Begini Jawaban Rasulullah SAW ketika Sayyidah Aisyah Bilang Membenci Kematian
Rabu, 25 Mei 2022 - 05:15 WIB
loading...
Pada saat sekarat si mukmin rindu bertemu Allah. Sedangkan si kafir benci bertemu Allah. Foto/Ilustrasi: Ist
A
A
A
Jika malaikat maut mendatangi seorang mukmin sambil membawa berita gembira dari Allah Taala, maka mukmin itu akan tampak senang dan gembira, sedangkan orang kafir dan orang jahat akan tampak sedih dan berduka cita. "Oleh karena itu, pada saat sekarat si mukmin rindu bertemu Allah. Sedangkan si kafir benci bertemu Allah," ujar Syaikh Umar Sulaiman al Asygar dalam bukunya berjudul Ensiklopedia Kiamat .
Baca juga: Inilah Tanda-tanda Kiamat Besar dan Kiamat Kecil
Anas ibn Malik meriwayatkan dari Ubadah ibn Shamit bahwa Nabi SAW bersabda, “Barangsiapa merasa senang berjumpa dengan Allah, maka Allah juga senang berjumpa dengannya. Barangsiapa benci berjumpa dengan Allah, maka Allah benci berjumpa dengannya.”
Aisyah atau sebagian istri Rasul berujar, “Sungguh kami membenci maut.”
Beliau lalu menjawab, “Jangan bersikap seperti itu. Sebenarnya jika maut mendatangi seorang mukmin, ia mendapat berita gembira berupa ridha dan kemuliaan dari Allah, dan tidak ada sesuatu yang lebih ia cintai ketimbang yang ada di hadapannya. Maka ia senang berjumpa Allah dan Allah senang berjumpa dengannya."
"Jika orang kafir sekarat, maka ia mendapat berita gembira berupa azab dan hukuman Allah, dan tidak ada sesuatu yang lebih ia benci selain yang ada di hadapannya. Maka ia benci berjumpa Allah, dan Allah benci berjumpa dengannya.”
Hadis ini diriwayatkan oleh Bukhari dalam bab "Riqaq”, subbab "Orang yang Senang Berjumpa Allah dan Allah Senang Berjumpa Dengannya”. (Lihat Fath alBari, XL, h. 357)
Baca juga: Begini Gambaran Dekatnya Hari Kiamat
Syaikh Umar Sulaiman al Asygar mengatakan oleh karena itu, seorang hamba yang saleh mengharap orang-orang yang mengusung jenazahnya agar cepat-cepat menguburkannya karena rindu akan kenikmatan surga.
Sedangkan hamba yang jahat menyumpahi neraka wail yang menjadi tempat peristirahatannya.
Baca juga: Inilah Tanda-tanda Kiamat Besar dan Kiamat Kecil
Anas ibn Malik meriwayatkan dari Ubadah ibn Shamit bahwa Nabi SAW bersabda, “Barangsiapa merasa senang berjumpa dengan Allah, maka Allah juga senang berjumpa dengannya. Barangsiapa benci berjumpa dengan Allah, maka Allah benci berjumpa dengannya.”
Aisyah atau sebagian istri Rasul berujar, “Sungguh kami membenci maut.”
Beliau lalu menjawab, “Jangan bersikap seperti itu. Sebenarnya jika maut mendatangi seorang mukmin, ia mendapat berita gembira berupa ridha dan kemuliaan dari Allah, dan tidak ada sesuatu yang lebih ia cintai ketimbang yang ada di hadapannya. Maka ia senang berjumpa Allah dan Allah senang berjumpa dengannya."
"Jika orang kafir sekarat, maka ia mendapat berita gembira berupa azab dan hukuman Allah, dan tidak ada sesuatu yang lebih ia benci selain yang ada di hadapannya. Maka ia benci berjumpa Allah, dan Allah benci berjumpa dengannya.”
Hadis ini diriwayatkan oleh Bukhari dalam bab "Riqaq”, subbab "Orang yang Senang Berjumpa Allah dan Allah Senang Berjumpa Dengannya”. (Lihat Fath alBari, XL, h. 357)
Baca juga: Begini Gambaran Dekatnya Hari Kiamat
Syaikh Umar Sulaiman al Asygar mengatakan oleh karena itu, seorang hamba yang saleh mengharap orang-orang yang mengusung jenazahnya agar cepat-cepat menguburkannya karena rindu akan kenikmatan surga.
Sedangkan hamba yang jahat menyumpahi neraka wail yang menjadi tempat peristirahatannya.
Lihat Juga :