Mengharukan! Dua Cucu Rasulullah SAW Tidak Punya Baju Lebaran
Minggu, 01 Mei 2022 - 08:15 WIB
loading...
Kisah Al-Hasan dan Al-Husein, cucu Rasulullah SAW yang tidak memiliki baju untuk lebaran benar-benar mengharukan. Foto ilustrasi/dok ebook anak
A
A
A
Dua cucu kesayangan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam (SAW), Al-Hasan dan Al-Husain tak punya pakaian baru untuk lebaran, sedangkan hari raya sebentar lagi tiba. Kisah ini diceritakan oleh Ibnu Syahr Asyub dari Al-Ridha dan dinukil oleh Hakim al-Naisaburi dalam Kitabnya Al-Amali.
Hasan dan Husein bertanya pada ibunya Sayyidah Fatimah Az-Zahra radhiyallahu 'anha: "Yaa Umma, anak-anak di Madinah telah dihiasi dengan pakaian-pakaian baru kecuali kami. Mengapa Ummi tidak menghiasi kami?"
Sayyidah Fatimah menjawab: "Baju kalian masih berada di tukang jahit."
Baca Juga: Kisah Anak Yatim dan Pelajaran Berlebaran dari Rasulullah SAW
Ketika malam takbir tiba, keduanya kembali mengulang pertanyaan yang sama kepada sang ibu. Mendengar itu, Sayyidah Fatimah menangis karena tak punya uang untuk membeli baju buat kedua buah hatinya itu.
Setelah kedua anak-anakya tertidur ada orang mengetuk pintu rumah. Sayyidah Fatimah bertanya: "Siapa di luar?"
Orang itu menjawab: "Wahai putri Rasulullah aku adalah tukang jahit, membawa hadiah pakaian untuk kedua putramu." Maka Sayyidah Fatimah pun membuka pintu dan tampaklah seseorang membawa sebuah bingkisan lalu diberikan kepada Sayyidah Fatimah.
Setelah mengucap terima kasih, Sayyidah Fatimah menutup pintu rumahnya dan membuka bingkisan itu. Terdapat dua gamis, dua celana, dua mantel, dua sorban serta dua pasang sepatu hitam yang sangat indah.
Sayyidah Fatimah membangunkan kedua putra kesayangannya lalu memakaikan mereka pakaian indah tersebut. Menjelang Subuh, Rasulullah SAW datang dan melihat kedua cucunya sudah dihiasi pakaian dari bingkisan tersebut.
Kemudian Rasulullah menggendong kedua cucunya dan mencium mereka dengan penuh cinta dan kasih sayang. Rasulullah bertanya: "Wahai putriku, apakah engkau melihat tukang jahit itu?"
Hasan dan Husein bertanya pada ibunya Sayyidah Fatimah Az-Zahra radhiyallahu 'anha: "Yaa Umma, anak-anak di Madinah telah dihiasi dengan pakaian-pakaian baru kecuali kami. Mengapa Ummi tidak menghiasi kami?"
Sayyidah Fatimah menjawab: "Baju kalian masih berada di tukang jahit."
Baca Juga: Kisah Anak Yatim dan Pelajaran Berlebaran dari Rasulullah SAW
Ketika malam takbir tiba, keduanya kembali mengulang pertanyaan yang sama kepada sang ibu. Mendengar itu, Sayyidah Fatimah menangis karena tak punya uang untuk membeli baju buat kedua buah hatinya itu.
Setelah kedua anak-anakya tertidur ada orang mengetuk pintu rumah. Sayyidah Fatimah bertanya: "Siapa di luar?"
Orang itu menjawab: "Wahai putri Rasulullah aku adalah tukang jahit, membawa hadiah pakaian untuk kedua putramu." Maka Sayyidah Fatimah pun membuka pintu dan tampaklah seseorang membawa sebuah bingkisan lalu diberikan kepada Sayyidah Fatimah.
Setelah mengucap terima kasih, Sayyidah Fatimah menutup pintu rumahnya dan membuka bingkisan itu. Terdapat dua gamis, dua celana, dua mantel, dua sorban serta dua pasang sepatu hitam yang sangat indah.
Sayyidah Fatimah membangunkan kedua putra kesayangannya lalu memakaikan mereka pakaian indah tersebut. Menjelang Subuh, Rasulullah SAW datang dan melihat kedua cucunya sudah dihiasi pakaian dari bingkisan tersebut.
Kemudian Rasulullah menggendong kedua cucunya dan mencium mereka dengan penuh cinta dan kasih sayang. Rasulullah bertanya: "Wahai putriku, apakah engkau melihat tukang jahit itu?"
Lihat Juga :