Kisah Ammar bin Yasir Disiksa dan Dipaksa Mencaci Rasulullah SAW

Rabu, 16 Maret 2022 - 18:11 WIB
loading...
Kisah Ammar bin Yasir...
Ammar bin Yasir disiksa kaum kafir Quraisy dan dipaksa keluar dari Islam. (Foto/Ilustrasi: al-Islam)
A A A
Seluruh keluarga Ammar bin Yasir syahid saat disiksa kaum kafir Quraish. Dialah satu-satunya yang bertahan, sehingga Ammar harus menanggung siksaan yang lebih pedih. Ammar dipaksa mencaci Nabi Muhammad SAW dan keluar dari Islam. Ammar tak tahan dengan deraan itu sehingga menuruti apa yang dikatakan penyiksanya.

Baca juga: Ammar bin Yasir: Ketika Ramalan Rasulullah Jadi Kenyataan

Shafiyyur-Rahman Al-Mubarakfury dalam bukunya berjudul "Sirah Nabawiyah" menjelaskan sebuah batu yang panas diletakkan di dada Ammar dan sebagian tubuhnya yang lain dibenamkan di dalam pasir yang panas membara.

“Kami tidak akan membiarkanmu kecuali jika engkau mau mencaci Muhammad, atau engkau mau mengatakan hal-hal yang baik tentang Latta dan Uzza,” kata para penyiksa kepada Ammar bin Yasir.

Khalid Muhammad Khalid dalam "Karakteristik Perihidup 60 Sahabat Rasulullah" menyebut bahwa beberapa sahabat Ammar juga meriwayatkan apa yang terjadi terhadap dirinya. Amar bin Hakam berkata, “Ammar itu disiksa sampai-sampai dia tidak menyadari apa yang diucapkannya.”

Selain itu, Amr bin Maimun meriwayatkan, bahwa ketika kaum Musyirikin sedang menyalakan api untuk membakar Ammar, Rasulullah sedang melintas. Meletakkan tangannya di atas kepala Ammar, Rasulullah berkata, “Wahai api! Jadilah sejuk dan nyaman bagi Ammar seperti yang engkau lakukan untuk Ibrahim.”

Baca juga: Ketika Khalid bin Walid Harus Memohon Maaf Kepada Ammar bin Yasir

Rasulullah kemudian memberi tahu Ammar bahwa (dia tidak akan mati karena penyiksaan ini, tetapi) sekelompok pemberontak akan membuatnya mati syahid.

Meskipun bersabar dan mendapatkan pertolongan dari Rasulullah, pada waktunya Ammar benar-benar mengalami penderitaan yang begitu berat. Suatu hari, para tukang cambuk dan penderanya menggunakan segala daya dan upaya untuk melampiaskan kekejian dan kezaliman, serta untuk membuat patah semangat Ammar.

Dia disiksa dengan besi panas, disalib di atas pasir panas dengan batu merah membara ditindihkan ke dadanya, bahkan hingga ditenggelamkan ke dalam air untuk membuat sesak nafasnya. Tubuhnya penuh luka-luka dan kulitnya banyak yang mengelupas.

Karena siksaan yang demikian berat ini, Ammar menjadi tak sadarkan diri. Orang-orang itu lalu berkata kepadanya, “Pujalah olehmu tuhan-tuhan kami!” Lalu diajarkan kepadanya kata-kata pujaan itu, sementara dia mengikutinya tanpa menyadari apa yang diucapkannya.

Abu Ubaidah bin Muhammad bin Ammar meriwayatkan, bahwa kaum musyrikin menangkap Ammar dan menyiksanya dengan sangat kejam sehingga (untuk menyelamatkan hidupnya) dia akhirnya dipaksa untuk menghujat Rasulullah dan memuji tuhan-tuhan kaum musyrikin.

Ketika dia datang kepada Rasulullah, Rasulullah bertanya kepadanya apa yang telah terjadi. Dia menjawab, “Segala yang terjadi sesungguhnya berjalan dengan salah, ya Rasulullah. Kaum musyrikin terus menyiksaku sedemikian rupa sehingga aku dipaksa untuk menghujatmu dan memuji tuhan-tuhan mereka.”

“Bagaimana dengan keadaan hatimu?” tanya Rasulullah.

Ammar menjawab, “Aku menemukan hatiku dipenuhi dengan iman.”

Rasulullah berkata, “Jika kaum musyrikin mengulangi siksaan mereka, engkau dapat mengulangi apa yang engkau katakan (untuk menyelamatkan hidupmu).”

Baca juga: Ammar bin Yasir: Penghuni Surga yang Sempat Menyangka Dirinya Murtad

Muhammad bin Ammar meriwayatkan, Rasulullah bertemu Ammar saat dia menangis. Mengusap air mata dari wajahnya, Rasulullah berkata, “Orang kafir menangkapmu dan membenamkanmu dalam air berkali-kali sehingga engkau dipaksa untuk mengatakan hal-hal tertentu (kata-kata kekufuran). Jika mereka melakukannya lagi, engkau boleh mengatakannya (kata-kata kekufuran) kepada mereka lagi.”

Setelah Rasulullah mengucapkan kata-kata di atas, menurut Shafiyyur-Rahman Al-Mubarakfury, turunlah sebuah ayat yang bunyinya:

“Barangsiapa yang kafir kepada Allah sesudah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa).” ( QS an-Nahl [16]: 106)

Selain Ammar dan keluarganya, banyak juga umat Muslim lemah lainnya, kebanyakan dari golongan budak, yang menjadi sasaran penyiksaan orang-orang Quraisy, di antaranya Bilal, Abu Fakihah, Khabbab bin Arats, Zinnirah, Nahdiyah dan kedua putrinya, Ummu Ubais, serta masih banyak lagi yang lainnya.

Orang-orang musyrik biasa mengikat mereka di tempat gembalaan unta dan sapi, lalu melemparkan mereka ke atas padang pasir yang menyengat. Sebagian yang lain ada yang dikenakan pakaian besi, lalu ditelentangkan di atas pasir yang panas.

Karena peristiwa ini berlangsung terus menerus, akhirnya Rasulullah memerintahkan semua sahabat untuk menyembunyikan keislamannya. Lalu turunlah sebuah ayat yang mengisyaratkan tentang hijrah dan menyatakan bahwa bumi ini tidaklah sempit:

“Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” ( QS az-Zumar [39]: 10)

Baca juga: Rasulullah SAW kepada Yasir: Kalian Akan Menemukan Tempat Tinggal di Surga
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Menelusuri Jejak Kehidupan...
Menelusuri Jejak Kehidupan Rasulullah di Museum Biografi Nabi Muhammad di Makkah
Kisah Uwais Al Qarni...
Kisah Uwais Al Qarni : Menggendong Ibunya dari Yaman ke Makkah untuk Melaksanakan Haji
Kisah Sahabat Nabi dari...
Kisah Sahabat Nabi dari Iran : Salman Al Farisi Sempat Menjadi Penjaga Api Agama Majusi
Kisah Sahabat Nabi :...
Kisah Sahabat Nabi : Debat Sengit Khalifah Abu Bakar dan Umar bin Khattab Tentang Pembangkang Bayar Zakat
Kisah Sahabat Nabi :...
Kisah Sahabat Nabi : Iktikaf Abu Sa’id Al-Khudri Bersama Rasulullah SAW
Kisah Teladan di Bulan...
Kisah Teladan di Bulan Ramadan: Abu Bakar Ash Shiddiq Setia Mendampingi Rasulullah di Perang Badar
Rekomendasi
Selandia Baru Diterjang...
Selandia Baru Diterjang Gelombang Panas Terparah sejak 1909
Arkeolog Temukan Harta...
Arkeolog Temukan Harta Karun Berupa Perhiasan dari Luar Angkasa
China Berhasil Abadikan...
China Berhasil Abadikan Ledakan Bintang Paling Terang di Alam Semesta
Artikel Terkini
Tak Banyak yang Tahu,...
Tak Banyak yang Tahu, Ini 7 Larangan di Bulan Muharram
Ucapkan Selamat Tahun...
Ucapkan Selamat Tahun Baru 1448 Hijriah, Menag Ajak Umat Jaga Persatuan
Jadwal Puasa Muharam...
Jadwal Puasa Muharam 1448 H Tahun 2026, Kapan Puasa Tasu'a dan Asyura Dilaksanakan?
Jangan Tasyabbuh dengan...
Jangan Tasyabbuh dengan Tahun Baru Masehi, Ini Adab Menyambut 1 Muharram Menurut Ulama
Bolehkah Puasa pada...
Bolehkah Puasa pada 1 Muharram? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Doa Akhir dan Awal Tahun...
Doa Akhir dan Awal Tahun Baru Islam, Baca sebelum Maghrib Nanti!
Infografis
7 Masjid Tua di Jakarta...
7 Masjid Tua di Jakarta yang Ikonik dan Sarat Sejarah Islam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved