Kisah Bijak Para Sufi: Membawa Sepatu

Jum'at, 19 Juni 2020 - 07:02 WIB
loading...
Kisah Bijak Para Sufi:...
Membawa sepatu saat di masjid atau ditinggal di luar saja? Foto/Ilustrasi/Dok. SINDOnews
A A A
Dua orang saleh dan terhormat pergi ke masjid bersama-sama. Orang pertama melepas sepatunya, lalu meletakkannya dengan rapi, sebelah menyebelah, di luar pintu. Orang kedua melepas sepatunya, mengimpitkan kedua alas sepatunya dan membawanya masuk ke masjid.(Baca juga: Kisah Bijak Para Sufi: Emas Keberuntungan )

Terjadilah percakapan di antara sekelompok orang saleh yang duduk-duduk di dekat pintu masjid, siapa dari kedua orang tadi yang lebih saleh. "Jika orang masuk masjid telanjang kaki, bukankah lebih baik menaruh saja sepatunya di luar?" tanya seseorang. "Tetapi tidakkah kita harus mempertimbangkan," kata yang lain, "bahwa orang yang membawa masuk sepatunya ke masjid mengingatkan dirinya bahwa ia sedang dalam keadaan kerendahan hati yang pantas?"

Baca juga: Hikayat Mistis: Bunglon dan Kelelawar

Ketika dua orang itu selesai sembahyang, mereka ditanyai terpisah oleh kedua kelompok yang berbeda pendapat tadi.

Orang pertama menjawab, "Saya meninggalkan sepatuku di luar dengan alasan biasa. Jika seandainya ada orang bermaksud mencuri sepatuku maka ia akan memperoleh kesempatan untuk menangkis godaan itu, dan dengan kemudahan memperoleh kebaikan bagi dirinya sendiri."

Baca juga: Kisah Bijak Para Sufi: Saudagar dan Darwis Kristen

Para pendengar sangat terkesan oleh kemuliaan hati orang saleh itu, yang menganggap harta miliknya sepele sehingga merelakan saja semuanya kepada nasib.

Orang kedua, pada saat yang sama, berkata, '"Saya membawa masuk sepatuku ke masjid sebab jika kubiarkan di luar mungkin akan menggoda seseorang untuk mencurinya. Siapa pun yang menyerah pada godaan tersebut tentu akan membuatku terlibat juga dalam dosa."

Baca juga: Kisah Bijak Para Sufi: Kandil Besi

Para pendengar terkesan sungguh oleh ucapan yang saleh itu, dan mengagumi kedalaman pikiran orang suci tersebut.

Namun, ada orang lain, seorang bijaksana juga, yang hadir di tengah mereka, berseru, "Sementara kalian berdua dan para pendengarmu terlena dalam perasaan puasmu, saling berceloteh tentang ibarat yang diandaikan, ada hal-hal nyata telah terjadi."

"Apa itu?" tanya kerumunan orang itu.

Baca juga: Kisah Bijak Para Sufi: Gerbang Surga

'"Tak ada orang yang tergoda oleh sepatu itu. Tak ada orang yang tidak tergoda oleh sepatu itu. Pendosa khayalan itu tak pernah lewat. Justru seorang yang tak punya sepatu untuk dibawa masuk atau ditaruh di luar pintu, masuk ke masjid. Ia tidak menyadari pengaruh yang diberikannya atas orang-orang yang melihatnya maupun yang tidak melihatnya. Tak ada seorang pun yang memperhatikan perilakunya. Tetapi, oleh karena ketulusannya, doa-doanya di masjid hari ini secara langsung menolong orang-orang yang ingin mencuri, yang mungkin betul-betul mencuri atau tidak jadi mencuri atau memperbaiki diri mereka ketika menghadapi godaan."

Baca juga: Kisah Bijak Para Sufi: Empat Harta Ajaib

Belum jugakah kalian mengerti bahwa sekadar perilaku yang disadari, betapa pun mulia itu dalam pemandangannya, sesungguhnya tak berarti bila dibandingkan dengan pengetahuan bahwa ada sungguh-sungguh orang bijaksana yang sejati? (Baca juga: Kisah Bijak Para Sufi: Kisah Pasir )
==

Kisah ini, yang bersumber dari ajaran-ajaran tarekat Khilwati ('Pertapa'), yang didirikan oleh Omar Khilwati yang wafat pada tahun 1397, sering sekali dikutip. Argumennya, yang diterima secara luas di kalangan darwis, menekankan bahwa mereka yang telah mengembangkan nilai-nilai batiniah tertentu niscaya memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap masyarakat daripada mereka yang berusaha mengamalkan prinsip-prinsip moral secara kering. Yang pertama disebut: 'Manusia Tindakan yang Sejati', dan yang kedua: 'Mereka yang tidak tahu tetapi bersikap seolah-olah tahu'. (Baca juga: Hikayat-Hikayat Mistis: Burung Hoopoe dan Burung Hantu )

Dinukil dari Idries Shah "Tales of The Dervishes" diterjemahkan Ahmad Bahar menjadi Harta Karun dari Timur Tengah - Kisah Bijak Para Sufi.

(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Hikmah : Tidak...
Kisah Hikmah : Tidak Melakukan Ibadah Haji Tapi Dapat Pahala Haji, Kok Bisa?
Kisah Bulan Zulhijjah...
Kisah Bulan Zulhijjah : Diijabahnya Doa Nabi Zakaria Mendapatkan Keturunan di Umur 90 Tahun
Kisah Uwais Al Qarni...
Kisah Uwais Al Qarni : Menggendong Ibunya dari Yaman ke Makkah untuk Melaksanakan Haji
Kisah Hikmah : Laki-laki...
Kisah Hikmah : Laki-laki yang Selamat dari Neraka karena Zikir Laa Ilaaha Illallaah
Kisah Hikmah : Diselamatkan...
Kisah Hikmah : Diselamatkan dari Siksa Kubur karena Fadilah Puasa Syawal
Kisah Hit, Seorang Waria...
Kisah Hit, Seorang Waria yang Hidup di Zaman Nabi SAW
Rekomendasi
Bangunan 13 Lantai di...
Bangunan 13 Lantai di Chili Tiba-tiba Ditelan Bumi
Berkobar Sejak 1971,...
Berkobar Sejak 1971, Api Pintu Neraka Hampir Padam
Siapakah Penemu Kode...
Siapakah Penemu Kode Morse dan Alat Telegraf? Ini Jawabannya
Artikel Terkini
Doa Memasuki Tahun Baru...
Doa Memasuki Tahun Baru Islam, Jangan Lupa Diamalkan!
Samakah 1 Muharram dengan...
Samakah 1 Muharram dengan 1 Suro? Simak Penjelasannya di Sini!
Perlukah Melakukan Resolusi...
Perlukah Melakukan Resolusi Hidup di Tahun Baru Islam?
Siap-siap Memasuki Muharram,...
Siap-siap Memasuki Muharram, Ini 4 Keutamaan Bulan Haram Tersebut!
Lambaian Tangan PPIH...
Lambaian Tangan PPIH Iringi 5.499 Jemaah Haji Gelombang Kedua Tinggalkan Makkah
Pulang Ibadah dari Tanah...
Pulang Ibadah dari Tanah Suci, Bolehkah Memakai Gelar Haji?
Infografis
Abu Musa Jabir Bin Hayyan,...
Abu Musa Jabir Bin Hayyan, Ilmuwan Islam di Bidang Kimia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved