Abu Nawas, Abu Wardah, dan Seorang Pengemis
Selasa, 23 Juni 2020 - 08:13 WIB
loading...
A
A
A
"Sekarang dia bekerja apa?" tanya Abu Nawas.
Baca juga: Kisah Bijak Para Sufi: Tuan Rumah dan Tamu
"Tadi malam dia saya suruh untuk memisahkan kurma-kurma menjadi tiga bagian. Mari kita ke sana untuk melihatnya, tentu sudah selesai pekerjaannya itu," kata Abu Wardah.
Tapi apa yang terjadinya. Keduanya mendapati pengemis itu sedang tidur pulas. Tugas yang diberikan tidak dikerjakan. Dengan penuh tanya, Abu Wardah pun membangunkan pengemis itu.
Baca juga: Kisah Bijak Para Sufi: Semut dan Capung
"Kenapa engkau tidak menyelesaikan pekerjaanmu yang sangat mudah itu?" tanya Abu Wardah.
"Ma'af Tuan, kalau hanya memindahkan kurma, sesungguhnya itu mudah, yang sulit adalah membuat keputusan mana kurma yang baik, lumyan baik, dan jelek, karena saya tidak diberitahu sebelumnya," jawab pengemis.(Baca juga: Akal-Akalan Abu Nawas Menjebak Pencuri Profesional )
"Sungguh itu tak terpikirkan olehku," kata Abu Wardah menepuk jidatnya.
Abu Nawas pun tersenyum melihat kejadian itu. Si cerdik ini geleng-geleng karena sahabatnya itu hanya bisa memberikan tugas saja, tapi tidak mengajarinya dengan baik cara melakukannya. (Baca juga: Soal Berburu, Jangan Anggap Remeh Abu Nawas )
Baca juga: Kisah Bijak Para Sufi: Tuan Rumah dan Tamu
"Tadi malam dia saya suruh untuk memisahkan kurma-kurma menjadi tiga bagian. Mari kita ke sana untuk melihatnya, tentu sudah selesai pekerjaannya itu," kata Abu Wardah.
Tapi apa yang terjadinya. Keduanya mendapati pengemis itu sedang tidur pulas. Tugas yang diberikan tidak dikerjakan. Dengan penuh tanya, Abu Wardah pun membangunkan pengemis itu.
Baca juga: Kisah Bijak Para Sufi: Semut dan Capung
"Kenapa engkau tidak menyelesaikan pekerjaanmu yang sangat mudah itu?" tanya Abu Wardah.
"Ma'af Tuan, kalau hanya memindahkan kurma, sesungguhnya itu mudah, yang sulit adalah membuat keputusan mana kurma yang baik, lumyan baik, dan jelek, karena saya tidak diberitahu sebelumnya," jawab pengemis.(Baca juga: Akal-Akalan Abu Nawas Menjebak Pencuri Profesional )
"Sungguh itu tak terpikirkan olehku," kata Abu Wardah menepuk jidatnya.
Abu Nawas pun tersenyum melihat kejadian itu. Si cerdik ini geleng-geleng karena sahabatnya itu hanya bisa memberikan tugas saja, tapi tidak mengajarinya dengan baik cara melakukannya. (Baca juga: Soal Berburu, Jangan Anggap Remeh Abu Nawas )
(mhy)
Lihat Juga :