Khutbah Jumat Terakhir: Melepas Kepergian Ramadhan
Jum'at, 29 April 2022 - 09:05 WIB
loading...
Khutbah Jumat terakhir ini mengambil tema melepas kepergian Ramadhan. Berbahagialah orang yang mendapati Ramadhan, lalu dosa-dosanya diampuni oleh Allah. Foto/dok SINDOnews
A
A
A
Hari ini kita memasuki Jumat terakhir bulan Ramadhan 1443 Hijriyah (29/4/2022) bertepatan tanggal 27 Ramadhan. Mungkin ini Ramadhan terakhir bagi kita, maka berbahagialah orang yang mendapati Ramadhan, lalu dosa-dosanya diampuni oleh Allah.
Khutbah Jumat terakhir ini mengambil tema melepas kepergian Ramadhan. Khutbah ini disampaikan oleh Ustaz Nur Rohmad, Peneliti di Aswaja NU Center PWNU Jawa Timur dan Ketua Biro Peribadatan dan Hukum, Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Mojokerto sebagaimana dilansir dari NU Online.
Baca Juga: Khutbah Jumat Pertama di Bulan Ramadhan
Khutbah I
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah!
Mengawali khutbah yang singkat ini, khatib berwasiat kepada kita semua, terutama kepada diri khatib pribadi untuk senantiasa berusaha meningkatkan ketakwaan dan keimanan kita kepada Allah subhanahu wa ta'ala dengan menjalankan semua kewajiban dan menjauhkan diri dari segala yang dilarang dan diharamkan.
Hadirin yang Dirahmati oleh Allah!
Waktu berjalan sangat cepat. Seakan baru kemarin Ramadhan datang menyapa kita. Tanpa terasa, saat ini kita sudah berada di penghujung Ramadhan. Tidak lama lagi, Ramadhan akan pergi meninggalkan kita.
Kita lepas kepergian Ramadhan dengan kepedihan hati. Mungkin Ramadhan akan kembali pada tahun depan, akan tetapi Allah belum tentu menakdirkan kita bisa berjumpa kembali dengan Ramadhan. Mungkin ini Ramadhan terakhir bagi kita.
Sungguh beruntung orang yang telah berpuasa Ramadhan dengan dilandasi iman dan niat semata mengharap ridha Allah. Sungguh berbahagia orang yang menghidupkan malam-malam Ramadhan dengan berbagai ibadah dengan dilandasi keimanan dan niat semata mengharap ridha Allah. Sungguh mujur orang yang menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan dilandasi keimanan dan niat semata mengharap ridha Allah.
Khutbah Jumat terakhir ini mengambil tema melepas kepergian Ramadhan. Khutbah ini disampaikan oleh Ustaz Nur Rohmad, Peneliti di Aswaja NU Center PWNU Jawa Timur dan Ketua Biro Peribadatan dan Hukum, Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Mojokerto sebagaimana dilansir dari NU Online.
Baca Juga: Khutbah Jumat Pertama di Bulan Ramadhan
Khutbah I
اَلْحَمْدُ للهِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ رَسُوْلِ اللهِ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالَاهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
أَمَّا بَعْدُ، فَإِنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْقَائِلِ في مُحْكَمِ كِتَابِهِ: مَنْ عَمِلَ صَـٰلِحًا فَلِنَفْسِهِ، وَمَنْ أَسَاءَ فَعَلَيْهَا، وَمَا رَبُّكَ بِظَلَّـٰمٍ لّلْعَبِيدِ (فصلت: ٤٦)
أَمَّا بَعْدُ، فَإِنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْقَائِلِ في مُحْكَمِ كِتَابِهِ: مَنْ عَمِلَ صَـٰلِحًا فَلِنَفْسِهِ، وَمَنْ أَسَاءَ فَعَلَيْهَا، وَمَا رَبُّكَ بِظَلَّـٰمٍ لّلْعَبِيدِ (فصلت: ٤٦)
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah!
Mengawali khutbah yang singkat ini, khatib berwasiat kepada kita semua, terutama kepada diri khatib pribadi untuk senantiasa berusaha meningkatkan ketakwaan dan keimanan kita kepada Allah subhanahu wa ta'ala dengan menjalankan semua kewajiban dan menjauhkan diri dari segala yang dilarang dan diharamkan.
Hadirin yang Dirahmati oleh Allah!
Waktu berjalan sangat cepat. Seakan baru kemarin Ramadhan datang menyapa kita. Tanpa terasa, saat ini kita sudah berada di penghujung Ramadhan. Tidak lama lagi, Ramadhan akan pergi meninggalkan kita.
Kita lepas kepergian Ramadhan dengan kepedihan hati. Mungkin Ramadhan akan kembali pada tahun depan, akan tetapi Allah belum tentu menakdirkan kita bisa berjumpa kembali dengan Ramadhan. Mungkin ini Ramadhan terakhir bagi kita.
Sungguh beruntung orang yang telah berpuasa Ramadhan dengan dilandasi iman dan niat semata mengharap ridha Allah. Sungguh berbahagia orang yang menghidupkan malam-malam Ramadhan dengan berbagai ibadah dengan dilandasi keimanan dan niat semata mengharap ridha Allah. Sungguh mujur orang yang menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan dilandasi keimanan dan niat semata mengharap ridha Allah.
Lihat Juga :