Abdullah bin Jahsy, Orang Pertama Bergelar Amirul Mukminin yang Ditegur Rasulullah SAW

Jum'at, 15 April 2022 - 15:26 WIB
loading...
A A A
“Angkatlah orang yang paling sabar menderita haus dan lapar di antara kalian untuk menjadi “Amir” (komandan)!” ujar Rasulullah saat memberikan pengarahan.

Mereka sepakat mengangkat Abdullah bin Jahsy menjadi Amir. Sebuah bendera diikatkan Rasulullah dengan tangan beliau pada tangkainya, kemudian secara resmi diserahkan kepada Abdullah bin Jahsy. Itulah bendera pertama dalam Islam.

Abdullah bin Jahsy tercatat menjadi orang pertama yang dipercaya membawa bendera itu. Sesuai dengan jabatan dan tugasnya mengelola pertahanan, keamanan dan ketertiban kaum muslimin, maka dia bergelar “Amir”. Karena itu dia pulalah orang pertama bergelar “Amirul Mukminin”.

Pada suatu hari setelah dia dilantik menjadi Amir, Rasulullah menugaskan Abdullah dan pasukannya dengan sebuah Surat Perintah melakukan pengintaian. Beliau menyerahkan surat tapi melarang membuka Surat Perintah tersebut, kecuali sesudah dua hari perjalanan.

Setelah waktunya tiba, Abdullah membuka Surat Perintah dan membacanya. “Bila engkau membaca surat ini, terus berjalan ke arah Makkah, antara Thaif dan Makkah. Amati dengan seksama gerak-gerik kaum Quraisy, dan segera melapor kepada kami!”

“Saya dengar dan saya patuh, hai Nabi!” kata Abdullah selesai membaca surat tersebut.

Maka dikumpulkannya anggota pasukannya seraya berkata, “Rasulullah memerintahkan melakukan pengintaian terhadap kuam Quraisy. Mengamat-amati gerak-gerik mereka dengan seksama, dan senantiasa melapor kepada beliau. Beliau melarang saya memaksa kalian. Karena itu siapa ingin syahid, silakan terus menyertai saya dalam tugas ini, dan siapa takut, pulanglah sekarang! Kalian tidak akan dihukum atau disakiti.”

“Segala perintah kami dengar dan kami patuhi, ya Rasulullah! Kami terus menyertai Anda sesuai dengan perintah Rasulullah!” jawab mereka serentak dan bersemangat.

Baca juga: Ini Alasan Kenapa Sahabat Nabi Tidak Bermazhab

Tiba di Nakhlah mereka langsung memeriksa medan dan menyiapkan pos pengintaian. Kemudian Abdullah membagi-bagi tugas untuk mengintai dan mengamat amati kegiatan kaum Quraisy.

Sementara mereka bersiap-siap demikian, tiba-tiba terlihat di kejauhan sebuah kafilah Quraisy terdiri tempat orang. Mereka terdiri Amr bin Hadhramy, Hakam bin Kaysan, Utsman bin Abdullah, dan saudaranya Al-Mughirah.

Mereka membawa barang dagangannya seperti kulit, anggur, dan sebagainya. Barang-barang itu biasa diperdagangkan kaum Qiraisy.

Abdullah bin Jahsy bermusyawarah dengan pasukannya, apakah kafilah itu akan diserang atau tidak. Soalnya, hari itu adalah hari terakhir bulan Haram . Bulan Haram ialah bulan Dzul Qaidah, Dzul Hijjah, Muharram, dan Rajab. Dalam bulan-bulan tersebut orang Arab dilarang (haram) berperang.

Jika kafilah itu diserang, berarti mereka menyerang dalam bulan Haram, maka berarti pula melanggar kehormatan bulan Haram, dan mengundang kemarahan seluruh bangsa Arab. Jika mereka dibiarkan lewat, mereka masuk ke Tanah Haram (Mekkah); berarti membiarkan mereka masuk ke tempat aman, karena di sana dilarang berperang.

Akhirnya mereka memutuskan untuk menyerang dan merampas harta mereka. Mereka berhasil menewaskan seorang anggota rombongan Quraisy. Dua orang tertawan dan seorang lagi meloloskan diri.

Selanjutnya, Abdullah bin Jahsy dan pasukannya membawa tawanan dan harta rampasan ke Madinah.

Setelah mereka tiba di hadapan Rasulullah, ternyata beliau tidak membenarkan tindakan mereka. Beliau marah karena mereka bertindak di luar perintah (tidak disiplin).

“Demi Allah! Saya tidak memerintahkan kalian menyerang, merampas, menawan, apalagi membunuh. Saya memerintahkan mencari berita mengenai orang-orang Quraisy, mengamat-amati gerak-gerik mereka, kemudian melaporkannya kepada saya,” kata Rasulullah marah.

Rasulullah menangguhkan putusan mengenai kedua tawanan dan harta rampasan. Beliau tidak mengusiknya sementara menunggu putusan dan Allah, Abdullah bin Jahsy dan pasukan diberhentikan. Mereka dianggap bersalah karena tidak disiplin, dan bertindak di luar perintah Rasulullah.

Hukuman itu menyebabkan mereka serba sulit. Kaum muslimin mencela mereka, sehingga mereka merasa dikucilkan.

Kedamaian yang dinikmati Abdullah sejak hijrah ke Madinah, kini bertukar dengan kegelisahan, kesedihan, penyesalan dan rasa tertekan. Bila berpapasan dengan kaum muslimin, mereka berkata mencemooh, “Inikah dia yang melanggar perintah Rasullullah?“
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Wafat di Makkah saat...
Wafat di Makkah saat Beribadah Haji: Raih Pahala Syahid dan Beri Syafaat
Kisah Uwais Al Qarni...
Kisah Uwais Al Qarni : Menggendong Ibunya dari Yaman ke Makkah untuk Melaksanakan Haji
Jejak Perang yang Diabadikan...
Jejak Perang yang Diabadikan dalam Al Quran, Apa Saja?
Kisah Sahabat Nabi dari...
Kisah Sahabat Nabi dari Iran : Salman Al Farisi Sempat Menjadi Penjaga Api Agama Majusi
Kisah Khalifah Umar...
Kisah Khalifah Umar bin Khattab yang Ingin Mati Syahid dan Doa-doanya
Dalil-dalil Tentang...
Dalil-dalil Tentang Mati Syahid, Bersumber dari Ayat Al Quran dan Hadis
Rekomendasi
Struktur Zig-Zag Ditemukan...
Struktur Zig-Zag Ditemukan di Medan Magnet Bumi
Fenomena Alam St. Elmos...
Fenomena Alam St. Elmo's Fire Menyelimuti Pesawat Airbus di Udara
Es Antartika Tiba-tiba...
Es Antartika Tiba-tiba Mencair, Ilmuwan Mulai Panik
Artikel Terkini
Sama-Sama Ibadah ke...
Sama-Sama Ibadah ke Tanah Suci, Apa Bedanya Haji dan Umrah?
Kapan Tahun Baru Islam...
Kapan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah?
Cerita Unik Khalifah...
Cerita Unik Khalifah Al-Mahdi: Bangun Insfrastruktur Makkah dan Tradisi Parfum di Masjidil Haram
Data Kemenhaj, 6.333...
Data Kemenhaj, 6.333 Jemaah Haji Kembali ke Tanah Air
6 Keistimewaan Masjidil...
6 Keistimewaan Masjidil Haram yang Jarang Diketahui Jemaah Haji
Menjaga Kemabruran Haji:...
Menjaga Kemabruran Haji: Inilah Amalan setelah Pulang dari Tanah Suci
Infografis
Ilmuwan - Ilmuwan Muslimah...
Ilmuwan - Ilmuwan Muslimah Yang Karyanya Mendunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved