Ammar bin Yasir: Penghuni Surga yang Sempat Menyangka Dirinya Murtad
Kamis, 06 Mei 2021 - 15:05 WIB
loading...
Ilustrasi/Ist
A
A
A
TATKALA keluarga Yasir disiksa oleh kaum kafir Quraisy, Rasulullah SAW bersabda, "Sabar wahai keluarga Yasir, tempat yang telah dijanjikan bagi kalian adalah Surga!"
Baca juga: Abu Musa Al-Asyari: Diberi Allah Seruling Keluarga Daud
Kata-kata itu diucapkan Rasulullah bukanlah hanya sebagai hiburan belaka, tetapi benar-benar mengakui kenyataan yang diketahuinya dan menguatkan fakta yang dilihat dan disaksikannya
Yasir bin Amir, ayah Ammar, berangkat meninggalkan negerinya di Yaman guna mencari dan menemui salah seorang saudaranya. Rupanya ia berkenan dan merasa cocok tinggal di Makkah. Bermukimlah ia di sana dan mengikat perjanjian persahabatan dengan Abu Hudzaifah ibnul Mughirah.
Abu Hudzaifah mengawinkannya dengan salah seorang sahayanya bernama Sumayyah binti Khayyath. Dari perkawinan yang penuh berkah ini, kedua suami isteri itu dikaruniai seorang putera bernama Ammar.
Keislaman mereka- termasuk dalam golongan yang mula pertama, sebagai halnya orang saleh yang diberi petunjuk oleh Allah. Dan sebagai halnya orang-orang saleh yang termasuk dalam golongan yang mula pertama masuk Islam, mereka cukup menderita karena siksa dan kekejaman Quraisy.
Orang-orang Quraisy menjalankan siasat terhadap kaum Muslimin sesuai suasana. Seandainya mereka ini golongan bangsawan dan berpengaruh, mereka hadapi dengan ancaman dan gertakan.
Baca juga: Kuburan Abu Jahal Angker: Begini Jahatnya Musuh Rasulullah SAW Ini Semasa Hidup
Abu Jahal orang yang menggertaknya dengan ungkapan: "Kamu berani meninggalkan agama nenek moyangmu padahal mereka lebih baik daripadamu. Akan kami uji sampai di mana ketabahanmu. Akan kami jatuhkan kehormatanmu. Akan kami rusak perniagaanmu dan akan kami musnahkan harta bendamu!"
Dan setelah itu mereka lancarkan kepadanya perang urat syaraf yang amat sengit. Dan sekiranya yang beriman itu dari kalangan penduduk Makkah yang rendah martabatnya dan yang miskin, atau dari golongan budak belian, maka mereka didera dan disulutnya dengan api menyala.
Maka keluarga Yasir termasuk dalam golongan yang kedua ini. Dan soal penyiksaan mereka, diserahkan kepada Bani Makhzum. Setiap hari Yasir, Sumayyah dan Ammar dibawa ke padang pasir Makkah yang demikian panas, lalu didera dengan berbagai azab dan siksa.
Sumayyah telah menunjukkan sikap dan pendirian tangguh, yang dari awal hingga akhirnya telah membuktikan kemuliaan yang tak pernah hapus dan kehormatan yang pamornya tak pernah luntur. Suatu sikap yang telah menjadikannya seorang bunda kandung bagi orang-orang Mu’min di setiap zaman, dan bagi para budiman di sepanjang masa.
Baca juga: Abu Musa Al-Asyari: Diberi Allah Seruling Keluarga Daud
Kata-kata itu diucapkan Rasulullah bukanlah hanya sebagai hiburan belaka, tetapi benar-benar mengakui kenyataan yang diketahuinya dan menguatkan fakta yang dilihat dan disaksikannya
Yasir bin Amir, ayah Ammar, berangkat meninggalkan negerinya di Yaman guna mencari dan menemui salah seorang saudaranya. Rupanya ia berkenan dan merasa cocok tinggal di Makkah. Bermukimlah ia di sana dan mengikat perjanjian persahabatan dengan Abu Hudzaifah ibnul Mughirah.
Abu Hudzaifah mengawinkannya dengan salah seorang sahayanya bernama Sumayyah binti Khayyath. Dari perkawinan yang penuh berkah ini, kedua suami isteri itu dikaruniai seorang putera bernama Ammar.
Keislaman mereka- termasuk dalam golongan yang mula pertama, sebagai halnya orang saleh yang diberi petunjuk oleh Allah. Dan sebagai halnya orang-orang saleh yang termasuk dalam golongan yang mula pertama masuk Islam, mereka cukup menderita karena siksa dan kekejaman Quraisy.
Orang-orang Quraisy menjalankan siasat terhadap kaum Muslimin sesuai suasana. Seandainya mereka ini golongan bangsawan dan berpengaruh, mereka hadapi dengan ancaman dan gertakan.
Baca juga: Kuburan Abu Jahal Angker: Begini Jahatnya Musuh Rasulullah SAW Ini Semasa Hidup
Abu Jahal orang yang menggertaknya dengan ungkapan: "Kamu berani meninggalkan agama nenek moyangmu padahal mereka lebih baik daripadamu. Akan kami uji sampai di mana ketabahanmu. Akan kami jatuhkan kehormatanmu. Akan kami rusak perniagaanmu dan akan kami musnahkan harta bendamu!"
Dan setelah itu mereka lancarkan kepadanya perang urat syaraf yang amat sengit. Dan sekiranya yang beriman itu dari kalangan penduduk Makkah yang rendah martabatnya dan yang miskin, atau dari golongan budak belian, maka mereka didera dan disulutnya dengan api menyala.
Maka keluarga Yasir termasuk dalam golongan yang kedua ini. Dan soal penyiksaan mereka, diserahkan kepada Bani Makhzum. Setiap hari Yasir, Sumayyah dan Ammar dibawa ke padang pasir Makkah yang demikian panas, lalu didera dengan berbagai azab dan siksa.
Sumayyah telah menunjukkan sikap dan pendirian tangguh, yang dari awal hingga akhirnya telah membuktikan kemuliaan yang tak pernah hapus dan kehormatan yang pamornya tak pernah luntur. Suatu sikap yang telah menjadikannya seorang bunda kandung bagi orang-orang Mu’min di setiap zaman, dan bagi para budiman di sepanjang masa.
Lihat Juga :