Nenek Mau Tunjukkan Makam Nabi Yusuf Asal Masuk Surga
Jum'at, 19 Juni 2020 - 15:54 WIB
loading...
A
A
A
Musa memintanya agar dihadirkan. Musa berkata kepadanya, "Tunjukkan kepadaku di mana kubur Yusuf."
Wanita itu menjawab, "Aku tidak mau hingga aku menemanimu di Surga."
Rasulullah Musa tidak menyukai permintaannya, maka dikatakan kepadanya, "Kabulkan permintaannya."
Baca juga: Dua Versi Tentang Pertobatan Malik Bin Dinar yang Dramatis
Musa pun memberikan apa yang diminta. Lalu wanita itu mendatangi sebuah danau dan berkata, "Kuraslah airnya." Ketika air telah surut, wanita itu berkata, "Galilah di sini." Begitu mereka menggali, mereka menemukan tulang-tulang Yusuf. Begitu ia diangkat dari tanah, jalanan langsung terlihat nyata seperti cahaya pada siang hari."
Hadis ini diriwayatkan oleh Hakim dalam Mustadrak (2/624), no. 4088. Dia berkata, "Hadis ini sanadnya sahih, dan keduanya (Bukhari Muslim) tidak meriwayatkannya."
Baca juga: 10 Karomah Sayyidina Umar Bin Khattab (1)
Syaikh ‘Umar Sulaiman al-Asyqor, Guru Besar Universitas Islam Yordania, dalam Kisah-Kisah Shahih Dalam Al-Qur’an dan Sunnah, menjelaskan semasa hidup, Nabi Yusuf meminta kepada Bani Israil yang ada di sekelilingnya agar agar berjanji kelak jika mereka meninggalkan Mesir ke Tanah Suci membawa tulangnya. Kala itu, Bani Israil berjanji akan melaksanakan perintah itu.
Baca juga: Istri-Istri Nabi Cemburu Berat dengan Maria, Umar Ikut Sibuk
Tatkala Allah mengizinkan Nabi Musa dan kaumnya agar keluar dari Mesir, mereka tersesat. Nabi Musa terheran-heran karenanya. Dia meyakini bahwa pasti ada rahasia dalam urusan ini. Maka Nabi Musa pun bertanya kepada orang-orang yang bersamanya. Ulama Bani Israil mengingatkan akan janji leluhur mereka untuk membawa jasad Nabi Yusuf jika ingin meninggalkan Mesir.
Baca Juga: Kisah Mush'ab bin 'Umair, Sahabat Nabi yang Dicintai
Selanjutnya Nabi Musa bertanya, di mana letak kubur Nabi Yusuf. Tetapi tidak seorang pun mengetahui kuburnya kecuali seorang wanita tua Bani Israil. Hanya saja, perempuan tua ini menolak menunjukkan kecuali jika Nabi Musa mengabulkan permintaannya, dan ketika Nabi Musa menanyakan apa keinginannya, ternyata dia menuntut perkara besar.
Baca juga: Ayat-Ayat Khamr: Di Zaman Pra-Islam Sudah Ada yang Haramkan Miras
Wanita itu menjawab, "Aku tidak mau hingga aku menemanimu di Surga."
Rasulullah Musa tidak menyukai permintaannya, maka dikatakan kepadanya, "Kabulkan permintaannya."
Baca juga: Dua Versi Tentang Pertobatan Malik Bin Dinar yang Dramatis
Musa pun memberikan apa yang diminta. Lalu wanita itu mendatangi sebuah danau dan berkata, "Kuraslah airnya." Ketika air telah surut, wanita itu berkata, "Galilah di sini." Begitu mereka menggali, mereka menemukan tulang-tulang Yusuf. Begitu ia diangkat dari tanah, jalanan langsung terlihat nyata seperti cahaya pada siang hari."
Hadis ini diriwayatkan oleh Hakim dalam Mustadrak (2/624), no. 4088. Dia berkata, "Hadis ini sanadnya sahih, dan keduanya (Bukhari Muslim) tidak meriwayatkannya."
Baca juga: 10 Karomah Sayyidina Umar Bin Khattab (1)
Syaikh ‘Umar Sulaiman al-Asyqor, Guru Besar Universitas Islam Yordania, dalam Kisah-Kisah Shahih Dalam Al-Qur’an dan Sunnah, menjelaskan semasa hidup, Nabi Yusuf meminta kepada Bani Israil yang ada di sekelilingnya agar agar berjanji kelak jika mereka meninggalkan Mesir ke Tanah Suci membawa tulangnya. Kala itu, Bani Israil berjanji akan melaksanakan perintah itu.
Baca juga: Istri-Istri Nabi Cemburu Berat dengan Maria, Umar Ikut Sibuk
Tatkala Allah mengizinkan Nabi Musa dan kaumnya agar keluar dari Mesir, mereka tersesat. Nabi Musa terheran-heran karenanya. Dia meyakini bahwa pasti ada rahasia dalam urusan ini. Maka Nabi Musa pun bertanya kepada orang-orang yang bersamanya. Ulama Bani Israil mengingatkan akan janji leluhur mereka untuk membawa jasad Nabi Yusuf jika ingin meninggalkan Mesir.
Baca Juga: Kisah Mush'ab bin 'Umair, Sahabat Nabi yang Dicintai
Selanjutnya Nabi Musa bertanya, di mana letak kubur Nabi Yusuf. Tetapi tidak seorang pun mengetahui kuburnya kecuali seorang wanita tua Bani Israil. Hanya saja, perempuan tua ini menolak menunjukkan kecuali jika Nabi Musa mengabulkan permintaannya, dan ketika Nabi Musa menanyakan apa keinginannya, ternyata dia menuntut perkara besar.
Baca juga: Ayat-Ayat Khamr: Di Zaman Pra-Islam Sudah Ada yang Haramkan Miras
Lihat Juga :