Kisah Agresi Bangsa Khazar ke Armenia, 100.000 Muslim Wafat
Rabu, 15 Juni 2022 - 05:15 WIB
loading...
A
A
A
Tabari mengatakan, Bangsa Khazar menyerang Armenia dengan bala tentara yang sangat besar. Dalam waktu singkat mereka berhasil menaklukan dan menguasai sepenuhnya wilayah tersebut. Adapun Said bin Salam, dia berhasil melarikan diri.
Setelah berhasil menguasai Armenia, para prajurit Khazar melakukan pembantaian dan pemerkosaan terhadap penduduknya.
Menurut keyakinan Tabari, mereka melakukan ini setidaknya selama tujuh puluh hari. Alhasil, jumlah kurban yang tewas selama peristiwa ini, lebih dari 100.000 kaum Muslimin.
Imam As-Suyuthi dalam bukunya berjudul Tarikh Khulafa’; Sejarah Para Khalifah mengatakan, peristiwa ini telah menorehkan luka sejarah yang dalam, karena peristiwa semacam ini belum pernah terjadi sebelumnya.
Mendengar tragedi ini, Khalifah Harun Al-Rasyid memerintahkan kepada Yazid bin Mizyad yang ketika itu menjabat sebagai gubernur Azarbaijan untuk mengirimkan segera pasukannya ke Armenia.
Begitu mendengar pasukan Abbasiyah mendekat, prajurit-prajurit Khazar pun pergi melarikan diri. Yazid bin Mizyad kemudian memulihkan situasi yang terjadi di Armenia dan mengembalikan wilayah tersebut sebagai bagian dari wilayah Ababsiyah.
Tahun 183 H bisa dikatakan tahun yang menyedihkan bagi kaum Muslimin. Jumlah kurban yang jatuh dalam agresi bangsa Khazar ke Armenia memberi pukulan hebat pada mereka, khususnya Harun Al-Rasyid.
Baca juga: Kisah Kedermawanan Khalifah Harun Al-Rasyid, Membagi-bagi Uang di Mekkah dan Madinah
Konflik dengan Bizantium
Pada masa Khalifah Harun Al-Rasyid, Dinasti Abbasiyah memang tak sepi dari konflik. Sebelum terjadi agresi bangsa Khazar ke Armenia, konflik juga pecah dengan Bizantium. Konflik tersebut pecah pada tahun 181 H.
Pada tahun ini Khalifah Harun Al-Rasyid berhasil merebut Benteng Safsaf yang dikuasai oleh Bizantium. Benteng ini terletak di daerah bernama Hasangazi, Turki sekarang.
Setelah berhasil menguasai Armenia, para prajurit Khazar melakukan pembantaian dan pemerkosaan terhadap penduduknya.
Menurut keyakinan Tabari, mereka melakukan ini setidaknya selama tujuh puluh hari. Alhasil, jumlah kurban yang tewas selama peristiwa ini, lebih dari 100.000 kaum Muslimin.
Imam As-Suyuthi dalam bukunya berjudul Tarikh Khulafa’; Sejarah Para Khalifah mengatakan, peristiwa ini telah menorehkan luka sejarah yang dalam, karena peristiwa semacam ini belum pernah terjadi sebelumnya.
Mendengar tragedi ini, Khalifah Harun Al-Rasyid memerintahkan kepada Yazid bin Mizyad yang ketika itu menjabat sebagai gubernur Azarbaijan untuk mengirimkan segera pasukannya ke Armenia.
Begitu mendengar pasukan Abbasiyah mendekat, prajurit-prajurit Khazar pun pergi melarikan diri. Yazid bin Mizyad kemudian memulihkan situasi yang terjadi di Armenia dan mengembalikan wilayah tersebut sebagai bagian dari wilayah Ababsiyah.
Tahun 183 H bisa dikatakan tahun yang menyedihkan bagi kaum Muslimin. Jumlah kurban yang jatuh dalam agresi bangsa Khazar ke Armenia memberi pukulan hebat pada mereka, khususnya Harun Al-Rasyid.
Baca juga: Kisah Kedermawanan Khalifah Harun Al-Rasyid, Membagi-bagi Uang di Mekkah dan Madinah
Konflik dengan Bizantium
Pada masa Khalifah Harun Al-Rasyid, Dinasti Abbasiyah memang tak sepi dari konflik. Sebelum terjadi agresi bangsa Khazar ke Armenia, konflik juga pecah dengan Bizantium. Konflik tersebut pecah pada tahun 181 H.
Pada tahun ini Khalifah Harun Al-Rasyid berhasil merebut Benteng Safsaf yang dikuasai oleh Bizantium. Benteng ini terletak di daerah bernama Hasangazi, Turki sekarang.
Lihat Juga :