Rasululullah SAW Sempat Bertemu 9 Kali Puasa Ramadhan
Kamis, 07 April 2022 - 17:19 WIB
loading...
Rasulullah SAW hanya bertemu 9 kali bulan Ramadhan dan Idul Fitri. (Foto/Ilustrasi: Ist)
A
A
A
Rasulullah SAW diperkirakan hanya mengalami puasa Ramadhan sebanyak 9 kali. Perintah puasa turun pada 28 Sya’ban 2 H. Sementara Rasulullah SAW wafat pada 12 Rabiul awal 11 H. Itu bermakna bahwa Rasulullah SAW hanya bertemu 9 kali bulan Ramadhan dan Idul Fitri.
Baca juga: Begini Cara Rasulullah SAW Berbuka Puasa
Sayyid Sabiq dalam Fiqh Sunah menjelaskan ayat tentang shaum Ramadhan turun pada hari Kamis tanggal 28 Syaban tahun ke-2 H. Itu maknanya, bertepatan dengan tanggal 23 Pebruari 624 M.
Menurut Adel Al-Rumaih dalam Hijri-Gregorian Converter pada saat itu 1 Ramadhan jatuh pada hari Ahad, 26 Februari 624. Sedangkan 1 Syawal tahun itu jatuh pada hari Senin, 26 Maret 624.
Ibn Hajar dalam Fathul Bari menyebutkan, Nabi Muhammad SAW wafat pada hari Senin, tanggal 12 Rabiul awwal tahun kesebelas hijriah.
Berdasarkan perhitungan tersebut, Nabi bertemu bulan Ramadhan dan menjalankan puasanya sejak Ramadhan tahun kedua hijriah hingga Ramadhan tahun kesepuluh.
Sedangkan Ramadhan tahun kesebelas tidak sempat dirasakan oleh Rasulullah SAW mengingat beliau wafat pada bulan Rabiul Awwal. Kurang lebih lima bulan sebelum tibanya Ramadhan tahun tersebut. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Nabi menjalankan puasa Ramadhan sebanyak 9 kali.
Fakta bahwa Nabi menjalankan puasa Ramadhan selama sembilan kali juga dijelaskan oleh Imam Nawawi dalam Al-Majmu’ (6/251). Menurutnya, Rasulullah SAW sempat berpuasa Ramadhan selama 9 kali (9 tahun), mengingat kewajiban puasa turun pada bulan Sya’ban tahun kedua Hijrah, sedangkan Nabi wafat pada bulan Rabiul Awwal tahun kesebelas Hijrah.
Baca juga: Kesederhanaan Rasulullah SAW Saat Berbuka Puasa
Lama Puasa
Menurut atsar Ibnu Mas'ud dan Aisyah disebutkan bahwa Rasulullah SAW semasa hidupnya lebih banyak berpuasa Ramadhan 29 hari dari pada 30 hari. Perinciannya, delapan kali puasa selama 29 hari dan satu kali berpuasa selama 30 hari. Dalam sistem kalender qomariyah, penentuan jumlah hari dalam setiap bulannya dapat berkisar 29 atau genap 30 hari.
Baca juga: Begini Cara Rasulullah SAW Berbuka Puasa
Sayyid Sabiq dalam Fiqh Sunah menjelaskan ayat tentang shaum Ramadhan turun pada hari Kamis tanggal 28 Syaban tahun ke-2 H. Itu maknanya, bertepatan dengan tanggal 23 Pebruari 624 M.
Menurut Adel Al-Rumaih dalam Hijri-Gregorian Converter pada saat itu 1 Ramadhan jatuh pada hari Ahad, 26 Februari 624. Sedangkan 1 Syawal tahun itu jatuh pada hari Senin, 26 Maret 624.
Ibn Hajar dalam Fathul Bari menyebutkan, Nabi Muhammad SAW wafat pada hari Senin, tanggal 12 Rabiul awwal tahun kesebelas hijriah.
Berdasarkan perhitungan tersebut, Nabi bertemu bulan Ramadhan dan menjalankan puasanya sejak Ramadhan tahun kedua hijriah hingga Ramadhan tahun kesepuluh.
Sedangkan Ramadhan tahun kesebelas tidak sempat dirasakan oleh Rasulullah SAW mengingat beliau wafat pada bulan Rabiul Awwal. Kurang lebih lima bulan sebelum tibanya Ramadhan tahun tersebut. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Nabi menjalankan puasa Ramadhan sebanyak 9 kali.
Fakta bahwa Nabi menjalankan puasa Ramadhan selama sembilan kali juga dijelaskan oleh Imam Nawawi dalam Al-Majmu’ (6/251). Menurutnya, Rasulullah SAW sempat berpuasa Ramadhan selama 9 kali (9 tahun), mengingat kewajiban puasa turun pada bulan Sya’ban tahun kedua Hijrah, sedangkan Nabi wafat pada bulan Rabiul Awwal tahun kesebelas Hijrah.
Baca juga: Kesederhanaan Rasulullah SAW Saat Berbuka Puasa
Lama Puasa
Menurut atsar Ibnu Mas'ud dan Aisyah disebutkan bahwa Rasulullah SAW semasa hidupnya lebih banyak berpuasa Ramadhan 29 hari dari pada 30 hari. Perinciannya, delapan kali puasa selama 29 hari dan satu kali berpuasa selama 30 hari. Dalam sistem kalender qomariyah, penentuan jumlah hari dalam setiap bulannya dapat berkisar 29 atau genap 30 hari.
Lihat Juga :