Kisah Khalifah Al-Hadi: Menjabat karena Dukungan Harun Al-Rasyid

Senin, 23 Mei 2022 - 16:12 WIB
loading...
Kisah Khalifah Al-Hadi:...
Harun Al-Rasyid meminta baiat dari semua orang untuk Al-Hadi dan juga dirinya sebagai putra mahkota. Foto/Ilustrasi: Ist
A A A
Al-Hadi adalah khalifah keempat Dinasti Abbasiyah . Ia menggantikan ayahnya Al-Mahdi dan memerintah antara tahun 785 sampai kematiannya pada 786.

Imam As-Suyuthi dalam bukunya berjudul "Tarikh Khulafa’, Sejarah Para Khalifah" menjelaskan Al-Hadi bernama lengkap Musa bin Muhammad (Al-Mahdi) bin Abdullah (Al-Manshur) bin Muhammad bin Ali bin Abdullah bin Al-Abbas.

Al-Hadi lahir pada tahun 147 H di Rayy (Iran) dari seorang ibu bernama Khaizuran. Sang ibu berasal dari Barber, Afrika Utara. Sebelumnya, dia adalah seorang budak, yang kemudian dinikahi oleh Al-Mahdi.

Baca juga: Kisah Khalifah Al-Mahdi Menumpas Kaum Zindiq, Hakim Al-Muqanna Mengaku Tuhan

Setelah Al-Mahdi wafat, Khaizuran memiliki pengaruh yang sangat besar di dalam istana. Menurut As-Suyuthi, ibunya bahkan ikut mengatur urusan-urusan politik dan kenegaraan. Hal ini yang nantinya membuat Al-Hadi jengkel padanya.

Dalam buku The History of al-Tabari diriwayatkan, segera setelah selesai mengurus jenazah Al-Mahdi, Harun Al-Rasyid yang merupakan adik Al-Hadi mengabarkan berita duka ini kepada saudaranya tersebut. Kala itu Al-Hadi masih berada di Jurjan.

Mendapat kabar ini, Al-Hadi langsung memproklamirkan dirinya sebagai Khalifah Abbasiyah yang baru di hadapan seluruh pasukan dan khalayak ramai. Dan dia meminta sumpah setia dari mereka semua atas kedudukannya.

Menurut Akbar Shah Najeebabadi dalam bukunya yang berjudul "The History Of Islam", 20 hari kemudian Al-Hadi tiba di Baghdad, dan langsung menjabat sebagai khalifah keempat Dinasti Abbasiyah. Surat-surat pun dikirimkan ke semua gubernur di seluruh wilayah yang berisi informasi tentang berita ini, sekaligus meminta baiat dari mereka semua.

Singkat kata, tak ada gejolak politik yang cukup berarti selama proses transisi ini. Meski beberapa waktu sebelumnya internal istana disibukkan dengan isu pengalihan posisi putra mahkota, tapi setelah Musa bin Al-Hadi datang, semua memberikan sumpah setia mereka. Karena secara legal dialah yang diterima oleh publik sebagai putra mahkota, sehingga berhak atas tahta khalifah.

Tabari mengatakan memang sempat ada semacam ketegangan ketika transisi berlangsung. Ketika tersiar kabar tentang wafatnya Al-Mahdi, para pejabat istana umumnya berada dipihak Harun Al-Rasyid. Mereka sempat berencana untuk mengalihkan tampuk kekhalifahan pada Harun, tapi rencana ini mampu diredam oleh penasehat Harun Al-Rasyid yang bernama Yahya bin Khilid al Barmaki.

Baca juga: Kisah Khalifah Al-Mahdi Taklukkan Konstantinopel, Harun Al-Rasyid Jadi Bintang Abbasiyah

Pendapat Yahya ini juga diamini oleh sebagian tokoh Bani Abbas seperti Al-Rabi yang merupakan wazir Al-Mahdi. Sehingga dalam proses transisi ini, justru Harunlah yang berininsitif mengamankan posisi khalifah untuk Al-Hadi. Dengan ditemani oleh wazir ayahnya, Al-Rabi, Harun meminta baiat dari semua orang untuk kakaknya dan juga dirinya sebagai putra mahkota. Setelah itu Harun memegang kendali pemerintahan sambil menunggu kakaknya kembali ke Baghdad.

Tapi sayangnya, desas-desus tentang adanya konspirasi di antara mereka sampai ke telinga Al-Hadi. Sehingga ketika Al-Hadi sampai ke Baghdad dengan pasukannya yang sangat besar, Al-Hadi langsung memanggil Al-Rabi untuk dimintai keterangan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kiai Said: Muslim China...
Kiai Said: Muslim China Bisa Menjadi Jembatan Penghubung Peradaban Global
MABIMS Sepakati 8 Resolusi...
MABIMS Sepakati 8 Resolusi Falak, Indonesia Tuan Rumah Bimtek Hisab Rukyat 2026
Sosok Muslimah Insipratif...
Sosok Muslimah Insipratif : Zubaidah binti Abu Ja’far, Ibu Negara Sederhana yang Sangat Cerdas
Buldantour Tawarkan...
Buldantour Tawarkan Pendidikan Bersertifikat Resmi di Masjid Nabawi Setahun Penuh
Kisah Pasukan Daulah...
Kisah Pasukan Daulah Abbasiyah Melawan Tentara China dalam Perang Talas
Kisah Daulah Aghlabiyah...
Kisah Daulah Aghlabiyah Taklukkan Eropa di Bawah Pimpinan Ziyadatullah I
Rekomendasi
Gara-gara Cheetos Jatuh...
Gara-gara Cheetos Jatuh Picu Kekacauan Ekosistem di Gua Terbesar di AS
Alhazen, Fisikawan Muslim...
Alhazen, Fisikawan Muslim Penemu Ilmu Optik yang Spektakuler
Kotoran Manusia Termahal...
Kotoran Manusia Termahal di Dunia Berasal dari Bangsa Viking
Artikel Terkini
Mengapa Hari Asyura...
Mengapa Hari Asyura Begitu Istimewa? Ini Keutamaan, Peristiwa Besar, dan Fadhilah Puasanya
Sebaik-baikya Puasa...
Sebaik-baikya Puasa Setelah Ramadan, Ternyata Puasa Muharram!
Bacaan Niat 3 Jenis...
Bacaan Niat 3 Jenis Puasa Sunnah Muharram, Harian, Tasua dan Asyura
Puasa Asyura 2026: Jadwal,...
Puasa Asyura 2026: Jadwal, Dalil, dan Keutamaan Besarnya Menurut Hadis Nabi
Peristiwa di Bulan Muharram...
Peristiwa di Bulan Muharram : Bahtera Nabi Nuh AS Berlabuh setelah 150 Tahun Terombang-ambing Banjir
7 Kisah Para Nabi di...
7 Kisah Para Nabi di Bulan Muharram yang Diabadikan Al Quran
Infografis
Abu Musa Jabir Bin Hayyan,...
Abu Musa Jabir Bin Hayyan, Ilmuwan Islam di Bidang Kimia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved