Kisah Hijrah Perempuan Pengguna Narkoba, Tobat hingga Akhirnya Mahir Baca Al-Quran

Kamis, 07 April 2022 - 09:57 WIB
loading...
Kisah Hijrah Perempuan...
Indah Nuari merupakan satu di antara warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas II A Malang. Foto/MPI/Avirista Midaada
A A A
MALANG - Ramadan menjadi pemberi hikmah atau pelajaran kepada warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan ( Lapas ) Perempuan Kelas II A Malang. Warga binaan perempuan di sini merupakan orang-orang yang dulunya pernah melakukan kesalahan sebelum akhirnya dijatuhi hukuman dan menjalani masa tahanan di Lapas yang terletak di Jalan S. Supriyadi Sukun itu.

Indah Nuari merupakan satu di antara warga binaan di sini. Ia telah tinggal menjalani masa hukuman selama enam tahun penjara sejak tahun 2017 lantaran kasus kepemilikan narkoba. Perempuan asal Kabupaten Tuban ini mengaku banyak belajar selama berada di dalam Lapas perempuan, termasuk memperdalam ilmu-ilmu agama yang sebelumnya tak pernah ia sentuh saat masih menjadi pemakai narkoba.

"Banyak sekali perubahan yang dialami ketika saya di sini. Saya sudah enam kali lebaran di sini," kata Indah Nuari yang ditemui MPI saat kegiatan tadarus Al-Quran di dalam Lapas Perempuan, pada Kamis (7/4/2022).

Baca Juga: Manfaat Baca Al-Qur'an dan Amalan Menjelang Zuhur

Indah mengaku, semenjak masuk dalam Lapas merasakan bagaimana arti kehilangan serta kesedihan, jauh dari keluarga. Hal ini pula yang akhirnya membuat dia tersadar bahwa apa yang dilakukan selama bertahun-tahun sebelum tertangkap adalah perbuatan salah. Ia ikhlas menjalani garis kehidupan yang telah ditentukan Tuhan. Menurutnya, selalu ada hikmah atau pelajaran di setiap perbuatan yang dilakukan.

"Ya pastinya sedih, tapi saya kembalikan lagi ada hikmah yang harus kita ambil dari kejadian seperti ini. Di sini bisa tahu arti kehilangan, bisa tahu artinya kita jauh dari keluarga, ketika kita di luar itu sangat-sangat tidak baik. Setelah saya di sini insya Allah saya menyadari apa kesalahan saya, dan berjanji tidak akan mengulanginya," jelasnya.

Jalan taubat pun mengantarkan Indah menjadi salah satu warga binaan yang mahir membaca Al-Quran. Bahkan kini ia mendapat sertifikat layak mengajar membaca Al-Quran. Padahal dulu jangankan membaca, melaksanakan salat dan menyentuh Al-Quran pun tak pernah ia lakukan.

"Waktu zaman di luar nggak tahu agama, nggak pernah namanya mengaji salat, puasa itu nggak pernah. Terus sama keluarga jarang berkomunikasi, jarang bercengkrama. Sebelumnya di luar saya tidak pernah bisa mengaji. Saya tidak pernah tahu bacaan Al-Quran," ucap dia.

Baca Juga: Waktunya Memperbanyak Baca Al-Qur'an, Jangan Lupa Perhatikan Adab-adabnya

"Selama di sini saya bisa belajar Al-Quran, belajar mengaji, dan saya mengikuti kegiatan tadarus ini untuk menghilangkan jenuh, menambah ilmu. Terus biar tidak sia-sia belajar saya di sini dan hati juga bisa tenang," tambahnya.

Indah mengisahkan, awal mula belajar mengaji mulai nol dengan buku Iqra di tahun 2017 hingga akhirnya lancar pada 2019. Tekad untuk berubah dan bertaubat membawanya menjadi salah satu peserta yang diwisuda membaca Al-Quran dengan metode Ummi.

Dari prosesnya belajar hingga wisuda inilah Indah mulai mengenal beberapa bacaan mahrajal huruf, hingga tajwid di setiap ayat-ayat suci umat Islam itu.

Kini Indah dan warga binaan lain kian mempertebal keimanan di bulan Ramadan 1443 Hijriah ini. Penambahan waktu membaca atau tadarus Al-Quran dalam sehari, menjadi salah satu yang diinisiasi para warga binaan.

"Karena kalau musim Ramadan, di dalam ini tidak ada kegiatan seperti pondok pesantren jamnya dikurangi. Daripada di dalam blok tidak ada pekerjaan, kita gunakan mengaji," ungkapnya.

Indah berharap, dengan ilmu-ilmu yang didapatnya di dalam Lapas ia bisa memanfaatkan dan mengamalkannya di luar saat berinteraksi dengan masyarakat. Salah satunya dengan menjadi guru mengaji dan menularkan ilmu pengalamannya selama belajar mengaji dari nol tidak bisa hingga menjadi orang yang mahir membaca dengan tajwid dan mahrajal hurufnya.

"Saya ingin ngajar di TPQ-TPQ di rumah. Sudah banyak pembekalan yang diberikan di sini," tandasnya.
(tsa)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Ramadan, Waktu yang...
Ramadan, Waktu yang Tepat Mendulang Berbagai Pahala
Syafana Ramadhan Boarding...
Syafana Ramadhan Boarding Camp Bentuk Karakter Pemimpin Islam
Lintasarta Salurkan...
Lintasarta Salurkan Program Sosial Ramadan bagi Lebih dari 1.500 Penerima Manfaat di Berbagai Kota
Memasuki 10 Hari Terakhir...
Memasuki 10 Hari Terakhir Ramadan dan 10 Amalan Terbaiknya, Umat Muslim Wajib Tahu!
Muhammadiyah Tetapkan...
Muhammadiyah Tetapkan Lebaran 2026 pada Jumat 20 Maret
Ramadan Penuh Cahaya...
Ramadan Penuh Cahaya dan Doa: Hafiz Indonesia 2026 Hadir dengan Kisah Anak-Anak Penghafal Al-Qur’an
Rekomendasi
Subuh ke Magrib hanya...
Subuh ke Magrib hanya 1 Jam, Puasa di Murmansk Cuma 60 Menit
Ilmuwan Menemukan Penyebab...
Ilmuwan Menemukan Penyebab Terjadinya Supernova
Gerhana Matahari Total...
Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Akan Segera Terjadi
Artikel Terkini
Kisah Jin Sakhr Merebut...
Kisah Jin Sakhr Merebut Takhta Nabi Sulaiman, hingga Kerajaannya Kembali pada 10 Muharram
Tradisi Lebaran Anak...
Tradisi Lebaran Anak Yatim di Hari Asyura, Dari Mana Asalnya?
10 Rahasia Puasa Asyura...
10 Rahasia Puasa Asyura yang Jarang Diketahui, Nomor 1 Sangat Istimewa
Mengapa Umat Islam Dianjurkan...
Mengapa Umat Islam Dianjurkan Berpuasa di Hari Asyura? Ini Penjelasannya
12 Amalan Populer Hari...
12 Amalan Populer Hari Asyura 10 Muharam yang Dianjurkan Rasulullah SAW
Mengapa Hari Asyura...
Mengapa Hari Asyura Begitu Istimewa? Ini Keutamaan, Peristiwa Besar, dan Fadhilah Puasanya
Infografis
Gunung Pelangi China,...
Gunung Pelangi China, Fenomena Alam yang Disebut dalam Al-Quran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved