Kisah Adik Bertaubat dan Kakak yang Ingkar di Zaman Malik Bin Dinar
Sabtu, 29 Januari 2022 - 17:27 WIB
loading...
A
A
A
Kemudian si pemilik toko melihat ukiran uang Dinar itu. Ia tahu kalau uang dinar itu adalah berasal dari hadiah akhirat. "Darimana kamu mendapatkan uang dinar ini?" tanya si pemilik toko. Kemudian si istri menceritakan kisahnya saat diberi wadah emas berisi uang dinar itu kepada si pemilik toko.
"Tuntun aku masuk Islam," pinta si pemilik toko. Kemudian si pemilik toko pun masuk Islam dan memberi 10 Dirham kepada si istri.
"Infakkan 10 Dirham ini! Jika sudah habis, maka beritahu aku!" pinta si pemilik toko kepada si istri. Sementara itu, si adik selesai dari sholatnya. Ia pun kembali menemui keluarganya dengan tangan kosong. Sebelum menemui mereka, ia mengambil kain dan mengisinya dengan debu. "Kalau istriku menanyakan apa bungkusan kain ini maka aku akan menjawab kalau bungkusan ini adalah gandum," katanya dalam hatinya.
Ketika telah masuk ke sekitar bangunan-bangunan kosong, si adik melihat rumahnya. Tiba-tiba, dari dalam rumahnya, ia telah melihat telah dipersiapkan tikar dan ia mencium bau makanan. Ia pun meletakkan kain berisi debu itu di dekat pintu rumahnya agar istrinya tidak tahu. Kemudian si adik bertanya kepada istrinya tentang apa yang telah terjadi dan tentang makanan yang tiba-tiba sudah ada di rumah.
Kemudian sang istri bercerita kepada suaminya, tentang semua yang telah terjadi. Kemudian si adik bersujud bersyukur kepada Allah 'Azza Wa Jalla. "Apa yang kamu bawa di dalam kain itu?" tanya sang istri kepada suaminya.
"Tidak perlu ditanyakan!" jawab si adik.
Kemudian si istri pergi mendekati pintu dan membuka kain. Tiba- tiba debu yang sebelumnya di dalam kain telah berubah menjadi gandum dengan izin Allah Ta’ala. Melihat kejadian itu, si suami bersujud bersyukur kepada Allah dan beribadah kepada-Nya sampai akhirnya ia kembali ke hadirat Allah Ta'ala.
Amalan
Al-Faqih semoga Allah merahmatinya berkata: "Angkatlah kedua tangan kalian dan ucapkan: 'Dengan kemuliaan hari Jumat, ampunilah kami dan dosa-dosa kami! Hilangkanlah kesusahan- kesusahan kami!'
Karena si adik ini ketika berdoa kepada Allah dan meminta kepada-Nya adalah dengan menggunakan kata-kata 'dengan perantara kemuliaan Jumat (Bihurmatil Jumu'ah) hingga Allah memenuhi kebutuhannya dan memberinya rezeki dari arah- arah yang tidak ia sangka-sangka.
Begitu juga dengan kita, ketika berdoa pada hari Jumat, maka kita sebaiknya mengucapkan kata-kata 'dengan perantara kemuliaan Jumat (Bihurmatil Jumu'ah).' Semoga Allah memenuhi kebutuhan-kebutuhan kita karena sesungguhnya Dia adalah Dzat Yang Maha Pengasih dan Tuhan Yang Maha Mulia.
Baca Juga: Kisah Tobatnya Malik Bin Dinar, Preman yang Menjadi Ulama di Masa Tabiin
"Tuntun aku masuk Islam," pinta si pemilik toko. Kemudian si pemilik toko pun masuk Islam dan memberi 10 Dirham kepada si istri.
"Infakkan 10 Dirham ini! Jika sudah habis, maka beritahu aku!" pinta si pemilik toko kepada si istri. Sementara itu, si adik selesai dari sholatnya. Ia pun kembali menemui keluarganya dengan tangan kosong. Sebelum menemui mereka, ia mengambil kain dan mengisinya dengan debu. "Kalau istriku menanyakan apa bungkusan kain ini maka aku akan menjawab kalau bungkusan ini adalah gandum," katanya dalam hatinya.
Ketika telah masuk ke sekitar bangunan-bangunan kosong, si adik melihat rumahnya. Tiba-tiba, dari dalam rumahnya, ia telah melihat telah dipersiapkan tikar dan ia mencium bau makanan. Ia pun meletakkan kain berisi debu itu di dekat pintu rumahnya agar istrinya tidak tahu. Kemudian si adik bertanya kepada istrinya tentang apa yang telah terjadi dan tentang makanan yang tiba-tiba sudah ada di rumah.
Kemudian sang istri bercerita kepada suaminya, tentang semua yang telah terjadi. Kemudian si adik bersujud bersyukur kepada Allah 'Azza Wa Jalla. "Apa yang kamu bawa di dalam kain itu?" tanya sang istri kepada suaminya.
"Tidak perlu ditanyakan!" jawab si adik.
Kemudian si istri pergi mendekati pintu dan membuka kain. Tiba- tiba debu yang sebelumnya di dalam kain telah berubah menjadi gandum dengan izin Allah Ta’ala. Melihat kejadian itu, si suami bersujud bersyukur kepada Allah dan beribadah kepada-Nya sampai akhirnya ia kembali ke hadirat Allah Ta'ala.
Amalan
Al-Faqih semoga Allah merahmatinya berkata: "Angkatlah kedua tangan kalian dan ucapkan: 'Dengan kemuliaan hari Jumat, ampunilah kami dan dosa-dosa kami! Hilangkanlah kesusahan- kesusahan kami!'
Karena si adik ini ketika berdoa kepada Allah dan meminta kepada-Nya adalah dengan menggunakan kata-kata 'dengan perantara kemuliaan Jumat (Bihurmatil Jumu'ah) hingga Allah memenuhi kebutuhannya dan memberinya rezeki dari arah- arah yang tidak ia sangka-sangka.
Begitu juga dengan kita, ketika berdoa pada hari Jumat, maka kita sebaiknya mengucapkan kata-kata 'dengan perantara kemuliaan Jumat (Bihurmatil Jumu'ah).' Semoga Allah memenuhi kebutuhan-kebutuhan kita karena sesungguhnya Dia adalah Dzat Yang Maha Pengasih dan Tuhan Yang Maha Mulia.
Baca Juga: Kisah Tobatnya Malik Bin Dinar, Preman yang Menjadi Ulama di Masa Tabiin
(rhs)
Lihat Juga :