Khutbah Jumat Terakhir: Melepas Kepergian Ramadhan
Jum'at, 29 April 2022 - 09:05 WIB
loading...
A
A
A
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah!
Hari-hari yang indah bersama Al-Qur’an di bulan Ramadhan, jangan sekali-kali di luar Ramadhan kita lupakan. Hari-hari yang indah ketika beramal kebaikan di bulan Ramadhan, maka sehabis Ramadhan jangan dihentikan. Hari-hari yang indah pada saat kita selalu mendatangi masjid di bulan Ramadhan, maka sehabis Ramadhan jangan kita tinggalkan.
Hari-hari yang indah sewaktu kita selalu berusaha untuk menghiasi diri dengan akhlakul karimah di bulan Ramadhan, maka selepas Ramadhan jangan sampai kita nodai dengan keburukan. Sebaik-baik keberagamaan seseorang adalah apa yang ia istiqamahkan.
Diriwayatkan dari Sayyidah 'Aisyah radliyallahu 'anha bahwa Baginda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
Artinya: "Perilaku keberagamaan seseorang yang paling dicintai oleh Nabi adalah yang diistiqamahkan dan senantiasa dilestarikan." (HR Al-Bukhari dan Muslim).
Jangan sampai pelajaran-pelajaran berharga yang kita petik dari madrasah Ramadhan tidak terlihat bekasnya selepas Ramadhan. Jangan sampai kita menjadi seperti perempuan yang memintal benang kemudian mengurainya kembali.
Maknanya: "Dan janganlah kalian seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya setelah dipintal dengan kuat menjadi bercerai-berai kembali." (QS an-Nahl: Ayat 92)
Hadirin yang berbahagia, Para ulama mengatakan bahwa salah satu tanda diterimanya amal kebaikan seseorang adalah melakukan amal kebaikan setelahnya. Artinya, jika seseorang diberi kemudahan untuk melakukan amal-amal kebaikan setelah bulan Ramadhan, tetap semangat melakukan berbagai kebaikan meski telah meninggalkan Ramadhan, maka hal itu pertanda bahwa ibadah puasanya dan berbagai ibadah lainnya selama Ramadhan diterima oleh Allah subhanahu wa ta'ala.
Hadirin yang dirahmati Allah, Setelah kita menempa diri di madrasah Ramadhan, maka semestinya hati kita telah bersih dari penyakit-penyakit hati yang membahayakan, diri kita terbiasa melakukan berbagai ketaatan dan kebaikan, keimanan kita semakin kokoh tak tergoyahkan.
Hari-hari yang indah bersama Al-Qur’an di bulan Ramadhan, jangan sekali-kali di luar Ramadhan kita lupakan. Hari-hari yang indah ketika beramal kebaikan di bulan Ramadhan, maka sehabis Ramadhan jangan dihentikan. Hari-hari yang indah pada saat kita selalu mendatangi masjid di bulan Ramadhan, maka sehabis Ramadhan jangan kita tinggalkan.
Hari-hari yang indah sewaktu kita selalu berusaha untuk menghiasi diri dengan akhlakul karimah di bulan Ramadhan, maka selepas Ramadhan jangan sampai kita nodai dengan keburukan. Sebaik-baik keberagamaan seseorang adalah apa yang ia istiqamahkan.
Diriwayatkan dari Sayyidah 'Aisyah radliyallahu 'anha bahwa Baginda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
كَانَ أَحَبُّ الدِّيْنِ إِلَيْهِ مَا دَاوَمَ عَلَيْهِ صَاحِبُهُ (رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ)
Artinya: "Perilaku keberagamaan seseorang yang paling dicintai oleh Nabi adalah yang diistiqamahkan dan senantiasa dilestarikan." (HR Al-Bukhari dan Muslim).
Jangan sampai pelajaran-pelajaran berharga yang kita petik dari madrasah Ramadhan tidak terlihat bekasnya selepas Ramadhan. Jangan sampai kita menjadi seperti perempuan yang memintal benang kemudian mengurainya kembali.
َلَا تَكُونُوا كَالَّتِي نَقَضَتْ غَزْلَهَا مِنْ بَعْدِ قُوَّةٍ أَنْكَاثًا (النحل: ٩٢)
Maknanya: "Dan janganlah kalian seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya setelah dipintal dengan kuat menjadi bercerai-berai kembali." (QS an-Nahl: Ayat 92)
Hadirin yang berbahagia, Para ulama mengatakan bahwa salah satu tanda diterimanya amal kebaikan seseorang adalah melakukan amal kebaikan setelahnya. Artinya, jika seseorang diberi kemudahan untuk melakukan amal-amal kebaikan setelah bulan Ramadhan, tetap semangat melakukan berbagai kebaikan meski telah meninggalkan Ramadhan, maka hal itu pertanda bahwa ibadah puasanya dan berbagai ibadah lainnya selama Ramadhan diterima oleh Allah subhanahu wa ta'ala.
Hadirin yang dirahmati Allah, Setelah kita menempa diri di madrasah Ramadhan, maka semestinya hati kita telah bersih dari penyakit-penyakit hati yang membahayakan, diri kita terbiasa melakukan berbagai ketaatan dan kebaikan, keimanan kita semakin kokoh tak tergoyahkan.
Lihat Juga :