Akal-Akalan Abu Nawas Menjebak Pencuri Profesional
Sabtu, 20 Juni 2020 - 10:57 WIB
loading...
A
A
A
Oleh karena itu, si pencuri mencoba bertahan di kota dengan ikut-ikutan menjadi peserta sayembara. Dia semakin merasa aman saat berkumpul dengan peserta sayembara.
Dia sangat yakin kedoknya tidak akan terbongkar. (Baca juga: Urusan Pusar ke Bawah Sampai Cara Membagi Telur Gaya Abu Nawas )
Begitu melihat hasil yang belum jelas terlihat dari sayembara, sang saudagar akhirnya mendesak sang hakim untuk mendatangkan Abu Nawas.
Namun sayangnya, Abu Nawas pada hari itu sedang berada di Damaskus dan baru bisa pulang pada esok harinya. Semua harapan kini bertumpu pada Si Cerdik itu.
Baca juga: Abu Nawas dan Enam Ekor Lembu Berjenggot yang Pandai Bicara
Kasak-kusuk begitu gencar di kalangan warga. Mereka menebak apakah Abu Nawas mampu menguak teka-teki tersebut. Sementara itu, si pencuri hatinya menjadi ciut karena dia tahu bagaimana kemampuan Abu Nawas dalam memecahkan masalah. (Baca juga: 3000 Dirham, Biaya Obat Kangen Baginda Kepada Abu Nawas )
Pada keesokan harinya, Abu Nawas datang dengan membawa tongkat banyak sekali. Kemudian dia membagikan tongkat-tongkat tersebut kepada semua yang hadir sambil berpesan. "Tongkat-tongkat ini sudah saya mantrai, kalian bawa pulang. Besok bawa kembali ke sini. Jika salah satu di antara kalian pencurinya, maka tongkat akan bertambah satu telunjuk. Yang bukan pencuri, maka tidak usah khawatir," ujar Abu Nawas.
Kemudian semua warga pulang dan si pecuri bingung bagaimana bisa lolos di esok hari. Setelah memeras otak, dia memutuskan untuk memotong tongkat tersebut sepanjang telunjuk jarinya. (Baca juga: Abu Nawas Memang Debitur yang Cerdik, Tuan Tanah Kena Tipu )
Keesokan harinya, semua warga berkumpul dan mengembalikan tongkat kepada Abu Nawas. Pada saat menerima tongkat dari pencuri tersebut, Abu Nawas langsung menangkapnya karena tongkatnya menjadi lebih pendek.
Kemudian si pencuri diadili dengan seadil-adilnya. Akhirnya Abu Nawas berhak atas duit ribuan dinar tersebut. Namun uang tersebut dibagikan kepada fakir miskin di kota Baghdad. (Baca juga: Tata Krama Tinja Abu Nawas Terhadap Baginda )
Dia sangat yakin kedoknya tidak akan terbongkar. (Baca juga: Urusan Pusar ke Bawah Sampai Cara Membagi Telur Gaya Abu Nawas )
Begitu melihat hasil yang belum jelas terlihat dari sayembara, sang saudagar akhirnya mendesak sang hakim untuk mendatangkan Abu Nawas.
Namun sayangnya, Abu Nawas pada hari itu sedang berada di Damaskus dan baru bisa pulang pada esok harinya. Semua harapan kini bertumpu pada Si Cerdik itu.
Baca juga: Abu Nawas dan Enam Ekor Lembu Berjenggot yang Pandai Bicara
Kasak-kusuk begitu gencar di kalangan warga. Mereka menebak apakah Abu Nawas mampu menguak teka-teki tersebut. Sementara itu, si pencuri hatinya menjadi ciut karena dia tahu bagaimana kemampuan Abu Nawas dalam memecahkan masalah. (Baca juga: 3000 Dirham, Biaya Obat Kangen Baginda Kepada Abu Nawas )
Pada keesokan harinya, Abu Nawas datang dengan membawa tongkat banyak sekali. Kemudian dia membagikan tongkat-tongkat tersebut kepada semua yang hadir sambil berpesan. "Tongkat-tongkat ini sudah saya mantrai, kalian bawa pulang. Besok bawa kembali ke sini. Jika salah satu di antara kalian pencurinya, maka tongkat akan bertambah satu telunjuk. Yang bukan pencuri, maka tidak usah khawatir," ujar Abu Nawas.
Kemudian semua warga pulang dan si pecuri bingung bagaimana bisa lolos di esok hari. Setelah memeras otak, dia memutuskan untuk memotong tongkat tersebut sepanjang telunjuk jarinya. (Baca juga: Abu Nawas Memang Debitur yang Cerdik, Tuan Tanah Kena Tipu )
Keesokan harinya, semua warga berkumpul dan mengembalikan tongkat kepada Abu Nawas. Pada saat menerima tongkat dari pencuri tersebut, Abu Nawas langsung menangkapnya karena tongkatnya menjadi lebih pendek.
Kemudian si pencuri diadili dengan seadil-adilnya. Akhirnya Abu Nawas berhak atas duit ribuan dinar tersebut. Namun uang tersebut dibagikan kepada fakir miskin di kota Baghdad. (Baca juga: Tata Krama Tinja Abu Nawas Terhadap Baginda )
(mhy)
Lihat Juga :