Kisah Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani Membunuh Perampok dari Jarak Jauh dengan Terompah

Kamis, 02 Juni 2022 - 19:25 WIB
loading...
Kisah Syaikh Abdul Qadir...
Syaikh Abdul Qadir al-Jilani dikenal banyak memiliki karomah. Foto/Ilustrasi: Ist
A A A
Hari itu tercatat sebagai Ahad 3 Safar 555 H. Syaikh Abdul Qadir al-Jilani baru saja selesai berwudhu. Dengan terompah yang masih basah dia berjalan menuju sajadahnya yang telah terhampar di lantai masjid. Beliau menunaikan sholat sunnah dua rakaat sementara beberapa muridnya duduk penuh ta'zim menunggu tak jauh dari sang mursid itu berada.

Setelah mengucap salam dan baru saja melafalkan beberapa zikir, tiba-tiba ia melontarkan terompahnya ke angkasa sambil berteriak keras, belum lagi terlenyap keterkejutan para santri, syaikh kembali lagi melemparkan terompah yang satunya kembali ke angkasa, sepasang terompah itupun lenyap ke angkasa, kemudian sang mursid melanjutkan zikir kembali seolah-olah tak terjadi apa-apa.

Bagi yang belum tahu, terompah adalah lapik kaki yang dibuat dari kulit, karet atau kayu yang dilengkapi dengan tali kulit sebagai penguat, atau kayu bertudung bulat, tempat ibu jari kaki dan jari kaki tengah menjepit.

Baca juga: Nasehat Syaikh Abdul Qadir tentang Cara Mencapai Kebahagiaan

Kembali ke kisah terompah Syaih Abdul Qadir al-Jilani. Dua puluh tiga hari kemudian, dua santrinya yang bernama Syaikh Abu Usman dan Syaikh Muhammad Abdul Haqqi dikejutkan dengan kedatangan serombongan khafilah dagang di pintu gerbang madrasah mereka. Mereka menyatakan ingin bertemu dengan sang guru untuk menyampaikan nazar.

Syaikh Abu Usman pun menghadap Syaikh Abdul Qadir al-Jilani menyampaikan pesan tamunya. Dengan tenang Syaikh mengatakan pada Abu Usman agar menerima apa yang akan diberikan tamunya. Khafilah tersebut memberikan hadiah terdiri atas perhiasan emas dan pakaian dari sutera, serta sepasang terompah tua yang sangat dikenal oleh kedua murid Syaikh Abdul Qadir sebagai terompah gurunya.

“Bagaimana terompah guru kami berada di tangan kalian?” tanya keduanya terheran-heran.

Pemimpin kafilah itupun berkisah. Pada 3 shafar 555 H, mereka dihadang gerombolan perampok di sebuah gurun pasir di luar Jazirah Arab. Karena ketakutan, semua anggota anggota melarikan diri meninggalkan sebagian barang dagangan mereka.

Namun tiba-tiba mereka berhenti, karena di depan mereka mulut jurang menganga lebar. Sementara gerombolan perampok semakin mendekat sambil sorak sorai mereka mengejar anggota kafilah yang membawa lari sia-sia dagangan.

Apa boleh buat anggota kafilah itupun pasrah, di tengah ketakutan yang mencekam, pemimpin kafilah itu berdoa, ”ya Allah, dengan berkah Syaikh Abdul Qodir Al-Jilani, selamatkanlah kami. Jika selamat kami bernazar kami akan memberikan hadiah pada beliau.”

Baca juga: Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani Bertutur tentang Kelimpahan

Ajaib tiba-tiba sorak sorai para perampok itu berhenti, berganti dengan teriakan histeris ketakutan. Dan sesaat kemudian sepi, hening. Tak lama setelah itu kepala perampok mendatangi kafilah dagang dengan wajah ketakutan. Katanya dengan suara gemetar terbata-bata, ”Saudaraku, ikutlah denganku, ambilah kembali barang-barang kalian yang kamu rampok, dan tolong ampuni kami.”

Para anggota kafilah terheran-heran dan saling berpandangan. Dengan takut mereka mengikuti si perampok sampai di tempat semula mereka meninggalkan barang dagangan, mereka menyaksikan pemandangan yang lebih aneh lagi.

Dua orang tetua mereka tewas dengan kepala luka parah. Di sebelah masing-masing tergeletak sebuah terompah yang masih basah, sementara sebagian anggota perampok terduduk lemas dengan wajah ketakutan.

Menurut salah seorang perampok ketika mereka tengah berpesta pora, tiba-tiba sebuah terompah melesat dan menghantam salah seorang kepala begal.

Baca juga: Hakikat Mimpi Menurut Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani

Belum hilang keterkejutan mereka, tiba-tiba sebuah terompah lagi melesat dan menghantam kepala pemimpin begal lainnya keduanya tewas seketika. “Melesatnya terompah itu diiringi dengan teriakan yang keras yang membuat lutut kami gemetar dan terduduk lemas,” katanya.

Pada pengikut Syaikh Abdul Qadir menyebut kisah tersebut sebagai karamah beliau. Dan masih banyak lagi kisah karamah penggagas tarekat Qadiriyyah yang mendunia ini. Bahkan, dalam salah satu manaqibnya, An-Nurrul Burhan Fi Manaqib Sultanil Awliya‟ Syaikh Abdil Qodir Al-Jilani, terdapat satu bab khusus yang mengisahkan beberapa karamah khusus sang wali yang disaksikan oleh beberapa orang.

Karamah-karamah Syaikh memang melegenda, hingga tak jarang masyarakat awam menyebutkan namanya sebagai upaya mendapatkan keluarbiasaan atau kesaktian. Beberapa perguruan tinggi bela diri Islam konon menjadikan bacaan Syaikh Abdul Qodir sebagai ritual untuk menyempurnakan ilmu kesaktian.

Baca juga: Ketika Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani Menginginkan Kematian
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Karomah Khalid bin Walid,...
Karomah Khalid bin Walid, Si Pedang Allah yang Tak Mempan Diracun
Kisah Sahabat Nabi :...
Kisah Sahabat Nabi : Wafat Seorang Diri dan Kelak Dibangkitkan Sendirian
Kedudukan Ibu dan Karamah...
Kedudukan Ibu dan Karamah untuk Anak-anaknya yang Dikisahkan Al-Qur'an
Nasihat Penuh Hikmah...
Nasihat Penuh Hikmah Tabi'in Hasan Al-Bashri kepada Pejabat Tinggi
Sosok Ibu dalam Islam,...
Sosok Ibu dalam Islam, Dimuliakan dan Diberi Karamah Khusus oleh Allah Ta'ala
Kisah Tabiin Hasan al-Bashri...
Kisah Tabiin Hasan al-Bashri dan Doanya Agar Terhindar dari Penguasa Zalim
Rekomendasi
Ribuan Meteorit di Antartika...
Ribuan Meteorit di Antartika Ditakdirkan Hilang Selamanya
Fenomena Alam Pusaran...
Fenomena Alam Pusaran Air Menari Terjadi di Italia
Picu Anomali Cuaca,...
Picu Anomali Cuaca, Titik Lemah Magnet Bumi di Atlantik Selatan Semakin Besar
Artikel Terkini
Di Dua Waktu Istimewa...
Di Dua Waktu Istimewa Ini, Malaikat Pengawas Saling Bertemu
Kisah Nabi Daud Bertobat...
Kisah Nabi Daud Bertobat 40 Hari 40 Malam, Diampuni Allah pada 10 Muharram
Puasa Tasua, Keutamaan...
Puasa Tasua, Keutamaan dan Jadwal Pelaksanaannya
Asal-usul Puasa Asyura...
Asal-usul Puasa Asyura dan Tasua, Benarkah Berasal dari Tradisi Yahudi?
Rahasia Keutamaan Puasa...
Rahasia Keutamaan Puasa Asyura, Ibadah Sunnah yang Sangat Dianjurkan Rasulullah SAW
Khotbah Jumat Pertama...
Khotbah Jumat Pertama Muharram : Ada Apa dengan Hari Asyura?
Infografis
AS Bersiap Kirim Sistem...
AS Bersiap Kirim Sistem Rudal Jarak Jauh Canggih ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved