Pesta Fitrah, Proses Penyucian dan Kemenangan Melawan Diri Sendiri

Minggu, 01 Mei 2022 - 19:24 WIB
loading...
A A A
“Banyak yang beriman ternyata hanya mimpi dan melamun beriman. Bukti iman itu aktivitas yang saleh bersama Allah menuju Allah Sang Pencipta amal,” jelas Kiai Luqman.

Baca juga: Idul Fitri dan Keselamatan Jiwa

Puasa telah menepiskan kebinatangan, kesetanan, jubah-jubah yang membawa seseorang merasa menjadi wakil Tuhan, dan syahwat-syahwat yang jadi hambatan serta menghijab atau menghalangi fitrah dari hakikatnya.

“Makna sejati bagai bayi suci (thiflul ma'ani) segera lahir kembali dari kandungan Cahaya Muhammad, akal sejati, ruh, dan alqolam,” ucap Direktur Sufi Center Jakarta ini.

Menurut Kiai Luqman, mereka yang tak kembali ke fitri hanya meraih hebatnya kegelapan yang diyakini kebajikan. Mereka deklarasikan kemaslahatan yang sebenarnya justru khancuran.

Mereka seperti mayat hidup tanpa ruh yang mengerikan. Mereka mengaku penegak agama tapi tak lebih seperti dajjal kecil penjual agama. “Takbiri nafsumu, takbiri duniawimu, takbiri setanmu dan iblismu, takbir akhiratmu, takbiri segala hal selain Allah. Engkau sudah di hadapan-Nya,” tuturnya.

Penulis buku Jalan Ma’rifat ini mengatakan, ke mana pun seseorang menghadap, di sanalah Wajah Allah. Sampai manusia tak memandang sebesar dzarrah pun kecuali ada Allah, di balik, sebelum, sesudah, di atasnya, maupun di bawahnya. “Maka siapa pun yang di dunia matahatinya buta, di akhirat lebih buta lagi,” jelasnya.

Pesta fitrah berarti kemenangan melawan diri sendiri, setelah setahun Akunya Iblis dan Akunya Fir'aun menguasai ego manusia, dalam pengembangan SDM khayal imajiner: Aku bisa, aku kuat, aku hebat, aku berdaya, aku kuasa, aku lebih baik, dan berujung akulah Tuhanmu.

Seseorang yang kembali ke fitri ialah: bagai bayi di pangkuan ibunda tak bertanya, bagai bidadari suci dan perawan dari nafsani, bagai kertas putih biarkan Pena-Nya menulis, bagai kanvas biarkan Kuas-Nya melukis, bagai sunyi biarkan Kalam-Nya berbunyi, tak ada khayal dan imaji, tak ada hasrat dan cita. “Hanya Allah semata,” tandasnya.

Baca juga: Inilah Asal Mula Perayaan Idul Fitri
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Dalil-dalil Diperintahkannya...
Dalil-dalil Diperintahkannya Zakat Fitrah dalam Al Quran
Bayar Zakat Online,...
Bayar Zakat Online, Begini Hukum dan Syarat serta Tata Caranya
Zakat Tidak Dibagikan...
Zakat Tidak Dibagikan Sembarangan, Hanya 8 Golongan yang Berhak Menerimanya
Meneladani Umar bin...
Meneladani Umar bin Abdul Aziz: Membangun Ekosistem Zakat Produktif dalam Organisme Pesantren
5 Syarat Penerima Zakat...
5 Syarat Penerima Zakat Fitrah, Siapa Saja Mereka?
Hukum Bayar Zakat Fitrah...
Hukum Bayar Zakat Fitrah untuk Ibu Hamil dan Janinnya, Simak Penjelasannya di Sini!
Rekomendasi
Penyebab Tsunami 30...
Penyebab Tsunami 30 Meter yang Melanda Alaska pada 10 Agustus Lalu Terungkap
Lempeng Tektonik Berubah...
Lempeng Tektonik Berubah Drastis, Riset Klaim India Mulai Terbagi Jadi Dua
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Artikel Terkini
Kisah Menakjubkan dalam...
Kisah Menakjubkan dalam Al-Qur'an: Orang-Orang yang Diselamatkan Allah dari Berbagai Musibah
Tak Hanya untuk Rebo...
Tak Hanya untuk Rebo Wekasan, 12 Doa Tolak Bala Bisa Diamalkan Kapan Saja
Apa Itu Ayat Salamun...
Apa Itu Ayat Salamun Rebo Wekasan?
Asal Usul Rebo Wekasan,...
Asal Usul Rebo Wekasan, Hukum Salat Sunnah dan Sedekah Tolak Bala Menurut Islam
Populer di Bulan Safar...
Populer di Bulan Safar : Mengapa Ada Tradisi Rebo Wekasan di Indonesia?
Teladan Rasulullah SAW...
Teladan Rasulullah SAW kepada Tetangga: Akhlak Mulia yang Tetap Relevan hingga Kini
Infografis
Menolak Divaksin akan...
Menolak Divaksin akan Rugikan Diri Sendiri dan Orang Lain
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved