Kisah Mubahalah dan Pemberontakan Keturunan Ali bin Abi Thalib di Era Khalifah Harun Al-Rasyid

Minggu, 12 Juni 2022 - 19:38 WIB
loading...
A A A
Harun menjabat tangan kedua orang itu lalu berkata pada Az-Zubairi, “Ya Allah, jika Engkau tau bahwa Yahya tidak mengajakku untuk memecah-belah umat dan melakukan pemberontakan terhadap Amirul Mukminin, jadikan aku hanya bergantung kepada daya upayaku sendiri dan jatuhkanlah siksa kepadaku dari sisi Mu. Amiin ya Rabbal Alaamiin.”

Kemudian Az-Zubairi menirukan perkataan Harun Al-Rasyid dengan gemetar. Yahya juga mengucapkan dengan terbata-bata. Selanjutnya, keduanya pergi dari tempat itu, dan ternyata Zubair mati pada hari itu juga.

Mendengar kabar kematian Az-Zubairi, untuk sementara waktu isu tentang ancaman pemberontakan Yahya menghilang. Tapi kali ini, ketika hampir semua masyarakat di kawasan sekitar Daylam menunjukkan keberpihakannya pada Yahya bin Abdullah, kecemasan Harun Al-Rasyid tidak bisa lagi dibendung. Dia kemudian memanggil saudara sesusuannya, Fadl bin Yahya, untuk menghadap.

Singkat kata, Harun memerintahkan kepada Fadl untuk segera bergerak memadamkan ancaman tersebut. Menurut Thabari, Fadl bin Yahya diperintahkan membawa sekitar 50.000 orang tentara terbaik yang berasal dari sejumlah wilayah seperti Jibal, al-Rayy, Jurjan, Jabaristan, Qumis, Dunbawand dan al-Ruyan.

Di samping itu, Fadl juga didampingi oleh jenderal-jenderal terpilih, dan staf-staf terbaik Abbasiyah, serta dibekali sejumlah uang yang cukup untuk membayar segala keperluannya selama ekspedisi tersebut.

Baca juga: Kisah Khalifah Al-Mahdi Taklukkan Konstantinopel, Harun Al-Rasyid Jadi Bintang Abbasiyah

Perjanjian Damai
Fadl bin Yahya bin Khalid berangkat ke Daylam bersama armada yang sangat besar. Tujuannya adalah untuk menghilangkan ancaman dari Yahya bin Abdullah yang kala itu sudah didukung oleh sebagian besar masyarakat.

Menurut Thabari, ketika itu kondisi cuaca sangat tidak bersahabat. Salju turun dan suhu menjadi sangat minim. Ini sebabnya ketika sudah mendekati wilayah Daylam, Fadl memerintahkan pasukannya untuk berhenti di daerah Rayy (Iran sekarang).

Di tempat itulah dia mulai memerintahkan pada juru tulisnya untuk menulis surat kepada Yahya bin Abdullah. Menurut Thabari, beberapa balasan surat antara kedua orang tersebut.

Pada intinya, Fadl bin Yahya meminta agar Yahya bin Abdullah menyerah dan mengakui legitimasi Harun Al-Rasyid. Dia juga berjanji, bila Yahya bersedia mematuhi keinginannya, maka Fadl akan memberikannya harta yang banyak dan juga pemukian yang layak.

Yahya bin Abdullah pun bersedia memenuhi pemintaan tersebut, tapi dengan sejumlah syarat. Salah satunya, dia ingin agar Harun Al-Rasyid mengeluarkan surat yang langsung ditulis oleh tangannya sendiri, berisi tentang perintah kepada Fadl bin Yahya untuk menjamin keselamatan hidup Yahya bin Abdullah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Sejarah Kiswah Kakbah:...
Sejarah Kiswah Kakbah: Dari Beragam Warna hingga Hitam yang Mendunia
Dibangun Lebih dari...
Dibangun Lebih dari Rp1.500 Triliun! 20 Fakta Menakjubkan Masjidil Haram
Jejak Para Singa Allah:...
Jejak Para Singa Allah: Deretan Panglima Perang Terhebat dalam Sejarah Islam
Inilah Penyebab Utama...
Inilah Penyebab Utama Iran Menjadi Negara Syiah
Kisah Runtuhnya Kekaisaran...
Kisah Runtuhnya Kekaisaran Sassaniyah: Transformasi Jati Diri Bangsa Persia di Bawah Islam
Sejarah dan Asal-usul...
Sejarah dan Asal-usul Ucapan Minal Aidin Wal Faizin
Rekomendasi
Di Bawah Air Membeku,...
Di Bawah Air Membeku, Perilaku Aligator Menarik Perhatian Ilmuwan
Pisahkan Arab dan Afrika,...
Pisahkan Arab dan Afrika, Ini Fenomena Alam Paling Ekstrem yang Terjadi Jutaan Tahun Lalu
Bagaimana Pengaruh Bulan...
Bagaimana Pengaruh Bulan Terhadap Suasana Hati? Simak Ulasannya!
Artikel Terkini
Rahasia Keutamaan Puasa...
Rahasia Keutamaan Puasa Asyura, Ibadah Sunnah yang Sangat Dianjurkan Rasulullah SAW
Khotbah Jumat Pertama...
Khotbah Jumat Pertama Muharram : Ada Apa dengan Hari Asyura?
Kisah Tobat Nabi Adam...
Kisah Tobat Nabi Adam Diterima Allah pada 10 Muharram, Setelah 300 Tahun Memohon Ampunan
Ini Amalan Terbaik bagi...
Ini Amalan Terbaik bagi Wanita Haid dan Nifas di Bulan Muharram
Peristiwa di Bulan Muharram...
Peristiwa di Bulan Muharram : Di Hari Asyura, Nabi Idris AS Diangkat ke Langit
Mengapa Hari Asyura...
Mengapa Hari Asyura Sakral bagi Syiah? Jejak Berdarah Tragedi Karbala
Infografis
Muslim Harus Tahu, 7...
Muslim Harus Tahu, 7 Keutamaan Zakat dalam Al-Quran dan Hadis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved