Ramadhan dan Jumat Agung Harus Jadi Momen Membuang Arogansi Beragama
Sabtu, 16 April 2022 - 14:57 WIB
loading...
A
A
A
”Karena tidak ada ajaran agama manapun yang mengajarkan bermusuhan apalagi arogansi. Jadi kembali lagi pada Jumat Agung mudah-mudahan dengan momentum Jumat Agung ini kembali kita ke agama masing-masing, kembali kepada qitahnya lagi, bahwa pada dasarnya agama apapun itu mengajarkan kasih sayang dan menjauhi permusuhan,” tuturnya.
Pasalnya, ia mengamati dari peristiwa demo 11 April 2022 yang ternodai dengan aksi kekerasan terhadap seorang tokoh yang mana berlawanan dengan semangat cinta kasih,terutama di bulan Ramadan dan Trihari Suci umat Kristiani.
”Padahal bulan ini adalah bulan kasih sayang, ampunan dan bulan kita dijauhkan dari api neraka. Kita harus bisa melihat persoalan dari dua sisi. Walaupun kita ketahui selama ini bahwa yang bersangkutan merupakan sosok yang kontroversial, dan harus waspada karena setiap gerakan pasti ada yang menunggangi, sudah pasti itu,” ujar mantan Ketua Umum PP Perti ini.
Oleh karena itu, pendiri Badan Kontak Muballigh Indonesia {Baqomubin) ini memandang perlu ada peran pemerintah dan tokoh untuk terus bersama-sama menjaga persatuan dan kerukunan umat, agar hal-hal yang menodai perdamaian dan ukhuwah umat tidak terjadi kembali di kemudian hari dengan mendorong narasi kasih sayang kepada umat.
”Sebab itu barangkali sudah betul ya sosialisasi yang dilakukan BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) dengan ormas-ormas Islam yang tergabung dalam LPOI (Lembaga Persahabatan Ormas Islam) dan juga ormas-ormas non Islam yang tergabung dalam LPOK (Lembaga Persahabatan Ormas Keagamaan) ini untuk menaburkan kasih sayang serta bekerja sama untuk senantiasa mengayomi masyarakat,” terangnya.
Terakhir, Anwar Sanusi berpesan kepada khususnya umat Muslim agar di bulan yang suci dan penuh sukacita ini, umat dapat terus meningkatkan amal perbuatan, serta semakin menyadari bahwasanya islam sebagai rahmatan lil alamin senantiasa mengajarkan umatnya untuk bertoleransi dan mencintai kasih sayang.
”Jadi Insya Allah dengan momen bulan suci Ramadan ini, kita bisa meningkatkan amal baik perbuatan atau perilaku. Nanti kalau sudah ditingkatkan ba'da Idul Fitri tentunya harus lebih baik lagi. Ini juga momen memaksimalkan rasa cinta dan toleransi bahwa ajaran islam itu adalah ajaran yang memang benar-benar toleransi dan ajaran yang mencintai kasih sayang,” pungkasnya.
Pasalnya, ia mengamati dari peristiwa demo 11 April 2022 yang ternodai dengan aksi kekerasan terhadap seorang tokoh yang mana berlawanan dengan semangat cinta kasih,terutama di bulan Ramadan dan Trihari Suci umat Kristiani.
”Padahal bulan ini adalah bulan kasih sayang, ampunan dan bulan kita dijauhkan dari api neraka. Kita harus bisa melihat persoalan dari dua sisi. Walaupun kita ketahui selama ini bahwa yang bersangkutan merupakan sosok yang kontroversial, dan harus waspada karena setiap gerakan pasti ada yang menunggangi, sudah pasti itu,” ujar mantan Ketua Umum PP Perti ini.
Oleh karena itu, pendiri Badan Kontak Muballigh Indonesia {Baqomubin) ini memandang perlu ada peran pemerintah dan tokoh untuk terus bersama-sama menjaga persatuan dan kerukunan umat, agar hal-hal yang menodai perdamaian dan ukhuwah umat tidak terjadi kembali di kemudian hari dengan mendorong narasi kasih sayang kepada umat.
”Sebab itu barangkali sudah betul ya sosialisasi yang dilakukan BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) dengan ormas-ormas Islam yang tergabung dalam LPOI (Lembaga Persahabatan Ormas Islam) dan juga ormas-ormas non Islam yang tergabung dalam LPOK (Lembaga Persahabatan Ormas Keagamaan) ini untuk menaburkan kasih sayang serta bekerja sama untuk senantiasa mengayomi masyarakat,” terangnya.
Terakhir, Anwar Sanusi berpesan kepada khususnya umat Muslim agar di bulan yang suci dan penuh sukacita ini, umat dapat terus meningkatkan amal perbuatan, serta semakin menyadari bahwasanya islam sebagai rahmatan lil alamin senantiasa mengajarkan umatnya untuk bertoleransi dan mencintai kasih sayang.
”Jadi Insya Allah dengan momen bulan suci Ramadan ini, kita bisa meningkatkan amal baik perbuatan atau perilaku. Nanti kalau sudah ditingkatkan ba'da Idul Fitri tentunya harus lebih baik lagi. Ini juga momen memaksimalkan rasa cinta dan toleransi bahwa ajaran islam itu adalah ajaran yang memang benar-benar toleransi dan ajaran yang mencintai kasih sayang,” pungkasnya.
(shf)
Lihat Juga :