Mariyah al-Qibthiyah dan Sisi Romantis Kehidupan Nabi Muhammad SAW
Selasa, 19 April 2022 - 15:46 WIB
loading...
A
A
A
Bulan Dzulhijjah tahun kedelapan Hijrah, Mariyah melahirkan bayi laki-laki. Kelahiran anaknya menjadikan Mariyah sebagai budak yang merdeka sepenuhnya. Kehadiran bayi dari Mariyah ini mendapat sambutan gembira dari masyarakat Madinah.
Rasulullah memberi nama anak laki-lakinya itu Ibrahim bin Muhammad. Harapannya kelak sang putra mendapat berkah sebagai mana nama bapak para nabi, Nabi Ibrahim AS. Saat bayi Ibrahim disusui oleh seorang istri tukang pandai besi bernama Abu Saif yang tinggal di perbukitan Madinah.
Mendengar kabar gembira ini para Ummahatul Mukminin bertambah dongkol. Pasalnya, setelah beberapa tahun menikah dengan Rasulullah, istri Nabi yang lain tidak kunjung diberikan anak. Pernah suatu ketika Aisyah mengungkapkan kecemburuannya langsung kepada Mariyah.
"Aku tidak pernah cemburu kepada wanita kecuali kepada Mariyah karena dia berparas cantik dan Rasulullah sangat tertarik kepadanya. Ketika pertama kali datang, Rasulullah menitipkannya di rumah Haritsah bin Nu'man al-Anshari, lalu dia menjadi tetangga kami. Akan tetapi, beliau sering kali di sana siang dan malam. Aku merasa sedih. Oleh karena itu, Rasulullah memindahkannya ke kamar atas, tetapi beliau tetap mendatangi tempat itu. Sungguh itu lebih menyakitkan bagi kami," kata Aisyah.
Baca juga: Cemburu Berat Istri-Istri Nabi dengan Mariyah al-Qibthiyah
Cerita Umar bin Khattab
Kecemburuan para istri Rasulullah ini didengar Umar bin Khattab. Selama ini Sayidina Umar memang banyak mengetahui bahkan seringkali terlibat dalam masalah rumah tangga Rasulullah. Muhammad Husain Haekal dalam Umar bin Khattab maupun Sejarah Hidup Muhammad menduga ini terjadi karena Hafsah, putrinya, adalah salah satu istri Nabi.
Haekal memaparkan setelah Maria melahirkan Ibrahim, cinta Rasulullah kepada bayinya amat besar. Hal ini dinyatakan oleh Hafsah dan Aisyah, diikuti oleh istri-istrinya yang lain, sehingga Nabi bermaksud meninggalkan mereka dan mengancam akan menceraikan mereka.
Disebutkan dalam Sahih dari Ibn Abbas bahwa ia bertanya kepada Umar, siapa dari dua istri Nabi yang menunjukkan perasaan demikian itu. “Hafsah dan Aisyah,” jawab Umar.
Umar menemui putrinya Hafshah dan bertanya, "Anakku, Anda menentang Rasulullah Sallallahu 'alaihi wa sallam sampai ia merasa gusar sepanjang hari!"
Hafsah menjawab: "Memang kami menentangnya."
"Kamu harus tahu," kata Umar. "Kuperingatkan kamu jangan terpedaya. Orang telah terpesona oleh kecantikannya sendiri dan mengira cinta Rasulullah Sallallahu 'alaihi wa sallam hanya karenanya."
Dalam sebuah sumber disebutkan, menurut Haekal, bahwa Nabi meninggalkan istri-istrinya sebulan penuh. Sesudah cukup satu bulan, ketika itu umal Islam yang sedang berada dalam Masjid sedang menekur dalam suasana kesedihan; mereka berkata: “Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menceraikan istri-istrinya.”
Disebutkan bahwa Umar telah menemui istri-istri Nabi sesudah mereka ditinggalkan oleh Nabi dan berkata kepada mereka: "Kalau kamu tidak mau mengubah sikap kamu Allah akan menggantikan kamu dengan yang lebih baik dari kamu semua."
Salah seorang dari mereka menjawab: "Umar, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam tak pernah menceramahi istri-istrinya, mengapa Anda yang berceramah!
Rasulullah memberi nama anak laki-lakinya itu Ibrahim bin Muhammad. Harapannya kelak sang putra mendapat berkah sebagai mana nama bapak para nabi, Nabi Ibrahim AS. Saat bayi Ibrahim disusui oleh seorang istri tukang pandai besi bernama Abu Saif yang tinggal di perbukitan Madinah.
Mendengar kabar gembira ini para Ummahatul Mukminin bertambah dongkol. Pasalnya, setelah beberapa tahun menikah dengan Rasulullah, istri Nabi yang lain tidak kunjung diberikan anak. Pernah suatu ketika Aisyah mengungkapkan kecemburuannya langsung kepada Mariyah.
"Aku tidak pernah cemburu kepada wanita kecuali kepada Mariyah karena dia berparas cantik dan Rasulullah sangat tertarik kepadanya. Ketika pertama kali datang, Rasulullah menitipkannya di rumah Haritsah bin Nu'man al-Anshari, lalu dia menjadi tetangga kami. Akan tetapi, beliau sering kali di sana siang dan malam. Aku merasa sedih. Oleh karena itu, Rasulullah memindahkannya ke kamar atas, tetapi beliau tetap mendatangi tempat itu. Sungguh itu lebih menyakitkan bagi kami," kata Aisyah.
Baca juga: Cemburu Berat Istri-Istri Nabi dengan Mariyah al-Qibthiyah
Cerita Umar bin Khattab
Kecemburuan para istri Rasulullah ini didengar Umar bin Khattab. Selama ini Sayidina Umar memang banyak mengetahui bahkan seringkali terlibat dalam masalah rumah tangga Rasulullah. Muhammad Husain Haekal dalam Umar bin Khattab maupun Sejarah Hidup Muhammad menduga ini terjadi karena Hafsah, putrinya, adalah salah satu istri Nabi.
Haekal memaparkan setelah Maria melahirkan Ibrahim, cinta Rasulullah kepada bayinya amat besar. Hal ini dinyatakan oleh Hafsah dan Aisyah, diikuti oleh istri-istrinya yang lain, sehingga Nabi bermaksud meninggalkan mereka dan mengancam akan menceraikan mereka.
Disebutkan dalam Sahih dari Ibn Abbas bahwa ia bertanya kepada Umar, siapa dari dua istri Nabi yang menunjukkan perasaan demikian itu. “Hafsah dan Aisyah,” jawab Umar.
Umar menemui putrinya Hafshah dan bertanya, "Anakku, Anda menentang Rasulullah Sallallahu 'alaihi wa sallam sampai ia merasa gusar sepanjang hari!"
Hafsah menjawab: "Memang kami menentangnya."
"Kamu harus tahu," kata Umar. "Kuperingatkan kamu jangan terpedaya. Orang telah terpesona oleh kecantikannya sendiri dan mengira cinta Rasulullah Sallallahu 'alaihi wa sallam hanya karenanya."
Dalam sebuah sumber disebutkan, menurut Haekal, bahwa Nabi meninggalkan istri-istrinya sebulan penuh. Sesudah cukup satu bulan, ketika itu umal Islam yang sedang berada dalam Masjid sedang menekur dalam suasana kesedihan; mereka berkata: “Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menceraikan istri-istrinya.”
Disebutkan bahwa Umar telah menemui istri-istri Nabi sesudah mereka ditinggalkan oleh Nabi dan berkata kepada mereka: "Kalau kamu tidak mau mengubah sikap kamu Allah akan menggantikan kamu dengan yang lebih baik dari kamu semua."
Salah seorang dari mereka menjawab: "Umar, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam tak pernah menceramahi istri-istrinya, mengapa Anda yang berceramah!
Lihat Juga :