7 Tanda Setan Sedang Merasuki Manusia, Nomor 2 Melalui Makanan
Selasa, 31 Mei 2022 - 15:20 WIB
loading...
A
A
A
4. Sikap cinta harta
Bisikan syetan agar manusia mencintai harta sangatlah kuat. Mereka menggoda dengan bayangan akan kenikmatan harta yang secara naluri disukai manusia. Godaan ini pun bukanlah tanpa tujuan. Setan berkeinginan agar manusia menjadi kikir dan takut miskin akibat godaan cinta harta. Akibatnya, manusia pun enggan bersedekah dan beramal saleh hingga rusaklah agama dan keimanannya. Dari Ka’ab bin Malik, Rasulullah bersabda, “Dua ekor serigala yang lapar kemudian dilepas menuju seekor kambing, (maka kerusakan yang terjadi pada kambing itu) tidaklah lebih besar dibandingkan dengan kerusakan agama seseorang yang ditimbulkan akibat ambisi terhadap harta dan kehormatan.” (HR. Ahmad, An Nasa’i, At Tirmidzi, dan Ibnu Hibban).
5. Sikap fanatik
Inilah rencana iblis yang diamanahkan pada tentara setan. Mereka diperintahkan untuk menggoda manusia dengan menyusupkan sifat fanatik pada golongan, mazhab, organisasi, ataupun aliran tertentu.
Baca juga: Jaminan Pahala dari Allah Ta'ala Bagi yang Istiqamah dalam Ketaatan
Godaan setan ini bahkan menimpa orang-orang shaleh. Setan membuat manusia merasa dirinya paling benar, golongannyalah yang paling benar, sementara saudara seiman yang lain dianggap salah bahkan sesat. Allah Ta'ala berfirman,
“.....Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.” (QS. Ar Rum: 32).
6. Iri atau hasad
Godaan ini mungkin sering terbetik dalam hati. Yakni merasa iri dan dengki terhadap nikmat yang didapat orang lain. Jika merasakannya, maka segeralah untuk menghapus bersih bisikan tersebut karena itulah salah satu cara ampuh setan dalam menggoda manusia. Jika seseorang terjerumus pada godaan syetan ini, maka ia akan sengsara hatinya, menolak takdir Allah hingga rusak keimanannya.
Rasulullah bahkan menyebutkan bahwasanya seorang baru dikatakan beriman jika bersih dari sifat hasad. Beliau bersabda, “Kalian tidak akan beriman hingga menginginkan untuk saudaranya hal-hal yang dia inginkan untuk dirinya sendiri.” (HR. Al Bukhari dan Muslim).
Bisikan syetan agar manusia mencintai harta sangatlah kuat. Mereka menggoda dengan bayangan akan kenikmatan harta yang secara naluri disukai manusia. Godaan ini pun bukanlah tanpa tujuan. Setan berkeinginan agar manusia menjadi kikir dan takut miskin akibat godaan cinta harta. Akibatnya, manusia pun enggan bersedekah dan beramal saleh hingga rusaklah agama dan keimanannya. Dari Ka’ab bin Malik, Rasulullah bersabda, “Dua ekor serigala yang lapar kemudian dilepas menuju seekor kambing, (maka kerusakan yang terjadi pada kambing itu) tidaklah lebih besar dibandingkan dengan kerusakan agama seseorang yang ditimbulkan akibat ambisi terhadap harta dan kehormatan.” (HR. Ahmad, An Nasa’i, At Tirmidzi, dan Ibnu Hibban).
5. Sikap fanatik
Inilah rencana iblis yang diamanahkan pada tentara setan. Mereka diperintahkan untuk menggoda manusia dengan menyusupkan sifat fanatik pada golongan, mazhab, organisasi, ataupun aliran tertentu.
Baca juga: Jaminan Pahala dari Allah Ta'ala Bagi yang Istiqamah dalam Ketaatan
Godaan setan ini bahkan menimpa orang-orang shaleh. Setan membuat manusia merasa dirinya paling benar, golongannyalah yang paling benar, sementara saudara seiman yang lain dianggap salah bahkan sesat. Allah Ta'ala berfirman,
مِنَ الَّذِيۡنَ فَرَّقُوۡا دِيۡنَهُمۡ وَكَانُوۡا شِيَعًا ؕ كُلُّ حِزۡبٍۢ بِمَا لَدَيۡهِمۡ فَرِحُوۡنَ
“.....Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.” (QS. Ar Rum: 32).
6. Iri atau hasad
Godaan ini mungkin sering terbetik dalam hati. Yakni merasa iri dan dengki terhadap nikmat yang didapat orang lain. Jika merasakannya, maka segeralah untuk menghapus bersih bisikan tersebut karena itulah salah satu cara ampuh setan dalam menggoda manusia. Jika seseorang terjerumus pada godaan syetan ini, maka ia akan sengsara hatinya, menolak takdir Allah hingga rusak keimanannya.
Rasulullah bahkan menyebutkan bahwasanya seorang baru dikatakan beriman jika bersih dari sifat hasad. Beliau bersabda, “Kalian tidak akan beriman hingga menginginkan untuk saudaranya hal-hal yang dia inginkan untuk dirinya sendiri.” (HR. Al Bukhari dan Muslim).
Lihat Juga :