Menghina Nabi Muhammad? Simak Pesan Ustaz Budi Ashari Berikut
Kamis, 09 Juni 2022 - 23:01 WIB
loading...
A
A
A
Dalam tafsir Al-Qur'an dijelaskan bahwa 'Abdullah bin Ubay dan pengikut-pengikutnya merencanakan apabila kembali ke Madinah dari peperangan Bani Musthaliq, mereka akan mengusir orang-orang mukmin dari Madinah. Mereka merasa dan menganggap bahwa merekalah yang kuat, perkasa, dan mulia (izzah), sedangkan orang-orang mukmin itu lemah dan hina.
Mereka tidak menyadari bahwa kekuatan, keperkasaan, dan kemuliaan berada di tangan Allah dan Rasul-Nya, serta orang-orang mukmin yang telah dimuliakan-Nya.
Izzah itu Milik Allah Semuanya
Ustaz Budi Ashari berpesan, 'izzah kaum muslimin atau generasi muda mustahil bisa didapatkan kecuali dia dekat dengan Allah dan Rasul-Nya. Dalam ayat pertama di atas, Allah berfirman: اِنَّ الۡعِزَّةَ لِلّٰهِ جَمِيۡعًا ؕ "Innal 'izzaata Lillaahi Jami'aa".
Artinya, sesungguhnya 'izzah itu milik Allah semuanya, tidak ada yang tersisa. Kadang ada orang merasa 'izzahnya tinggi karena punya harta banyak, dia bisa membeli apa saja, bisa bayar siapa saja. Ada orang merasa punya 'izzah tinggi karena punya kekuasaan. Dia bisa membuat aturan apa saja, bisa memerintah siapa saja, bisa menghukum siapa saja. Ada orang merasa punya 'izzah karena jabatan dan punya keturunan siapa.
Semua 'izzah itu adalah 'izzah yang bisa hilang. Al-Qur'an mengatakan, kalau kalian ingin dapat izzah itu semua ambillah dari Allah Ta'ala. Jangan ambil dari mereka yang 'izzahnya bisa hilang sekejap. Coba lihat Namrud dan Fir'aun yang mengaku tuhan, kekuasaannya hilang seketika.
Demikian Ustaz Budi Ashari menyampaikan bahwa kemuliaan itu hanya milik Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang beriman. Allah menghibur Nabi Muhammad lewat ayat di atas agar tidak bersedih dengan sikap dan perkataan orang-orang kafir dan kaum munafik.
Baca Juga: Sheikh Gumi: Nabi Muhammad SAW Dihina tapi Tak Pernah Balas
Mereka tidak menyadari bahwa kekuatan, keperkasaan, dan kemuliaan berada di tangan Allah dan Rasul-Nya, serta orang-orang mukmin yang telah dimuliakan-Nya.
Izzah itu Milik Allah Semuanya
Ustaz Budi Ashari berpesan, 'izzah kaum muslimin atau generasi muda mustahil bisa didapatkan kecuali dia dekat dengan Allah dan Rasul-Nya. Dalam ayat pertama di atas, Allah berfirman: اِنَّ الۡعِزَّةَ لِلّٰهِ جَمِيۡعًا ؕ "Innal 'izzaata Lillaahi Jami'aa".
Artinya, sesungguhnya 'izzah itu milik Allah semuanya, tidak ada yang tersisa. Kadang ada orang merasa 'izzahnya tinggi karena punya harta banyak, dia bisa membeli apa saja, bisa bayar siapa saja. Ada orang merasa punya 'izzah tinggi karena punya kekuasaan. Dia bisa membuat aturan apa saja, bisa memerintah siapa saja, bisa menghukum siapa saja. Ada orang merasa punya 'izzah karena jabatan dan punya keturunan siapa.
Semua 'izzah itu adalah 'izzah yang bisa hilang. Al-Qur'an mengatakan, kalau kalian ingin dapat izzah itu semua ambillah dari Allah Ta'ala. Jangan ambil dari mereka yang 'izzahnya bisa hilang sekejap. Coba lihat Namrud dan Fir'aun yang mengaku tuhan, kekuasaannya hilang seketika.
Demikian Ustaz Budi Ashari menyampaikan bahwa kemuliaan itu hanya milik Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang beriman. Allah menghibur Nabi Muhammad lewat ayat di atas agar tidak bersedih dengan sikap dan perkataan orang-orang kafir dan kaum munafik.
Baca Juga: Sheikh Gumi: Nabi Muhammad SAW Dihina tapi Tak Pernah Balas
(rhs)
Lihat Juga :