Umar Bin Abdul Aziz kepada Yazid II: Kau Takkan Hidup Lama di Dunia Ini
Selasa, 08 Maret 2022 - 05:15 WIB
loading...
A
A
A
Ia mulai suka menenggak minuman keras, dan menghabiskan waktunya dengan para penari serta larut memainkan instrument musik. Dalam kondisi seperti ini, ia tak ubahnya seperti boneka di tangan keluarga Umayyah.
Mereka bahkan berhasil mengubah undang-undang yang sudah ditegakkan Umar bin Abdul Aziz berbalik kembali seperti dulu. Hak-hak istimewa Bani Umayyah kembali, termasuk juga properti mereka yang sebelum sudah disita oleh Umar.
Di tempat yang berbeda, Bani Abbas melihat peluang emas dari situasi tersebut. Khalifah sedang mabuk dan terbuai oleh kenikmatan dunia. Sedang para pembantunya – para keluarga Umayyah yang lain – sedang sibuk mengumpulkan kembali harta kekayaan dan mengembalikan hak-hak istimewa mereka yang sempat diubah oleh kebijakan Umar bin Abdul Aziz.
Bani Abbas, dengan mengatasnamakan hak keluarga Hasyim, mulai memungut modal sosial dan politik mereka, untuk merancang sebuah revolusi.
Di era Yazid II, ekspedisi militer ke berbagai wilayah kembali digaungkan. Pertempuran pun pecah di mana-mana. Dan perjanjian yang sudah diteguhkan oleh Umar bin Abdul Aziz diubah. Salah satunya perjanjian gencatan senjata dengan kaum Khawarij.
Sebelumnya, pada masa Umar bin Abdul Aziz, kelompok Khawarij rencananya akan diajak dialog tentang agama dan pendirian politik mereka. Tapi Umar keburu meninggal dunia.
Baca juga: Makam Khalifah Umar bin Abdul Aziz Digali dan Dihancurkan
Ath-Thabari menulis, pada masa Yazid II serombongan pasukan dari Damaskus yang dipimpin oleh Muhammad bin Jarir mendatangi kaum Khawarij ini dan peperanganpun tak dapat dihindarkan.
Perjanjian lainnya, adalah penetapan pajak terhadap masyarakat Yaman. Pada masa Umar bin Abdul Aziz, pajak masyarakat Yaman diringankan, atau dibuat proporsional. Tapi di masa Yazid II, aturan pajak dikembalikan seperti semula, sebelum era Umar bin Abdul Aziz. Masyarakat kembali diperas dengan jumlah pajak yang tinggi.
Bagi sebagian sejarawan, Yazid II dinilai haus darah. Salah satu tindakannya yang paling disesali banyak pihak adalah perlakukan tentara Yazid II terhadap Yazid bin Muhallab.
Yazid bin Muhallab adalah sosok yang cukup kontroversial. Seorang politikus tingkat madya, namun cukup merepotkan elit Dinasti Umayyah. Ia diangkat menjadi gubernur di Persia menggantikan posisi Hajjaj bin Yusuf pada masa Khalifah Sulaiman bin Abdul Malik. Tapi pada masa Umar bin Abdul Aziz ia kedapatan berbuat curang memakan uang pajak. Uang hasil pungutannya tidak dimasukkan ke baitul mal, satu hal yang membuat Umar sangat marah.
Umar lalu menjebloskannya ke dalam penjara. Ketika mengetahui Umar wafat, ia berhasil melarikan diri dari penjara, lalu menuju ke Basrah. Ia sempat menulis surat pada Umar yang isinya, “Bila saja engkau selamat dari kejahatan Bani Umayyah, aku tentu akan rela menerima hukuman darimu. Tapi karena Yazid yang menggantikamu ku khawatirkan akan melampaui batas terhadap ku, maka aku memilih melarikan diri”.
Mereka bahkan berhasil mengubah undang-undang yang sudah ditegakkan Umar bin Abdul Aziz berbalik kembali seperti dulu. Hak-hak istimewa Bani Umayyah kembali, termasuk juga properti mereka yang sebelum sudah disita oleh Umar.
Di tempat yang berbeda, Bani Abbas melihat peluang emas dari situasi tersebut. Khalifah sedang mabuk dan terbuai oleh kenikmatan dunia. Sedang para pembantunya – para keluarga Umayyah yang lain – sedang sibuk mengumpulkan kembali harta kekayaan dan mengembalikan hak-hak istimewa mereka yang sempat diubah oleh kebijakan Umar bin Abdul Aziz.
Bani Abbas, dengan mengatasnamakan hak keluarga Hasyim, mulai memungut modal sosial dan politik mereka, untuk merancang sebuah revolusi.
Di era Yazid II, ekspedisi militer ke berbagai wilayah kembali digaungkan. Pertempuran pun pecah di mana-mana. Dan perjanjian yang sudah diteguhkan oleh Umar bin Abdul Aziz diubah. Salah satunya perjanjian gencatan senjata dengan kaum Khawarij.
Sebelumnya, pada masa Umar bin Abdul Aziz, kelompok Khawarij rencananya akan diajak dialog tentang agama dan pendirian politik mereka. Tapi Umar keburu meninggal dunia.
Baca juga: Makam Khalifah Umar bin Abdul Aziz Digali dan Dihancurkan
Ath-Thabari menulis, pada masa Yazid II serombongan pasukan dari Damaskus yang dipimpin oleh Muhammad bin Jarir mendatangi kaum Khawarij ini dan peperanganpun tak dapat dihindarkan.
Perjanjian lainnya, adalah penetapan pajak terhadap masyarakat Yaman. Pada masa Umar bin Abdul Aziz, pajak masyarakat Yaman diringankan, atau dibuat proporsional. Tapi di masa Yazid II, aturan pajak dikembalikan seperti semula, sebelum era Umar bin Abdul Aziz. Masyarakat kembali diperas dengan jumlah pajak yang tinggi.
Bagi sebagian sejarawan, Yazid II dinilai haus darah. Salah satu tindakannya yang paling disesali banyak pihak adalah perlakukan tentara Yazid II terhadap Yazid bin Muhallab.
Yazid bin Muhallab adalah sosok yang cukup kontroversial. Seorang politikus tingkat madya, namun cukup merepotkan elit Dinasti Umayyah. Ia diangkat menjadi gubernur di Persia menggantikan posisi Hajjaj bin Yusuf pada masa Khalifah Sulaiman bin Abdul Malik. Tapi pada masa Umar bin Abdul Aziz ia kedapatan berbuat curang memakan uang pajak. Uang hasil pungutannya tidak dimasukkan ke baitul mal, satu hal yang membuat Umar sangat marah.
Umar lalu menjebloskannya ke dalam penjara. Ketika mengetahui Umar wafat, ia berhasil melarikan diri dari penjara, lalu menuju ke Basrah. Ia sempat menulis surat pada Umar yang isinya, “Bila saja engkau selamat dari kejahatan Bani Umayyah, aku tentu akan rela menerima hukuman darimu. Tapi karena Yazid yang menggantikamu ku khawatirkan akan melampaui batas terhadap ku, maka aku memilih melarikan diri”.
Lihat Juga :