Kisah Bijak Para Sufi: Empat Harta Ajaib

Jum'at, 12 Juni 2020 - 13:37 WIB
loading...
Kisah Bijak Para Sufi:...
Dari Cermin Ajaib itu tahulah mereka bahwa Piala sang darwis telah dibuang, atas perintah raja, ke samudera yang paling dalam di dunia. Foto/Ilustrasi/Ist
A A A
KONON, empat orang darwis suci tingkat kedua bertemu dan bersepakat untuk mencari harta yang memungkinkan mereka mengabdi pada kemanusiaan. Keempat darwis itu telah mempelajari segala ilmu dan percaya bahwa melalui kerja sama itu mereka bisa mengabdi dengan lebih baik. (Baca juga: Hikayat-Hikayat Mistis: Burung Hoopoe dan Burung Hantu )

Mereka saling berjanji untuk berjumpa kembali tiga puluh tahun kemudian.

Pada hari yang ditentukan itu, mereka pun berjumpa kembali. Darwis pertama membawa tongkat ajaib dari Utara jauh; dengan mengayunkannya, orang bisa sampai ke tujuan dalam sekejap. Darwis kedua, dari Barat jauh, membawa topi ajaib; orang yang memakainya bisa dalam seketika mengubah diri menjadi orang lain sesuai keinginannya. Darwis ketiga, dari pengelanaan dan pencariannya di Timur jauh, membawa cermin ajaib; dalam cermin itu bisa terlihat setiap bagian bumi yang dikehendaki. Darwis keempat, mengembara di Selatan jauh, membawa pulang piala ajaib, yang dengannya segala penyakit bisa disembuhkan. (Baca juga: Kisah Bijak Para Sufi: Warisan )

Kemudian, para darwis itu menatap ke cermin untuk mencari sumber Air Kehidupan. Dengan meminum air itu, usia mereka bisa cukup panjang untuk mempergunakan harta tersebut demi kemanusiaan. Mereka berhasil menemukan Mata Air Kehidupan itu, lalu terbang ke sana dengan tongkat ajaib, dan meminum air itu.

Kemudian, para darwis itu sembahyang, untuk melihat siapakah orang paling membutuhkan pertolongan mereka. Dalam cermin, muncul wajah seseorang lelaki yang hampir meninggal. Lelaki itu berhari-hari perjalanan jauhnya dari tempat mereka.

Baca juga: Kisah Bijak Para Sufi: Kisah Api

Keempat darwis itu segera mengayunkan tongkat ajaib dan terbang, dalam sekejap mata, menuju rumah orang sakit itu.

"Kami tabib kenamaan," kata mereka kepada seorang lelaki di gerbang. "yang mengetahui bahwa tuanmu sakit. Bolehkah kami masuk dan menyembuhkannya?" (Baca juga: Kisah Bijak Para Sufi: Cara Mendapat Pengetahuan)

Ketika orang sakit itu mendengarkannya, ia meminta agar para tabib itu dibawa masuk ke kamarnya. Tetapi ketika orang sakit itu menjumpai mereka, ia meronta-ronta, seperti diikat dengan tali. Mereka pun diusir, dan seorang pelayan menjelaskan bahwa lelaki itu membenci para darwis dan menganggapnya musuh.

Baca juga: Kisah Bijak Para Sufi: Fatimah Si Pemintal dan Tenda

Mereka pun mengubah rupa dengan memakai topi ajaib itu, dan sekali lagi menemui orang sakit itu. Kali ini para darwis diterima dengan baik sebab penampilan mereka memang seperti tabib.

Segera setelah lelaki itu meminum obat dengan menggunakan piala ajaib, tubuhnya menjadi lebih sehat dari pada sebelumnya sepanjang hidupnya. Ia sangat gembira dan karena ia kaya, menghadiahi para darwis itu sebuah rumah.

Mereka pun tinggal di rumah itu, dan setiap hari mereka pergi ke tempat yang berbeda, mempergunakan perlengkapan ajaib masing-masing, untuk kebaikan umat manusia. (Baca juga: Kisah Bijak Para Sufi: Kisah Pasir )
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Hikmah : Perempuan...
Kisah Hikmah : Perempuan yang Sering Menangis karena Allah
15 Hikmah Isra Mikraj...
15 Hikmah Isra Mikraj bagi Kehidupan, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Rahasia dan Hikmah Hujan...
Rahasia dan Hikmah Hujan Menurut Islam, Begini Penjelasannya
Kisah Hikmah : Rumah...
Kisah Hikmah : Rumah dan Tamunya yang Mencari Jalan
Kisah Hikmah : Roti...
Kisah Hikmah : Roti dan Permata, Ketika Takdir Telah Campur Tangan
5 Keutamaan dan Hikmah...
5 Keutamaan dan Hikmah Salat Berjamaah bagi Umat Islam
Rekomendasi
Cuaca Panas Ekstrem...
Cuaca Panas Ekstrem Panggang Jerman, Sungai Rhine Terancam Jadi Daratan
Jawaban Menakutkan Mengapa...
Jawaban Menakutkan Mengapa Sungai Colorado Tidak Lagi Mencapai Laut Terkuak
Terumbu Karang Mediterania...
Terumbu Karang Mediterania Terbesar di Kroasia Terancam oleh Pemanasan Global
Artikel Terkini
Mengapa Surat Al-Fatihah...
Mengapa Surat Al-Fatihah Disebut Induk Al-Qur'an? Ini Makna dan Keistimewaannya
Asal Usul Nama Surat...
Asal Usul Nama Surat Al-Baqarah: Kisah Sapi Betina yang Mengungkap Misteri Pembunuhan
Ayat-ayat Istimewa Surat...
Ayat-ayat Istimewa Surat Al Baqarah : Mengapa Ayat 255 Disebut Ayat Kursi?
Asbabun Nuzul 2 Ayat...
Asbabun Nuzul 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah: Kisah Turunnya Ayat yang Menenangkan Para Sahabat
Bacaan 2 Ayat Terakhir...
Bacaan 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah dan 3 Manfaatnya yang Dahsyat
Rahasia 2 Ayat Terakhir...
Rahasia 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah: Dibaca Malam Hari, Pahalanya Luar Biasa
Infografis
Tri Mumpuni, Ilmuwan...
Tri Mumpuni, Ilmuwan Muslim Indonesia Paling Berpengaruh di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved