Mengharukan! Dua Cucu Rasulullah SAW Tidak Punya Baju Lebaran
Minggu, 01 Mei 2022 - 08:15 WIB
loading...
A
A
A
Sayyidah Fatimah menjawab: "Iya aku melihatnya."
"Duhai putriku, dia bukanlah tukang jahit, melainkan Malaikat Ridwan penjaga surga."
"Penghuni langit dan bumi akan bersedih jika kedua cucuku bersedih."
Dalam satu riwayat, Nabi shallallahu 'alahi wasallam pernah bersabda:
اللهم إنى أحبه، فأحبه وأحبب من يحبه
Artinya: "Ya Allah aku sungguh mencintainya (Hasan dan Husein), cintailah siapapun yang mencintainya." (HR Al-Bukhari dan Muslim)
Nasihat Berharga
Dai yang juga Pakar Ilmu Linguistik Arab dan Tafsir Al-Qur'an Ustaz Miftah el-Banjary memberi nasihat berharga terkait kisah di atas. Ada hikmah yang dapat dipetik bahwa keluarga Rasulullah SAW merupakan orang-orang pilihan di muka bumi. Namun mereka tetap memilih untuk zuhud pada hari Lebaran.
Sekiranya Rasulullah berdoa meminta kekayaan, Malaikat Jibril pun menawarkan gunung Uhud menjadi emas, namun beliau menolaknya. Rasulullah dan keluarga lebih memilih zuhud di dunia, sebab beliau mengetahui bahwa kehidupan di dunia hanya bersifat sementara. Sementara kehidupan akhirat lebih kekal abadi selamanya.
Semoga kita tidak terlalu bersedih hanya lantaran tidak memiliki sesuatu yang bisa dikenakan baru di hari lebaran. Sebab hari raya yang sesungguhnya, bukanlah pakaian yang serba baru, melainkan kembalinya pada fitrah atau kesucian diri hakiki.
Baca Juga: 15 Ramadhan, Hari Kelahiran Hasan Cucu Pertama Rasulullah SAW
"Duhai putriku, dia bukanlah tukang jahit, melainkan Malaikat Ridwan penjaga surga."
"Penghuni langit dan bumi akan bersedih jika kedua cucuku bersedih."
Dalam satu riwayat, Nabi shallallahu 'alahi wasallam pernah bersabda:
اللهم إنى أحبه، فأحبه وأحبب من يحبه
Artinya: "Ya Allah aku sungguh mencintainya (Hasan dan Husein), cintailah siapapun yang mencintainya." (HR Al-Bukhari dan Muslim)
Nasihat Berharga
Dai yang juga Pakar Ilmu Linguistik Arab dan Tafsir Al-Qur'an Ustaz Miftah el-Banjary memberi nasihat berharga terkait kisah di atas. Ada hikmah yang dapat dipetik bahwa keluarga Rasulullah SAW merupakan orang-orang pilihan di muka bumi. Namun mereka tetap memilih untuk zuhud pada hari Lebaran.
Sekiranya Rasulullah berdoa meminta kekayaan, Malaikat Jibril pun menawarkan gunung Uhud menjadi emas, namun beliau menolaknya. Rasulullah dan keluarga lebih memilih zuhud di dunia, sebab beliau mengetahui bahwa kehidupan di dunia hanya bersifat sementara. Sementara kehidupan akhirat lebih kekal abadi selamanya.
Semoga kita tidak terlalu bersedih hanya lantaran tidak memiliki sesuatu yang bisa dikenakan baru di hari lebaran. Sebab hari raya yang sesungguhnya, bukanlah pakaian yang serba baru, melainkan kembalinya pada fitrah atau kesucian diri hakiki.
Baca Juga: 15 Ramadhan, Hari Kelahiran Hasan Cucu Pertama Rasulullah SAW
(rhs)
Lihat Juga :