Ramadhan dan Jumat Agung Harus Jadi Momen Membuang Arogansi Beragama
Sabtu, 16 April 2022 - 14:57 WIB
loading...
Wakil Ketua Pembina PP Perti, Dr KH Anwar Sanusi menjelaskan di bulan Ramadhan tahun ini ada momen cukup indah yakni Jumat Agung yang dirayakan umat Kristiani. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Di bulan Ramadhan tahun ini yang penuh suka cita bagi umat Muslim, ada salah satu momen yang cukup indah yaitu peringatan Jumat Agung yang biasa dirayakan oleh umat Kristiani. Tentunya dua peristiwa ini menjadi momentum bagi kedua umat beragama dan seluruh umat pada umumnya untuk terus memupuk toleransi beragama sembari membuang arogansi beragama.
Wakil Ketua Pembina Pengurus Pusat Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PP Perti),Dr KH Anwar Sanusi mengatakan, momen indah yang penuh sukacita dari kedua umat beragama ini sebagai bulan kasih sayang sebagai kesempatan bagi umat untuk mempererat ukhuwah tali persaudaraan.
Baca juga: Ramadhan Bulan Kebaikan
”Bahwa momen ini adalah memang bulan kasih sayang. Dan kita pererat ukhuwah tali persaudaraan, baik ukhuwah Islamiyah terhadap sesama Islam, lalu ukhuwah wathoniyahdengan sesama manusia dalam suatu negara, dan ukhuwah insaniyah sebagai bentuk untuk perdamaian dunia,” ujarnya dikutip Sabtu (16/4/2022).
Menurut Anwar Sanusi, sebagai masyarakat yang hidup ditengah keberagaman suku dan agama, hendaknya umat mampu meneladani kehidupan di Madinah semasa kepemimpinan Nabi Muhammad SAW, di mana umat yang berbeda agama juga dapat hidup dan beribadah dengan damai.
”Ketika Nabi Muhammad SAW menjadi pemimpin agama sekaligus pemimpin di Madinah, di sana paling tidak ada empat kaum yakni Yahudi, Nasrani, Majusi yang menyembah berhala dan kaum Muslim. Pada saat itu mereka juga bisa hidup dengan damai, padahal mayoritas Islam,” terangnya.
Ketua Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) ini menilai, perayaan Jumat Agung sebagai salah satu rangkaian Trihari Suci umat Nasrani yang penuh sukacita juga sejatinya menjadi hari yang istimewa bagi umat Muslim. Hal itu tatkala hari Jumat ini menjadisayyidul ayyamatau hari yang memiliki keitimewaan dibanding hari lain terlebih di bulan suci Ramadhan.
Baca juga: Mempertahankan Ketaatan Setelah Ramadhan
“Jadi hari Jumat itu memang selain selain umat Kristiani menyebut hari Jumat Agung, kita sebagai umat Islam menyebutnya juga sebagaisayyidul ayyam atau ibunya dari semua hari yang ada. Sehingga pada dasarnya kedua umat beragama sama-sama memaknai hari Jumat ini sebagai hari besar,” paparnya.
Anwar Sanusi menilai, di hari Jumat yang istimewa bagi kedua umat beragama ini hendaknya umat dapat mengedepankan kasih sayang, toleransi serta mengesampingkan arogansi beragama demi menjalin ukhuwah persaudaraan.
Wakil Ketua Pembina Pengurus Pusat Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PP Perti),Dr KH Anwar Sanusi mengatakan, momen indah yang penuh sukacita dari kedua umat beragama ini sebagai bulan kasih sayang sebagai kesempatan bagi umat untuk mempererat ukhuwah tali persaudaraan.
Baca juga: Ramadhan Bulan Kebaikan
”Bahwa momen ini adalah memang bulan kasih sayang. Dan kita pererat ukhuwah tali persaudaraan, baik ukhuwah Islamiyah terhadap sesama Islam, lalu ukhuwah wathoniyahdengan sesama manusia dalam suatu negara, dan ukhuwah insaniyah sebagai bentuk untuk perdamaian dunia,” ujarnya dikutip Sabtu (16/4/2022).
Menurut Anwar Sanusi, sebagai masyarakat yang hidup ditengah keberagaman suku dan agama, hendaknya umat mampu meneladani kehidupan di Madinah semasa kepemimpinan Nabi Muhammad SAW, di mana umat yang berbeda agama juga dapat hidup dan beribadah dengan damai.
”Ketika Nabi Muhammad SAW menjadi pemimpin agama sekaligus pemimpin di Madinah, di sana paling tidak ada empat kaum yakni Yahudi, Nasrani, Majusi yang menyembah berhala dan kaum Muslim. Pada saat itu mereka juga bisa hidup dengan damai, padahal mayoritas Islam,” terangnya.
Ketua Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) ini menilai, perayaan Jumat Agung sebagai salah satu rangkaian Trihari Suci umat Nasrani yang penuh sukacita juga sejatinya menjadi hari yang istimewa bagi umat Muslim. Hal itu tatkala hari Jumat ini menjadisayyidul ayyamatau hari yang memiliki keitimewaan dibanding hari lain terlebih di bulan suci Ramadhan.
Baca juga: Mempertahankan Ketaatan Setelah Ramadhan
“Jadi hari Jumat itu memang selain selain umat Kristiani menyebut hari Jumat Agung, kita sebagai umat Islam menyebutnya juga sebagaisayyidul ayyam atau ibunya dari semua hari yang ada. Sehingga pada dasarnya kedua umat beragama sama-sama memaknai hari Jumat ini sebagai hari besar,” paparnya.
Anwar Sanusi menilai, di hari Jumat yang istimewa bagi kedua umat beragama ini hendaknya umat dapat mengedepankan kasih sayang, toleransi serta mengesampingkan arogansi beragama demi menjalin ukhuwah persaudaraan.
Lihat Juga :