Kasus Perebutan Hak Asuh Anak, Begini Aturan Hadhanah dalam Islam
7 Ayat Al-Quran tentang...
7 Ayat Al-Qur'an tentang Akhlak yang Wajib Diketahui Setiap Muslim, Lengkap dengan Penjelasannya
Mengapa Akhlak Begitu...
Mengapa Akhlak Begitu Penting dalam Islam? Ini Penjelasan Lengkap Berdasarkan Hadis
5 Akhlak Dasar Muslim...
5 Akhlak Dasar Muslim yang Kini Mulai Langka, Nomor 5 Jadi Kunci Menjaga Ukhuwah
Wajah Islam di Piala...
Wajah Islam di Piala Dunia: Ketika Timnas Maroko Berdakwah Lewat Akhlak
Konsep Toleransi dalam...
Konsep Toleransi dalam Islam yang Mudah Dipraktekkan, Cek di Sini!
Rekomendasi
Ilmuwan PBB Pastikan...
Ilmuwan PBB Pastikan Tak Ada Negara yang Aman dari Dampak Perubahan Iklim
AMOC Akan Runtuh, Kiamat...
AMOC Akan Runtuh, Kiamat Diprediksi Terjadi setelah Tahun 2050
Struktur Piramida Berusia...
Struktur Piramida Berusia 2.200 Tahun Ditemukan di Gurun Yudea
Artikel Terkini
Mengapa Surat Al-Fatihah...
Mengapa Surat Al-Fatihah Disebut Induk Al-Qur'an? Ini Makna dan Keistimewaannya
Asal Usul Nama Surat...
Asal Usul Nama Surat Al-Baqarah: Kisah Sapi Betina yang Mengungkap Misteri Pembunuhan
Ayat-ayat Istimewa Surat...
Ayat-ayat Istimewa Surat Al Baqarah : Mengapa Ayat 255 Disebut Ayat Kursi?
Asbabun Nuzul 2 Ayat...
Asbabun Nuzul 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah: Kisah Turunnya Ayat yang Menenangkan Para Sahabat
Bacaan 2 Ayat Terakhir...
Bacaan 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah dan 3 Manfaatnya yang Dahsyat
Rahasia 2 Ayat Terakhir...
Rahasia 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah: Dibaca Malam Hari, Pahalanya Luar Biasa
Infografis
Abu Musa Jabir Bin Hayyan,...
Abu Musa Jabir Bin Hayyan, Ilmuwan Islam di Bidang Kimia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved