Masya Allah, 4 Bayi Ini Bisa Berbicara dalam Buaian

loading...
Masya Allah, 4 Bayi Ini Bisa Berbicara dalam Buaian
Dalam riwayat Hadis diceritakan kisah empat bayi yang mampu berbicara atas izin Allah Taala. Foto Ilustrasi/Dok parenting.orami.co.id
Mukjizat Nabi ataupun karamah para wali merupakan karunia pemberian Allah Ta'ala. Dalam Al-Qur'an dan Hadis terdapat beberapa dalil yang menunjukkan adanya karamah untuk para wali. Seperti kisah Sayyidah Maryam yang mendapati makanan di mihrabnya (QS. Ali Imran: 37). Karunia yang didapat Sayyidah Maryam ini sempat membuat kagetNabi Zakariya 'alaihissalam. (BacaJuga: 5 Karomah Sayyidina Ali bin Abi Thalib)

Selain Sayyidah Maryam, para Sahabat Nabi dan waliyullah (kekasih Allah) juga memiliki karamah. Berikut ulasan kisah empat bayi yang mampu berbicara atas izin Allah Ta'ala.Kisah bayi yang dapat berbicara ini bersumber hadis-hadis Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Keempat bayi istimewa ini adalah:

1. Isa Bin Maryam 'alaihissalam.
2. Bayi dalam kisah Juraij si ahli ibadah.
3. Bayi yang sedang bersama ibunya.
4. Bayi yang akan dilempar ke dalam api.

Adapun 3 bayi yang pertama bersumber dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:"Tidak ada bayi yang dapat berbicara ketika masih berada dalam buaian kecuali tiga bayi: (Baca Juga: Karomah Abu Bakar Shiddiq yang Tidak Diketahui Banyak Orang)



1. Isa Bin Maryam.
Dan ceritakanlah (kisah) Maryam di dalam Al-Qur'an, yaitu ketika ia menjauhkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur, maka ia mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus roh Kami kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna. Maryam berkata: "Sesungguhnya aku berlindung dari padamu kepada Tuhan Yang Maha Pemurah, jika kamu seorang yang bertakwa". Ia (Jibril) berkata: "Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci". Maryam berkata: "Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusia pun menyentuhku dan aku bukan (pula) seorang pezina!" Jibril berkata: "Demikianlah. Tuhanmu berfirman: "Hal itu mudah bagi-Ku, dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami. Dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan." Maka Maryam mengandungnya, lalu ia menyisihkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh. Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma, ia berkata: "Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi sesuatu yang tidak berarti, lagi dilupakan".

Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah: "Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu. Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu. Maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah: "Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang Manusia pun pada hari ini". Maka Maryam membawa anak itu kepada kaumnya dengan menggendongnya. Kaumnya berkata: "Hai Maryam, sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang amat mungkar. Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina", maka Maryam menunjuk kepada anaknya. Mereka berkata: "Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih dalam ayunan?"

Berkata Isa: "Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi. dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) salat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup; dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali". Itulah Isa putra Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya. (Surah Maryam: ayat 16-34)



2. Bayi dalam Kisah Juraij.
Juraij adalah seorang laki-laki saleh yang rajin beribadah. Ia membangun tempat ibadah dan senantiasa beribadah di tempat itu. Ketika sedang melaksanakan salat sunnah, tiba-tiba ibunya datang dan memanggilnya; "Hai Juraij!" Juraij bertanya dalam hati: 'Ya Allah, manakah yang lebih aku utamakan, melanjutkan salatku ataukah memenuhi panggilan ibuku?' Akhirnya ia meneruskan salatnya hingga ibunya merasa kecewa dan beranjak darinya. Esok harinya, ibunya datang lagi kepadanya sedangkan Juraij sedang salat sunnah.
halaman ke-1 dari 3
cover top ayah
وَذَرۡنِىۡ وَالۡمُكَذِّبِيۡنَ اُولِى النَّعۡمَةِ وَمَهِّلۡهُمۡ قَلِيۡلًا‏
Dan biarkanlah Aku (yang bertindak) terhadap orang-orang yang mendustakan, yang memiliki segala kenikmatan hidup, dan berilah mereka penangguhan sebentar.

(QS. Al-Muzammil:11)
cover bottom ayah
preload video