Perlunya Memahami Esensi Silaturahmi untuk Jaga Kerukunan Kebangsaan
Selasa, 17 Mei 2022 - 15:37 WIB
loading...
Pengasuh Ponpes Al-Muayyad Windan, Sukoharjo KH Mohammad Dian Nafi menyatakan bahwa silaturahmi memiliki andil besar dalam mendukung kerukunan dan penerimaan terhadap keragaman. Foto/Ist
A
A
A
SUKOHARJO - Tepatlah jika dikatakan bulan Syawal bagi masyarakat Nusantara dianggap sebagai bulan silaturahmi. Mudik ke kampung halaman, halalbihalal, saling memaafkan dan berkumpul bersama menjadi tradisi unik dalam memaknai hari kemenangan sepanjang bulan Syawal tersebut.
Tradisi dan kearifan lokal seperti ini dalam memaknai ajaran agama menjadi penting untuk mengikat persaudaraan dan solidaritas di tengah keragaman bangsa.
Baca juga: Syawal, Bulan Berkah yang Penuh Julukan
Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Muayyad Windan, Sukoharjo,Jawa Tengah, KHMohammad Dian Nafi' menjelaskan, silaturahmi memiliki andil besar dalam mendukung kerukunan dan penerimaan terhadap keragaman, bahkan menjadikannya modalitas untuk mewujudkan keadilan dan kesejahteraan.
"Bangsa Indonesia terdiri atas 1.340 suku bangsa. Perjuangan bangsa Indonesia berhasil sukses karena bisa menyingkirkan sikap-sikap negatif seperti kebencian dan intoleransi sejak awal. Dan bangsa Indonesia diuntungkan oleh kebiasaannya untuk mendewasakan diri dengan berbagai perjumpaan," ujarKHMohammad Dian Nafi, dikutip Selasa (17/5/2022).
Dia melanjutkan, hal tersebut bahkan dibuktikan dengan berbagai kekuatan asing yang telah masuk silih berganti ke dalam masyarakat suku Indonesia. Beruntung kerjasama antarsuku selalu menambahkan kekuatan suku-suku untuk mempertahankan kepribadian yang mereka miliki.
“Karena ada kekuatan yang terus berkembang, yaitu kesadaran sebagai sebuah himpunan besar yang lebih kuat, yaitu Bangsa Indonesia yang terjalin melalui silaturahmi,” ucap pria yang juga Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) ini.
Baca juga: Puasa Syawal Baik untuk Kesehatan Pencernaan
Sehingga dia menilai dibutuhkannya upaya kongkrit yang positif guna mewujudkan rasa memperkuat, mempererat persaudaraan kebangsaan dan saling mengenal sebagai upaya mengebalkan imunitas, khususnya dari paham intoleransi dan radikalisme.
"Untuk mewujudkan rasa memperkuat dan mempererat persaudaraan kebangsaan adalah melalui pengamalan agama, pendidikan, kegiatan hidup penduduk sehari-hari, dan kekuatan untuk mengurus ihwal penegakan norma di antara mereka," tutur KH Dian Nafi.
Menurutnya, dalam ajaran agama-agama sendiri selalu memuat segi-segi yang memperkuat kemanusiaan, keadilan, kesetaraan, kerjasama, kepedulian dan perdamaian.
Tidak hanya itu, pengamalan Pancasila sebagai pandangan hidup juga mencegah masyarakat kehilangan kekuatan sebagai sebuah bangsa serta dari kehilangan rahmat Ilahi.
Tradisi dan kearifan lokal seperti ini dalam memaknai ajaran agama menjadi penting untuk mengikat persaudaraan dan solidaritas di tengah keragaman bangsa.
Baca juga: Syawal, Bulan Berkah yang Penuh Julukan
Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Muayyad Windan, Sukoharjo,Jawa Tengah, KHMohammad Dian Nafi' menjelaskan, silaturahmi memiliki andil besar dalam mendukung kerukunan dan penerimaan terhadap keragaman, bahkan menjadikannya modalitas untuk mewujudkan keadilan dan kesejahteraan.
"Bangsa Indonesia terdiri atas 1.340 suku bangsa. Perjuangan bangsa Indonesia berhasil sukses karena bisa menyingkirkan sikap-sikap negatif seperti kebencian dan intoleransi sejak awal. Dan bangsa Indonesia diuntungkan oleh kebiasaannya untuk mendewasakan diri dengan berbagai perjumpaan," ujarKHMohammad Dian Nafi, dikutip Selasa (17/5/2022).
Dia melanjutkan, hal tersebut bahkan dibuktikan dengan berbagai kekuatan asing yang telah masuk silih berganti ke dalam masyarakat suku Indonesia. Beruntung kerjasama antarsuku selalu menambahkan kekuatan suku-suku untuk mempertahankan kepribadian yang mereka miliki.
“Karena ada kekuatan yang terus berkembang, yaitu kesadaran sebagai sebuah himpunan besar yang lebih kuat, yaitu Bangsa Indonesia yang terjalin melalui silaturahmi,” ucap pria yang juga Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) ini.
Baca juga: Puasa Syawal Baik untuk Kesehatan Pencernaan
Sehingga dia menilai dibutuhkannya upaya kongkrit yang positif guna mewujudkan rasa memperkuat, mempererat persaudaraan kebangsaan dan saling mengenal sebagai upaya mengebalkan imunitas, khususnya dari paham intoleransi dan radikalisme.
"Untuk mewujudkan rasa memperkuat dan mempererat persaudaraan kebangsaan adalah melalui pengamalan agama, pendidikan, kegiatan hidup penduduk sehari-hari, dan kekuatan untuk mengurus ihwal penegakan norma di antara mereka," tutur KH Dian Nafi.
Menurutnya, dalam ajaran agama-agama sendiri selalu memuat segi-segi yang memperkuat kemanusiaan, keadilan, kesetaraan, kerjasama, kepedulian dan perdamaian.
Tidak hanya itu, pengamalan Pancasila sebagai pandangan hidup juga mencegah masyarakat kehilangan kekuatan sebagai sebuah bangsa serta dari kehilangan rahmat Ilahi.
Lihat Juga :