Haruskah Gamang dan Ragu Soal Rezeki? Ini Nasihat Syekh Abdul Qadir AL-Jailani
Jum'at, 18 Februari 2022 - 15:41 WIB
loading...
A
A
A
"Pada saat kamu di dalam kandungan ibumu, siapa yang memberikanmu asupan makanan? Apakah kamu bergantung pada dayamu, dinar-dirhammu, laba penjualanmu, atau penguasa di negerimu?" kata Syekh Abdul Qadir.
Semua pihak yang kamu jadikan sandaran, kata Syekh Abdul Qadir, adalah tuhanmu. Semua pihak yang kamu takuti dan harapkan adalah tuhanmu. Semua pihak yang kamu anggap dapat memberikan manfaat dan mudharat juga adalah tuhanmu.
Syekh Abdul Qadir Al-Jailani menganjurkan mereka untuk bertobat dari kemusyrikan seperti ini sebelum Allah menutup pintu semua makhluk-Nya untuk mereka. "Kemusyrikan seperti ini yang kusaksikan hinggap pada banyak orang, paling umum menghinggapi mereka yang bermaksiat."
Syekh Abdul Qadir Al-Jailani mendoakan mereka yang bertobat dari kemusyrikan sejenis agar Allah menerima tobat mereka, memandang mereka dengan rahmat, dan memperlakukan mereka dengan lemah lembut Adapun yang perlu diingat bahwa nasihat ini bukan berarti menafikan upaya dan ikhtiar manusiawi untuk membuka pintu rezeki Allah.
Nasihat ini mendorong kita untuk tetap bersikap tenang dan tenterang di tengah upaya dan ikhtiar dalam menerima rezeki Allah. Nasihat ini dimaksudkan untuk meluruskan pikiran kita bahwa kadar dan waktu rezeki Allah telah diatur untuk masing-masing orang. Nasihat ini juga mengingatkan kita akan kuasa Allah sebagai pemberi dan pengatur rezeki.
Baca juga: Doa agar Selalu Bersikap Tawadhu dan Dijauhkan dari Sifat Sombong
Wallahu A'lam
Semua pihak yang kamu jadikan sandaran, kata Syekh Abdul Qadir, adalah tuhanmu. Semua pihak yang kamu takuti dan harapkan adalah tuhanmu. Semua pihak yang kamu anggap dapat memberikan manfaat dan mudharat juga adalah tuhanmu.
Syekh Abdul Qadir Al-Jailani menganjurkan mereka untuk bertobat dari kemusyrikan seperti ini sebelum Allah menutup pintu semua makhluk-Nya untuk mereka. "Kemusyrikan seperti ini yang kusaksikan hinggap pada banyak orang, paling umum menghinggapi mereka yang bermaksiat."
Syekh Abdul Qadir Al-Jailani mendoakan mereka yang bertobat dari kemusyrikan sejenis agar Allah menerima tobat mereka, memandang mereka dengan rahmat, dan memperlakukan mereka dengan lemah lembut Adapun yang perlu diingat bahwa nasihat ini bukan berarti menafikan upaya dan ikhtiar manusiawi untuk membuka pintu rezeki Allah.
Nasihat ini mendorong kita untuk tetap bersikap tenang dan tenterang di tengah upaya dan ikhtiar dalam menerima rezeki Allah. Nasihat ini dimaksudkan untuk meluruskan pikiran kita bahwa kadar dan waktu rezeki Allah telah diatur untuk masing-masing orang. Nasihat ini juga mengingatkan kita akan kuasa Allah sebagai pemberi dan pengatur rezeki.
Baca juga: Doa agar Selalu Bersikap Tawadhu dan Dijauhkan dari Sifat Sombong
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :